Home / Medan / Medan Maju, Tapi Medan Utara Terkesan “Dianaktirikan”

Medan Maju, Tapi Medan Utara Terkesan “Dianaktirikan”

image_pdfimage_print

Anggota DPRD Sumatera Utara HM Nezar Djoeli (tengah, baju putih) dari Fraksi Partai Nasdem bersama warga kawasan Medan Utara usai meninjau wilayah itu, Rabu (19/9). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 20/9 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), HM Nezar Djoeli mengungkapkan pembangunan kawasan Medan Utara masih jauh tertinggal di tengah maju pesatnya pembangunan Kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumut.

“Kawasan Medan Utara terkesan masih dianaktirikan, pembangunan di wilayah itu jauh tertinggal di banding kawasan lain di Kota Medan, katanya kepada pers, Kamis.

Dia berharap Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi, serta Walikota Medan, Dzulmi Eldin bisa memprioritaskan anggaran untuk pembangunan di kawasan tersebut.

Menurut Nezar, masyarakat di kawasan itu selamaini merasa kurang mendapat perhatian.

Salah satu bentuk kurangnya perhatian kata dia, persoalan banjir yang rutin melanda kawasan Medan Utara, khususnya di Kampung Nelayan Indah, Secanang dan Belawan, juga belum mendapat solusi hingga saat ini.

“Kita harapkan walikota dan gubernur agar memprioritaskan perhatian dan anggarannya untuk mengatasi banjir rob di tiga daerah tersebut,” ujarnya usai mengunjungi daerah pemilihan (dapil) nya itu yakni, kawasan Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Dia berpendapat, Pemko Medan dan Pemprov Sumut sudah sepantasnya menjadikan Medan Utara sebagai kawasan konsentrasi proyek pembangunan.
“Khususnya proyek penanganan banjir, karena dampak dan akibatnya cukup besar dan banyak fasilitas penting di kawasan itu rusak parah.

Saat menerima aspirasi warga di lokasi itu dia mendapatkan informasi ada sejumlah jembatan yang rusak akibat banjir rob hingga kini sama sekali belum diperbaiki.

“Salahsatunya jembatan menghubungkan antara Secanang dengan Medan Labuhan saat ini dalam kondisi terputus. Rakyat tidak tahu apakah kegiatan (perbaikan) tersebut kewenangan pemerintah kota, provinsi atau pusat,” katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey