Home / Sumut / MTA Sumut Salurkan Bantuan ke Pengungsi Sinabung

MTA Sumut Salurkan Bantuan ke Pengungsi Sinabung

image_pdfimage_print
Ketua MTA Sumut (kiri) saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan pengungsi Sinabung di Paroki(Foto:LintasMedan/ist)

Ketua MTA Sumut (kiri) saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan pengungsi Sinabung di Paroki(Foto:LintasMedan/ist)

Berastagi, 17/8 (LintasMedan) – Majelis Tafsir Alquran (MTA) Sumatera Utara kembali membantu para pengungsi erupsi Sinabung dengan seperangkat Sembako, Minggu (16/8).

Bantuan yang berupa Paket Merdeka 70 Tahun tersebut diserahkan langsung oleh rombongan MTA yang datang dari Medan ke penampungan pengungsi di empat titik.

Ketua MTA Sumut Al-Ustadz Sarijo, SAg, MA bersama rombongan, selain menyerahkan paket bantuan tersebut juga melihat langsung kondisi pengungsi yang telah berbulan-bulan mengungsi.

“Bantuan ini sebagai bagian dari kegiatan yang selalu dilakukan MTA sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” ujar Ustadz Sarijo didampingi Ramlan Meliala, SPd dari MTA Kab.Karo.

Titik pertama yang dikunjungi adalah pengungsian di Paroki Paroki (rumah pemimpin umat Katolik Kab.Karo) Santo Petrus Paulus yang dihuni hampir 1.000 jiwa. Para pengungsi menyambut hangat rombongan MTA tersebut, dan berharap kepedulian yang ditunjukkan MTA tersebut diikuti elemen masyarakat lainnya.

Bastanta Purba selaku koordinator pengungsi menjelaskan di pengungsian tersebut terdiri dari mayoritas umat non muslim, dengan jumlah pemeluk Islam lebih dari 300 pengungsi. Disebutkan, bantuan MTA tersebut merupakan hal yang semakin mengeratkan kerukunan di antara umat beragama.

Dia juga menyebutkan bahwa para pengungsi di Paroki tersebut masih membutuhkan tenda yang lebih layak. Karena dalam kondisi hujan beberapa waktu terakhir, menyebabkan genangan air dan becek sampai ke ruang tidur para pengungsi.

“Untuk mengantisipasi banjir, kami perlu meninggikan tempat tidur pengungsi beberapa centimeter agar tidak sama tingginya dengan tanah. Sudah ada yang ditinggikan dengan swadaya sendiri, tapi masih banyak tempat tidur di tenda-tenda pengungsi yang masih tergenang air,” ujarnya.

Di titik pengungsian kedua, rombongan MTA disambut tak kalah hangat. Di tengah hujan yang merintik beberapa pengungsi menitikkan air mata merasa terharu. “Jangan pernah bosan datang ke sini pak. Kami akan kuat dan tegar menghadapi semua ini, berdoa-lah agar musibah ini cepat berlalu. Kami yakin mukjizat dari Allah saja yang dapat menghentikan musibah ini,” kata seorang pengungsi.

Ustadz Sarijo menegaskan, MTA adalah organisasi kemasyarakan (Ormas) Islam yang selain mengkaji Alquran, juga mengimplementasikan nilai-nilai dalam Alquran tersebut. Di antara nilai-nilai yang di-implementasikan tersebut adalah meringankan beban sesama manusia yang tertimpa musibah.

“Ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah karena Allah SWT, adalah bagian dari amal saleh. Oleh karenanya, jangan dinilai dari nilai bantuan yang kami berikan, karena ini hanya sekedar alakadarnya. Tapi lihatlah bantuan ini sebagai wujud silahturahmi dari MTA,” ujar Ustadz Sarijo.

Sejak Gunung Sinabung erupsi, bantuan MTA ini adalah yang kesekian kalinya. Selama Ramadhan kemarin misalnya, MTA telah beberapa kali menyerahkan bantuan untuk pengungsi erupsi Sinabung. Bantuan yang disalurkan adslah infak dan sedekah para anggota MTA di Sumatera Utara yang berjumlah ribuan orang.

Sebagai Ormas Islam, MTA adalah organisasi yang sangat aktif melakukan kegiatan sosial. Termasuk ketika terjadi musibah gempa dan gelombang tsunami melanda Provinsi Aceh, MTA telah beberapa kali mengumpulkan dan menyalurkan bantuan sosial. Selain membantu korban bencana secara di luar keanggotaan MTA, Ormas Islam ini juga aktif memberdayakan anggotanya secara ekonomi melalui kegiatan seperti bedah rumah dan sebagainya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey