Home / Medan / MTQ Nasional di Sumut Terapkan Lima Inovasi

MTQ Nasional di Sumut Terapkan Lima Inovasi

image_pdfimage_print

Panitia penyelenggara MTQ Nasional tingkat pusat Zainal Muttaqin (tengah) dan panitia daerah Afifi Lubis (kanan) memberikan keterangan seputar persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 Tahun 2018 di Sumatera Utara (Sumut) kepada pers, di Medan, Kamis (4/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 4/10 (LintasMedan) – Panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 Tahun 2018 di Sumatera Utara (Sumut) menerapkan lima inovasi untuk lebih meningkatkan kinerja perhelatan yang dijadwalkan akan dibuka Presiden RI Joko Widodo pada 7 Oktober tersebut.

Kepala Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al Quran dan Al hadits Direktorat Penerangan Agama Islam, Zainal Muttaqin kepada pers di Medan, Kamis, menjelaskan, inovasi tersebut adalah transparansi dewan hakim, pendaftaran online melalu e-MTQ, penyusunan maqro dengan aplikasi, registrasi melalui fingerprint, dan aplikasi penilaian yang dapat dilihat langsung di layar monitor.

“Inovasi tersebut merupakan pembaruan dari pelaksanaan MTQ tingkat nasional sebelumnya. Ini inovasi yang kami lakukan bersama sama sebagai penangungjawab penyusunan dan rencana per-MTQ-an,” ujarnya.

Kelima inovasi tersebut baru diterapkan secara menyeluruh pada MTQ Nasional tahun 2018 di Sumut.

Zainal memaparkan, peniliaian musabaqah dilakukan secara transparan dan penilaian yang diberikan oleh dewan hakim akan terlihat setelah peserta turun dari panggung.

“(hasil penilaian dewan hakim) Ini akan diketahui oleh seluruh masyarakat. Jadi tidak ada lagi rapat majelis, nilai langsung di monitor,” katanya.

Selain itu, kata Zainal, penerapan sistem transparansi dalam proses rekrutmen dewan hakim mengacu kepada instruksi Menteri Agama.

“Dewan hakim MTQ tingkat nasional harus melalui tim rekrutmen yang anggotanya hanya tujuh orang dan mereka selanjutnya merekrut hakim sebanyak 136 orang,” ucap dia.

Terkait pendaftaran peserta, menurut Zainal, harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan terintegrasi dengan Dukcapil.

Dari proses pendaftaran seperti itu, terjaring 1555 peserta yang terdaftar sebagai peserta legal.

“Sistem seperti ini untuk menghindari kecurangan, seperti nama ganda, atau penggunaan joki peserta,” paparnya.

Zainal menambahkan, kesuksesan pelaksanaan MTQ Nasional tersebut akan melambungkan nama baik Pemerintah Provinsi Sumut di Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengajak segenap komponen masyarakat dan media massa agar turut bersama-sama mensukseskan MTQ Nasional 2018.

Sekretaris Umum Panitia Daerah MTQ Nasional 2018, Afifi Lubis, mengatakan MTQ Nasional ke-27 adalah milik masyarakat Sumut.

“Semoga pelaksaaan MTQ Nasional di Sumut ini bisa menjadi contoh pembelajaran bagi tuan rumah selanjutnya,” katanya.

Afifi juga mengatakan, MTQ Nasional harus dapat menjadi tontonan menarik yang memiliki nilai religius serta bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat.

Pada acara pembukaan MTQ Nasional ke-27, pihak panitia juga telah menyiapkan beberapa pertunjukan yang istimewa, antara lain hiburan musik dari Trio Bimbo hingga tarian yang melibatkan 2.500 pelajar. (LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey