Home / Bisnis / NTB-Sumut Perlu Kerja Sama Kembangkan Pariwisata

NTB-Sumut Perlu Kerja Sama Kembangkan Pariwisata

image_pdfimage_print

Jajaran pimpinan satuan kerja perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB ) saat menerima kunjungan rombongan studi banding Pemprov Sumut beserta jurnalis di kantor gubernur NTB, Kota Mataram,  Kamis (3/8).  (Foto:LintasMedan/Irma)

Mataram, 3/8 (LintasMedan) – Pemerhati pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) Andre Hermawan, mengatakan asosiasi usaha industri dan jasa pariwisata maupun pemerintah daerah di NTB dan Sumatera Utara (Sumut) perlu menjalin kerja sama untuk pengembangan potensi wisata di kedua provinsi tersebut.

“Untuk tahap awal, bentuk kerja sama yang perlu direalisasikan adalah melakukan promosi dan pemasaran pariwisata bersama,” katanya kepada rombongan wartawan unit Pemprov Sumut yang sedang melakukan studi banding ke NTB, di Mataram, Kamis.

Menurut dia, NTB dan Sumut sama-sama memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan dan mampu memberikan dampak pada perekonomian kepada masing-masing masyarakat maupun pendapatan asli daerah setempat.

Jika pemerintah daerah di Sumut dan NTB bersama berbagai pemangku kepentingan sepakat saling bersinergi mengembangkan pariwisata di kedua provinsi itu, ia memastikan kerja sama promosi dan pemasaran bersama tersebut akan lebih efektif memberikan keuntungan bagi kedua provinsi, misalnya peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun turis mancanegara.

“Promosi kepariwisataan bersama penting dilakukan di tengah gencarnya para pesaing, baik dari wilayah Indonesia lainnya maupun negara asing,” ujar Andre.

Sejalan dengan hal itu, ia juga berpendapat pemerintah daerah di NTB maupun Sumut perlu lebih gencar lagi melakukan inovasi, perbaikan dan penataan berbagai destinasi wisata.

Diakuinya, letak geografis NBT yang relatif dengan Provinsi Bali ikut memberi kontribusi positif bagi peningkatan arus wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di provinsi berjulik Bumi Gora itu.

Sementara itu, Asisten Umum dan Kesra Setdaprov NTB Baharuddin saat menerima rombongan Biro Humas dan Keprotokalan Setdaprov Sumut bersama para wartawan, menjelaskan, Pemprov NTB terus berupaya mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

“Sesuai Rencana Pembangunan Jangka menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2014-2018, target yang dipatok sebanyak 1.705.400 kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Berkontribusi nyata
Sektor pariwisata, lanjutnya, telah berkontribusi nyata untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan.

Sebab, sebagian penduduk di NTB dewasa ini mengandalkan sumber mata pencaharian dari sektor pariwisata.

“Dengan tumbuh berkembangnya industri pariwisata di NTB, akan mampu untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan sadar wisata, lanjutnya, Pemprov NTB melalui instansi terkait setiap tiga bulan sekali melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan wisata, seperti di Gili Trawangan, Senggigi dan Gunung Rinjani.

Baharuddin lebih lanjut memaparkan, wisata syariah menjadi tren baru pengembangan pariwisata NTB yang dimulai sejak tahun 2015.

Semangat baru pengembangan wisata syariah itu menyusul ditetapkannya NTB sebagai salah satu dari 12 destinasi wisata syariah secara nasional.

Ia menambahkan, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dinilai sebagai salah satu daerah paling siap mengembangkan destinasi wisata dengan konsep syariah.

“Pulau Lombok yang dikenal juga dengan julukan Pulau Seribu Masjid. Julukan itu tentu memberikan seribu makna pula bagi masyarakat di daerah-daerah lain yang belum pernah datang ke Pulau Lombok khususnya ke Kota Mataram,” ujar dia.

Salah satu makna yang terkandung dari julukan itu adalah penduduk di Pulau Lombok sebagian besar umat muslim yang kehidupannya sehari-hari selalu berpegang pada ajaran-ajaran agama Islam.

Disebutkannya, Mataram merupakan ibu kota Provinsi NTB bermottokan “maju, religius dan berbudaya” dengan memiliki penduduk yang heterogen dari berbagai macam suku, agama dan etnis.

Namun, menurut Baharuddin, kehidupan warga di Kota Mataram memiliki toleransi yang tinggi sehingga mereka dapat hidup rukun dan aman, seperti penduduk di Provinsi Sumut. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey