Obama Kritik Donald Trump

Barrack Obama (kiri) dan Donald Trum (kanan). (Foto: LintasMedan/dok)

Washington, 7/9 (LintasMedan) – Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengkritik keras Partai Republik karena tidak bisa mengendalikan Presiden Donald Trump.

“Apa yang terjadi dengan Partai Republik?” tanya Obama sembari menuduh Donald Trump “memanfaatkan ketakutan dan kemarahan”, dalam pidato politik pertamanya yang bertujuan mendorong Partai Demokrat menjelang pemilu sela, Rabu.

Pidato Obama di aula satu universitas di Illinois itu menandai serangan pembuka dari serangkaian kampanye untuk membantu caleg partai Demokrat di pemilihan sela November mendatang.
Pemilu sela ini akan mempertaruhkan sebagian besar kursi Kongres dan 36 jabatan gubernur negara bagian.

Dalam pidato yang berisi berbagai isu dan seringkali diselingi oleh tepuk tangan, Obama mengkritik politik perpecahan saat ini.

Dia juga mengecam serangan Trump pada media dan sistem yudisial, juga terhadap semangat Trump untuk bekerja sama dengan Rusia namun meninggalkan negara sekutu AS.

Pada kesempatan itu, dia juga menyuarakan harapan terkait mobilisasi pemberi suara Partai Demokrat.

“Di dalam kegelapan politik ini saya melihat ada kebangkitan warga di seluruh pelosok negeri,” kata Obama.

Dengan menyebut nama presiden AS, Obama mengatakan Trump adalah satu “gejala, bukan penyebab” dari sakit yang melanda politik nasional Amerika Serikat.

Obama mengemukakan sejak menyelesaikan masa jabatan presiden AS menghindari untuk mengkritik langsung penerusnya itu dan tidak pernah menyebut nama Trump dengan penuh perhitungan.

Terkait kegaduhan yang terjadi minggu ini, yaitu dugaan ada kelompok “perlawanan” di dalam Gedung Putih, Obama mengecam ide bahwa “semua akan berakhir baik” karena pada kenyataannya sebagian staf Trump diam-diam tidak melakukan perintah atasan mereka.

“Demokrasi kita tidak seharusnya berjalan seperti itu,” kata Obama yang merujuk pada buku baru karya wartawan investigasi Bob Woodward yang menggambarkan para pembantu Trump berjuang untuk mengekang presiden yang penuh amarah dan kurang informasi itu.

Mantan presiden dari Partai Demokrat ini juga mengecam keras Partai Republik dan menyebutnya “tidak mau mencari keberanian” untuk menentang langsung Trump.

Dia menuduh partai itu menjawab keputusan “sembrono” dengan “pernyataan kekecewaan yang sumir.

“Mereka tidak membantu kita dengan mempromosikan secara aktif 90 persen keputusan Gedung Putih,'” ujarnya.

Obama juga menantang klaim Partai Demokrat atas perbaikan ekonomi negara itu.

Sementara, Presiden Donald Trump yang sedang berada di North Dakota membalas serangan pendahulunya itu.

“Saya menonton, tetapi saya tertidur. Menurut saya dia (Obama) bagus. Bagus untuk membuat kita tertidur. Jika anda mendengar betapa bagus ekonomi saat ini, coba diingat kapan perbaikan ini dimulai,” ujarnya.

Trump membeberkan bagaimana dia mewarisi kekacauan ekonomi ketika pertama kali menjabat sebagai presiden dan meninggalkan jabatan itu ketika perbaikan ekonomi terjadi.

Dengan merujuk pada angka pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua sebesar 4,2 persen, Trump menuduh Obama “mencoba mengambil kredit dari hal luar biasa yang kini terjadi.

Dia mengatakan jika Partai Demokrat menjadi mayoritas di Kongres dua tahun lalu, sejujurnya ekonomi bukan tumbuh 4,2 persen, tetapi turun 4,2 persen. (LMC-03/ITV)