Home / Bisnis / Pemerintah Terus Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

Pemerintah Terus Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar

image_pdfimage_print

Warga di sekitaran Danau Toba sedang memanen ikan nila hasil KJA yang kini menjadi mata pencaharian sebagian penduduk setempat baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 29/11 (LintasMedan) – Budidaya ikan air tawar harus terus dikembangkan untuk kebutuhan konsumsi ikan nasional.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI) Slamet Subijakto dalam siaran pers yang diterima LintasMedan, Kamis, menyebutkan, produksi ikan tahun 2015 masih didominasi perikanan air tawar yang mencapai 69%, budidaya air payau 30% yang terdiri dari udang, ikan dan rumput laut.

Sedangkan untuk budidaya laut hanya satu persen. Pada tahun 2016, produksi perikanan budidaya mencapai 13,2 juta ton atau naik 6,9% dibanding tahun 2015 yang mencapai 11,5 juta ton.

“Karenanya, budidaya ikan air tawar dengan KJA yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sangat dibutuhkan,” katanya pada acara ‘Seminar Teknologi Budidaya KJA Berkelanjutan di Perairan Umum’ yang digelar Trobos Aqua di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, dalam rangkaian Pameran Aquatica Asia & Indoaqua 2018 yang diselenggarakan Ditjen Budidaya Perikanan KKP RI.

Besarnya produksi ikan air tawar yang didominasi oleh jenis ikan lele, mas, nila, dan patin ini menurut Slamet, membuktikan bahwa budidaya ikan air tawar, terutama melalui KJA, merupakan ujung tombak bagi pemenuhan kebutuhan protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.

“KJA memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat karena merupakan mata pencaharian utama bagi penduduk di sekitar perairan dengan KJA,” jelasnya.

Adanya teknologi KJA, kata Slamet, memberikan efek multiplier terhadap penyerapan tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, dari hulu ke hilir, seperti mereka yang bekerja untuk pembenihan, pakan ikan, buruh bongkar muat, buruh transportasi, tenaga panen, hingga pemilik warung makan.

Teknologi budidaya ikan air tawar hingga saat ini, kata dia terus berkembang pesat, salah satunya adalah dengan teknologi KJA yang banyak dilakukan di perairan umum seperti sungai, danau, waduk dan situ.

Dekan Fakultas Perikanan Universitas Padjadjaran Dr Yudi Nurul Ihsan, pembicara dalam seminar tersebut mengingatkan, tahun 2030 jumlah penduduk dunia mencapai 9 miliar. Untuk itu diperlukan asupan protein yang besar.

Budidaya perikanan menjadi sektor yang diandalkan untuk memenuhi sumber protein serta menjadi lahan pekerjaan bagi penduduk produktif yang menjadi bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 tersebut.

Saat ini, sejumlah pemerintah daerah tengah mengkaji pengurangan KJA di waduk dan danau di wilayahnya karena KJA dianggap sebagai penyebab utama pencemaran air.

Padahal dari hasil riset yang dilakukan Pusat Riset Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (Pusriskan) menyatakan bahwa sumber pencemaran dari budidaya perikanan relatif rendah dibandingkan dengan sumber pencemar lainnya dari limbah Industri dan limbah domestik.

“KJA memerlukan lingkungan perairan yang bersih agar ikan dapat tumbuh secara optimal dan mulai sekarang KJA harus menyesuaikan dengan daya dukung perairan serta menggunakan teknologi yang ramah lingkungan,” jelas Prof Krismono, peneliti di Pusriskan.

Contohnya, kata dia, dengan penebaran ikan di perairan umum dengan jenis ikan yang dapat memanfaatkan fitoplankton dan tumbuhan air dapat mengurangi kesuburan perairan.

KJA di perairan umum seharusnya ditata dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Untuk itu, perlu adanya program pembinaan untuk keberlangsungan KJA sehingga dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Teknologi yang diterapkan dalam budidaya perikanan dimulai dari penggunaan benih yang baik, hingga pakan apung dengan kadar fosfor yang rendah dan efisien.

Selain itu, tata laksana atau manajemen KJA juga harus memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungan seperti yang dipersyaratkan dalam Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang menjadi standar KKP.(LMC/rel)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey