Home / Headline / Pengamat: Anggota DPRD Sumut Harus Hilangkan Arogansi

Pengamat: Anggota DPRD Sumut Harus Hilangkan Arogansi

image_pdfimage_print

Gedung DPRD Sumut (Foto:lintasmedan/irma)

 

Medan, 13/9 (LintasMedan) – Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela, mengemukakan para legislator di DPRD Sumut harus menghilangkan sikap arogansi saat rapat dengar pendapat dengan mitra kerja atau counterpartnya.

“Jajaran legislatif dan mitra kerjanya harus mampu membangun sinergitas dengan mengedepankan etika komunikasi yang baik,” katanya di Medan, Kamis.

Fernanda menyatakan hal tersebut ketika dimintai komentarnya seputar keputusan Ketua Komisi D DPRD Sumut Ari Wibowo menolak rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumut karena pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) itu tidak hadir.

Informasi yang diterima LintasMedan Kadishub Sumut, M Zein pada saat RDP digelar sedang berada di luar daerah.

Menurut dia, pimpinan Komisi D DPRD Sumut dalam konteks menjalankan fungsi pengawasan berhak menolak tidak melanjutkan RDP dengan alasan pimpinan OPD yang bersangkutan tidak hadir.

Namun, lanjutnya, penolakan pihak legislatif untuk tidak bersedia menggelar RDP perlu dibarengi alasan realistis dan dikomunikasikan dengan kata-kata yang santun.

Sebaliknya, kata dosen Ilmu Politik Fisip USU itu, pihak OPD yang diundang menghadiri RPD juga harus memiliki alasan yang tepat kenapa pimpinannya berhalangan hadir memenuhi undangan legislatif.

Sebab, Fernanda memastikan pihak legislatif sejak jauh hari telah menjadwalkan RDP dengan mitra kerjanya sehingga wajar jika pimpinan OPD meluangkan waktu untuk menghadiri undangan legislatif tersebut.

Ia menambahkan, sinergitas antara legislatif melalui komisi-komisi terkait dengan mitra kerja harus berjalan dengan baik agar kedua lembaga tersebut dapat memaksimalkan tugas pokok dan fungsinya untuk kepentingan rakyat.

“Hubungan antara legislatif dengan eksekutif harus berjalan harmonis demi mewujudkan harapan dan kesejahteraan masyarakat luas,” ujarnya.

Berang

Sebagaimana diinformasikan Ketua Komisi D DPRD Sumut Ari Wibowo saat menerima utusan Dishub Sumut secara spontan terkesan berang karena pimpinan OPD itu tidak hadir.

“Kita telah tegas dan berkomitmen kalau Kadis tidak hadir maka RDP dibatalkan. Terlepas apa alasan ketidakhadiran dia. Kita ini mau rapat soal evaluasi penggunaan anggaran. kok dia tidak hadir,” ucap Ari Wibowo, didampingi Sekretaris Komisi D Sutrisno Pangaribuan, dan anggota Komisi Burhanuddin Siregar.

Menurut dia kehadiran kepala dinas sangat diperlukan karena dalam materi RDP itu diagendakan untuk menggali informasi sekaligus mengevaluasi program kerja OPD yang bersangkutan.

Sementara itu Sutrisno Pangaribuan mengatakan bahwa keputusan ketua Komisi D membatalkan RDP merupakan hal yang wajar.

“Sudah cocok itu mereka disuruh pulang. Biar jangan sepele kali Kadisnya. Kita menggelar RDP ini untuk kebaikan mereka kok tidak hadir,”ucap Politisi PDIP itu.(LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey