Home / Medan / Pengemudi Taksi Online Ngadu ke Gubernur Sumut

Pengemudi Taksi Online Ngadu ke Gubernur Sumut

image_pdfimage_print

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi staf dan pihak kepolisian saat menerima aspirasi dan berdialog langsung dengan para pengemudi taksi online yang mengadukan nasib mereka, Senin (11/2). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 11/2 (LintasMedan) – Ratusan pengemudi taksi online mendatangi kantor gubernur Sumut di Jalan Diponegoro Medan, Senin. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sumut menutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) yang dianggap telah menzalimi mereka.

“Kami sudah tidak tahan dan merasa sangat dizalimi. Makanya kami mengadu ke sini Pak,” kata Daniel, salah satu pengemudi taksi online dari perusahaan Grabcar.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berfoto bersama dengan para pengemudi taksi online usai menerima aspirasi mereka, Senin (11/2). (Foto:LintasMedan/ist)

Dia menyampaikan bahwa mereka tidak berniat melakukan aksi yang mengganggu kondusifitas. Namun pihaknya menyimpan harapan besar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mampu memberi solusi persoalan yang mereka alami.

Sebagaimana disampaikan Daniel, mereka para pengemudi taksi online merasa diperlakukan tidak adil oleh PT TPI dan PT Grab Indonesia serta merasa kesulitan mendapatkan order dari konsumen.

Gubernur Sumut yang langsung menerima pengemudi taksi online di ruang pressroom lantai I berjanji untuk segera memfasilitasi pertemuan antara pengemudi Grabcar, Grab, PT TPI, kepolisian, serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Secepatnya, dijadwalkan pertemuan dan kalian harus hadir,” kata Edy didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, SDA Setdaprov Sumut Elisa Marbun, Plt Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Setdaprov Sumut Nouval Makhyar SH, dan mewakili kepolisian Rosmawaty.

Di kesempatan itu Edy mengimbau, agar tidak seharusnya setiap persoalan dilakukan dengan cara berunjukrasa yang dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas baik lalu lintas dan akses masuk kantor Gubernur Sumut.

“Tidak perlu harus demo. Datang lah baik-baik kalau mau ngobrol, bicarakan dengan saya baik-baik. Kantor saya ini selalu terbuka untuk masyarakat Sumut. Selama kalian datang dengan sopan dan maksud baik, saya bantu kalian. Kecuali kalau saya memang tidak pernah mau bertemu, baru kalian demo saya,” imbau Edy.

Sebab, kata dia tindakan unjuk rasa apalagi jika dilakukan dengan cara-cara yang kurang simpatik akan memberi dampak buruk untuk Provinsi Sumut.

“Investor tentu mempertimbangakan kondusifitas daerah saat hendak berinvestasi dan melakukan kerja sama. Kalau kalian demo terus, investor takut datang. Sumut pun susah berkembang, kecuali memang kita tidak cinta dengan Sumut ini,” katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey