Home / Sumut / Perpamsi: PDAM Tirtanadi Harus Perkuat Sinergi dengan Pemda

Perpamsi: PDAM Tirtanadi Harus Perkuat Sinergi dengan Pemda

image_pdfimage_print

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Heri Batangari Nasution (kanan) menyampaikan paparan pada sosialisasi Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumut, di Berastagi, Kabupaten Karo, baru-baru ini. (Foto: LintasMedan/ist)

Berastagi, 14/11 (LintasMedan) – Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sumatera Utara, Heri Batangari Nasution, mengemukakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi harus berupaya memperkuat sinergitas dengan pemerintah daerah (Pemda) provinsi serta kabupaten/kota dan para pemangku kepentingan atau stakeholders dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergitas dengan Pemerintah Provinsi (Sumut) serta pemerintah kabupaten dan kota maupun stakeholders sangat diperlukan dalam upaya pencapaian peningkatan kinerja PDAM Tirtanadi,” katanya di kawasan wisata Berastagi, Kabupaten Karo, baru-baru ini.

Heri Batangari mengemukakan hal itu ketika menjadi narasumber kegiatan sosialisasi Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara Sumut, 14-16 November 2018.

Melalui sinergitas tersebut, menurut dia, manajemen PDAM Tirtanadi akan lebih berdaya serta mampu mengelola badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut lebih baik dan dapat meningkatkan kinerja pelayanan kepada konsumen.

Lebih Lanjut Heri Batangari yang juga Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, memaparkan bahwa Perpamsi berdasarkan audit tahun 2017 beranggotakan sebanyak 438 PDAM dan 18 diantaranya adalah perusahaan yang dikelola oleh pihak swasta.

Sementara, anggota Perpamsi nonswasta berstatus badan hukum PDAM, PDAB, PAM , PERUSDA, BPAM, BPAB, BLU, dan UPT.

Ironisnya dari 374 yang dikelola PDAM hanya 222 PDAM atau 59,3 persen yang berkategori Sehat, 98 PDAM lainnya masuk kategori Kurang Sehat dan 54 PDAM kategori sakit.

Sementara itu hanya 115 PDAM yang telah menerapkan tarif “full cost recovery” atau FCR, dan 259 PDAM belum menerapkan tarif FCR atau tarifnya belum memiliki nilai ekonomi karena belum dapat menutupi biaya produksi dan sulit mengembangkan pelayanan.

Kegiatan sosialisasi Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Lingkungan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Air Minum Kemeterian PUPR, PERPAMSI Pusat dan Bappeda Sumut.

Sosialisasi dibuka oleh Kadis Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumut Lukmanul Hakim dan diikuti sekitar 100 orang peserta dari berbagai instansi terkait serta PDAM dan UPT Air Minum di Sumut. (LMC-02/rel)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey