Polrestabes Medan Amankan Empat Pelaku Pengeroyokan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto (kedua kanan) didampingi beberapa petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku pengeroyokan terhadap korban Jarisman Saragih, di Mapolrestabes Medan, Selasa (5/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/2 (LintasMedan) – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan telah mengamankan empat dari 10 orang yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyokan terhadap Jarisman Saragih, anggota ormas kepemudaan korban pengeroyokan di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Sedangkan enam pelaku lainnya masih buron dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dadang Hartanto kepada pers di Mapolrestabes Medan, Selasa.

Keempat orang pelaku yang diringkus aparat keamanan, masing-masing berinisial DP (39), RS (25) MP (23) dan DI (20).

“DP ditembak kedua kakinya karena melakukan perlawanan dan membayakan petugas kepolisian,” ujarnya.

Dari keterangan para pelaku, saat itu teman-teman korban melintas dan menggas kencang sepeda motor mereka. Kelompok pelaku tidak terima kendaraan yang melaju kencang dan akhirnya terjadi pengeroyokan atau pelampiasan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Polrestabes Medan juga menyita dua senjata laras panjang dan dua kelewang sebagai barang bukti yang digunakan menganiaya korban.

Keempat pelaku dijerat melanggar Pasal 338 subsider Pasal 440 subsider Pasal 170 KUH Pidana dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sebagaimana diinformasikan, Jarisman Saragih tewas dikeyorok seusai mengikuti pelantikan pengurus anak cabang Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Medan Timur dan IPK Medan Perjuangan di Lapangan Sepak Bola Gajah Mada Medan, pada Sabtu (2/2).

Sekitar pukul 16.00 WIB, korban pulang menggunakan sepeda motor dari Jalan Krakatau menuju Jalan Cemara tujuan Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli.

Namun setibanya di Jalan Haji Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, korbab dihadang puluhan orang tidak dikenal.

Selanjutnya, korban dikeroyok dan akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara. (LMC-03)