Home / Politik / Praksi Hukum : Caleg “Karbitan” Bertebaran di Sejumlah Parpol

Praksi Hukum : Caleg “Karbitan” Bertebaran di Sejumlah Parpol

image_pdfimage_print

Dialog Interaktif diselenggarakan DPD Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Sumatera Utara di Medan, Selasa (15/1). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 15/1 (LintasMedan) – Praktisi hukum Ranto Sibarani meminta masyarakat untuk tidak terjebak memilih calon legislatif (caleg) ‘karbitan’ pada Pemilihan Legislatif, April 2019 nanti.

Caleg karbitan, menurutnya hanya mengandalkan jabatan orangtua dan keluarganya dan dinilai tidak mampu mewakili kepentingan rakyat jika terpilih kelak.

“Sangat banyak caleg karbitan dan bertebaran di sejumlah parpol, jadi masyarakat harus waspada untuk menentukan pilihan terhadap figur yang bakal dipilih menjadi wakil rakyat,” katanya saat berbicara di acara Dialog Interaktif diselenggarakan DPD Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Sumatera Utara di Medan, Selasa.

Caleg seperti ini, menurut dia hanya mengusung kepentingan diri sendiri dan keluarga semata sehingga dikhawatirkan bakal mengabaikan aspirasi masyarakat.

Dialog interaktif diisi pembicara lainnya yakni Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai NasDem, HM Nezar Djoely, dan Sekretaris Dewan Riset Daerah Sumut Dr Azizul Kholis.

Dialog interaktif dibuka Ketua DPD Mapancas Sumut, Hendra Lesmana dan Ketua Panitia, Fahroel Rozi,SH dihadiri dua ratusan peserta terdiri mahasiswa, kaum ibu rumah tangga, pedagang dan kalangan penarik becak.

Ranto Sibarani menjelaskan, ada lima ciri calon legislatif berkualitas yang dinilai layak dipilih rakyat di pada Pemilu 17 April 2019.
Pertama, caleg tersebut diyakini memiliki komitmen menjadikan hukum sebagai panglima dalam memperjuangkan aspirasi rakyat serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Kemudian caleg tersebut diyakini sudah teruji merupakan bagian dari rakyat, yakni kesehariannya sudah bersama-sama rakyat dan konstituennya sehingga tidak datang tiba-tiba.

Caleg tersebut dikenal keberpihakannya kepada rakyat, bukan karena iklan atau pengaruh kekuasaan kerabat, keluarga apalagi berdasarkan orangtuanya semata.

Caleg tersebut diyakini memiliki kemampuan dalam keterlibatannya dalam pembuatan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan jalannya pemerintahan. Kemudian caleg tersebut dikenal tidak terlibat dalam perbuatan melanggar SARA apalagi tersangkut kasus korupsi dan pidana lainnya.

Anggota DPRD Sumut Nezar Djoely juga berharap masyarakat senantiasa kritis menyikapi dan mengenal caleg yang akan dipilihnya. Khususnya jangan sampai salah menentukan pilihannya kepada caleg karbitan.

Sebab, Nezar juga kini menjabat Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRDSU ini meyakini caleg karbitan ini tidak mengakar di masyarakat. Bahkan ia tidak pernah terjun membantu masyarakat.

Karenanya, masyarakat diharapkannya mewaspadai caleg seperti itu. “Dia pasti tidak memiliki idealisme. Pragmatisme diusung. Rakyat semakin sengsara nantinya,,”kata Wakil Rakyat asal daerah Pemilihan Sumut 1 Medan A ini.

Untuk itu, Nezar mengajak para pengurus dan kader Mapancas Sumut agar aktif memberikan pemahaman kepada rakyat memilih caleg yang benar benar merakyat dan berkualitas. Sehingga jangan sampai masyarakat di Pemilu 2019 memilih caleg karbitan.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Mapancas Sumut juga Ketua Panitia Pelaksana, Fahroel Rozi mengaku diselenggarakannya dialog interaktif semata-mata bertujuan memberikan pendidikan politik dan pemahaman kepada rakyat dalam menentukan caleg yang akan dipilihnya. Sehingga caleg yang akan didukung dan dipilih benar-benar caleg berkualitas dan merupakan putra daerah.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey