Home / Bisnis / Princess Luxury Bed Tawarkan Tidur Pulas Saat Liburan

Princess Luxury Bed Tawarkan Tidur Pulas Saat Liburan

image_pdfimage_print

Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises, Farriek Tawfik (kiri) bersama Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr. Michael Breus.(LintasMedan/ist)

Medan, 10/9 (LintasMedan) – Salah satu perusahaan pelayaran terbesar dan terkemuka di dunia, Princess Cruises bersama Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr. Michael Breus, meluncurkan Princess Luxury Bed. Bekerjasama dengan badan riset Wakefield Research, merilis riset tahunan kedua Relaxation Survey untuk Indonesia.

Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises, Farriek Tawfik, mengatakan, para tamu Indonesia dapat merasakan pengalaman tidur pulas di ranjang mewah Princess Luxury Bed di atas kapal pesiar mewah Princess Sapphire, yang akan berbasis di Singapura mulai Desember 2019 hingga Maret 2020, atau dimanapun di dunia dengan kapal pesiar Princess baik di Jepang, Australia, Eropa, Kepulauan Karibia, Amerika Serikat dan Kanada.
“Pengalaman tidur lelap di ranjang mewah kami semakin akan mendorong pengalaman tidur malam nyenyak sehingga Anda sebagai turis menjadi semakin segar untuk kegiatan hari berikutnya,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (10/9).

Dikatakannya, orang Indonesia sangat mengalami tekanan stres dimana 82 persen pengikut riset mengemukakan kesulitan tidur karena selalu ada kemungkinan untuk membawa beban pikiran berlebihan ketika liburan. Tren ini terus berlanjut dari tahun lalu dimana angka tercatat setinggi 83 persen.
“Kebiasaan tidur buruk tidak bermula atau berakhir dengan liburan. Kondisi tidur tidak cukup adalah masalah umum karena 1 dari 3 orang Indonesia tidak mendapatkan tidur cukup. Kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi salah satu penyebab, karena sekitar 16 persen minum air panas berkafein (kopi) sebelum tidur, sehingga mengganggu kepulasan tidur,” ungkapnya.

Untuk Princess Luxury Bed sendiri, lanjutnya ada lebih dari 45.000 ranjang mewah dari 22.000 kamar kabin di 17 kapal pesiar mewah Princess Cruises. Selain itu, bagi yang tinggal di kamar suite, para tamu disediakan perlengkapan tidur bernama Sleep Kit yang terdiri dari barang-barang yang mendukung kondisi tidur pulas, seperti kabut linen, produk mandi beraroma teduh, peneduh mata, serta buklet saran tidur lelap.

Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr. Michael Breus, mengatakan, riset riset tahunan kedua Relaxation Survey untuk Indonesia ini menggarisbawahi pentingnya membiasakan diri untuk tidur nyenyak setiap malam, terlebih lagi ketika liburan.
“Tidur adalah kegiatan sensori penting bagi keseluruhan panca indera. Tidur memampukan tubuh pulih dari ketegangan mental dan fisik. Kurangnya pengelolaan stres menjadi penyebab utama sulit tidur,” ungkap Dr Breus.

Hasil menarik lainnya dari riset itu, lanjutnya, orang-orang sering menggunakan rutinitas yang memberi isyarat kepada tubuh mereka bahwa sudah waktu untuk tidur. Banyak yang memilih camilan atau minuman. Anehnya, sekitar 16 persen orang Indonesia akan tetap minum minuman berkafein panas seperti kopi atau teh sebelum tidur dan ini dapat menyebabkan tidur gelisah atau kurang tidur.

“Meluangkan waktu istirahat adalah salah satu cara bagi orang dewasa untuk bersantai dan menghilangkan stres. Namun, sepertiga orang Indonesia usia bekerja (33 persen) tidak menggunakan semua jatah cuti mereka tahun lalu. Orang Indonesia yang menikah atau dalam suatu hubungan lebih cenderung menggunakan semua jatah cuti mereka, kemungkinan karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan orang yang mereka cintai,” katanya.

Untuk itu ia menyarankan agar tidur lelap tambahan dengan sapa matahari pagi dengan semangat, yaitu dengan menikmati pancaran sinar selama 15 menit. Berada di luar ruangan dan di bawah sinar matahari selama 15 menit setiap pagi setelah bangun tidur akan membantu mengatur produksi melatonin, hormon tidur. Jam tubuh internal beroperasi dengan jadwal 24 jam dan berfungsi paling baik saat Anda terpapar pola pancaran terang dan gelap secara teratur.

“Melatih dan membiasakan waktu “Power-Down”. Selama 20 menit pertama, selesaikan semua tugas yang mutlak harus dilakukan sebelum tidur. Kemudian, selama 20 menit berikutnya, cuci muka, gosok gigi, dan kenakan baju tidur. Lalu, 20 menit terakhir, berbaringlah di tempat tidur dengan tenang dan bermeditasi. Fokus pada ritme pernapasan dan jauhkan pikiran negatif apa pun selama periode ini,” tuturnya. (LMC/rel)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey