Home / Medan / Publikasi Dampak Aksi Massa 22 Mei Dinilai Minim

Publikasi Dampak Aksi Massa 22 Mei Dinilai Minim

image_pdfimage_print

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan kata sambutan pada acara buka puasa bersama sejumlah pimpinan media dan wartawan di aula rumah dinas gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (24/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 24/5 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menilai porsi pemberitaan media massa soal dampak yang ditimbulkan oleh aksi unjuk rasa menuntut pengusutan kecurangan Pemilu yang digelar berbagai elemen masyarakat di Jakarta dan sejumlah daerah pada 21-22 Mei tergolong minim.

Padahal, menurut Edy di sela acara buka puasa bersama puluhan wartawan di aula rumah dinas gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat, masyarakat maupun pelaku dunia usaha dipastikan ingin mendapatkan banyak informasi secara benar dan akurat mengenai sejauh mana dampak atau efek yang ditimbulkan dari unjuk rasa yang berakhir rusuh tersebut.

“Pemberitaan media seputar efek dari aksi unjuk rasa itu minim,” ujarnya.

Pada saat terjadi aksi massa itu terjadi, ia memperkirakan porsi pemberitaan lebih banyak menyajikan seputar insiden kerusuhan dan upaya penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dibantu unsur TNI.

Edy Rahmayadi mengemukakan bahwa aksi massa tersebut praktis mengundang kekhawatiran semua pihak, karena jika masih terus berlanjut bisa berdampak negatif, tidak saja terhadap situasi politik nasional, namun juga terhadap perekonomian.

Dikatakannya, rasa aman dan situasi kondusif perlu terus diciptakan dalam rangka memaksimalkan kinerja pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengakui bahwa insan pers memiliki peran yang sangat penting untuk membantu percepatan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah, termasuk di Sumut.

Karena itu, dirinya miliki harapan besar kepada para wartawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan lewat peran masing-masing, khususnya yang menyangkut kesejahteraan rakyat.

Sebagaimana diketahui, pemilihan Presiden yang berlangsung pada 17 April 2019 berlangsung damai dan kondusif.

Selanjutnya pada 22 Mei, Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil perolehan suara sebesar 55,50 persen diraih pasangan capres nomor urut 01 Joko Wido-Ma’ruf Amin, dan 44,50 persen untuk pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

Namun, sehari sebelum pengumuman pemenang Selasa (21/5), situasi keamanan tercoreng dengan aksi demo di depan gedung Bawaslu Jalan Thamrin, Jakarta Pusat,  di Jalan KS Tubun Raya, Jakarta Barat, dan di Fly Over Slipi, Jakarta Barat.

Pada Rabu dini hari (22/5) hingga malam hari aksi berlangsung ricuh yang mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia dan sekira 200 orang luka-luka. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey