Home / Headline / Sutrisno Pangaribuan Galang Dana untuk Korban Banjir Madina

Sutrisno Pangaribuan Galang Dana untuk Korban Banjir Madina

image_pdfimage_print

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan (kiri) membawakan salah satu lagu pada acara penggalangan dana untuk korban bencana Mandaling Natal dan peluncuran album “Suara Perjuangan” di Ball Room Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (10/11). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 10/11 (LintasMedan) – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madin), Sumatera Utara (Sumut), belum lama ini,  mengundang empati anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan menggalang dana dalam sebuah acara bertajuk “Meneguhkan Komitmen Kebangsaan dan Solidaritas Kemanusiaan Lintas Batas”.

Acara yang diadakan di Ball Room Hotel Danau Toba Internasional Medan, Sabtu (10/11) malam tersebut dihadiri sejumlah penonton yang juga ikut tergerak menyumbangkan sebagian rejeki mereka untuk para korban bencana alam itu.

“Kami ikut merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban penderitaan korban bencana di Mandailing Natal,” kata politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Donasi yang terkumpul dari penggalangan dana, lanjut Sutrisno, sepenuhnya disumbangkan untuk meringankan beban para korban bencana alam di Kabupaten Madina.

Sebagaimana diinformasikan, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Madina pada 12 Oktober 2018 lalu melanda sembilan kecamatan dan mengakibatkan sedikitnya belasan orang meninggal dunia, 17 unit rumah roboh, lima unit rumah hanyut serta ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1 hingga 2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis.

Acara penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor Madina, juga dirangkai dengan peluncuran album “Suara Perjuangan” yang berisi lagu-lagu perjuangan nasional yang dibawakan oleh Sutrisno Pangaribuan.

Dalam peluncuran album berisi delapan lagu perjuangan itu, Sutrisno di antaranya membawakan lagu perjuangan berjudul “Syukur” dan “Butet”.

“Ide membuat album “Suara Perjuangan” ini berawal dari diskusi saya dengan Sutrisno Pangaribuan. Selanjutnya, saya bersama beberapa musisi dan tim kreatif akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh proses pembuatan album ini dalam waktu dua bulan,” ucap Endang Marlyna Panjaitan, penggagas sekaligus pimpinan tim pembuat album “Suara Perjuangan”.

Istri Sutrisno Pangaribuan itu menambahkan bahwa lagu-lagu perjuangan memiliki pengaruh menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Untuk menghidupkan kembali lagu-lagu tersebut tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lewat lagu-lagu nasional yang mengandung nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, persaudaraan dan nilai-nilai Pancasila tersebut, diharapkan ikut memupuk dan menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda. (LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey