Home / Sumut / Sutrisno Pangaribuan Saksikan Penyerahan Bantuan Bibit Ternak di Tapsel

Sutrisno Pangaribuan Saksikan Penyerahan Bantuan Bibit Ternak di Tapsel

image_pdfimage_print

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP Sutrisno Pangaribuan, bersama perwakilan kelompok tani di Kabupaten Tapanuli Selatan saat menyaksikan pemberian bantuan bibit ternak pada kegiatan reses, Sabtu (17/11). (Foto:lintasmedan/ist)

Tapsel, 18/11 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumatera Utara Sutrisno Pangaribuan menyaksikan penyerahan bantuan bibit ternak yang diberikan kepada 8 kelompok tani/ternak di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), saat reses, Sabtu.

Bantuan bibit ternak tersebut bertujuan untuk pengembangan pembibitan dan produksi ternak sapi potong 2018, dengan sumber dana APBD 2018 di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumut.

Menurut politisi PDIP ini bantuan itu merupakan usulan warga melalui dirinya saat reses ke wilayah itu beberapa waktu lalu.

“”Ini merupakan salah satu bentuk fungsi anggaran yang dimiliki oleh legislatif, hasil reses tersebut kemudian ditetapkan melalui sidang paripurna DPRD selanjutnya disusun dalam program yang didanai oleh APBD,” kata Sekretaris Komisi D ini.

Penyerahan ternak dimulai dari Kelompok Tani/ Ternak (KT) Tarida di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole, kemudian, KT Saba Uncang di kelurahan Sayurmatinggi, Kecamatan Sayurmatinggi.

KT Murni I di Desa Kotatua, Kecamatan Tanotombangan Angkola, KWT Sinar Tani, di Desa Lumban Ratus, Kecamatan Tanotombangan Angkola, KWT Sehati di desa Ingul Jae Gadu, Kecamatan Tanotombangan Angkola, KWT Bina Karya di Desa Lumban Jabi- Jabi Aek Tembahan, Kecamatan Tanotombangan Angkola, KT Marsada di desa Purbatua, Kecamatan Tanotombangan Angkola, dan KWT Indah Sejahtera di Desa Aek Uncim, Kecamatan Tanotombangan Angkola.

Setiap KT/KWT menerima 8 ekor sapi betina, pakan konsentrat 480 Kg, obat-obatan, dan vitamin.

“Pihak ketiga selaku penyedia bertanggung jawab menganti bibit ternak selama 7 hari sejak diserahterimakan. Jika dalam 7 hari tersebut ada ternak yang sakit, mati, maka penyedia akan mengganti bibit baru,” papar Sutrisno.

Setelah hari ke 8, dan selanjutnya menjadi tanggung jawab KT/ KWT.

Pihak KT/ KWT juga secara swadaya mempersiapkan kandang sapi, pakan sapi, dan perawatan sapi, kemudian jika sapi tersebut mengalami sakit, maka segera koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan dan dokter hewan kabupaten. Demikian juga dengan sapi pejantan, menjadi tanggung jawab KT/ KWT untuk menyediakannya, atau berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten untuk proses kawin suntik IB.

Kegiatan ini, kata Sutrisno diharapkan dapat mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat secara berkelompok untuk membangun kemandirian ekonomi dan swasembada daging.

“Jika program ini berjalan dengan baik, seluruh pihak bahu membahu, gotong royong, maka kita akan berubah dari importir menjadi eksportir daging sapi,” katanya.

Untuk itu dia berharap, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan membina, memfasilitasi berbagai kebutuhan KT/ KWT, sehingga tujuan pemerintah untuk memdorong kemandirian dan ketahanan pangan dapat tercapai.
“Sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara 7, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan Kota Padangsidimpuan, kita mendorong tumbuh dan bangkitnya kelompok tani/ kelompok wanita tani secara partisipatif,” ucapnya.

Selain itu, katanya budaya gotong royong harus dikobarkan kembali, sehingga upaya mempercepat kemandirian dan ketahanan pangan segera tercapai.

Oloan Pulungan (56) salah seorang anggota Kelompok Tani Saba Uncang Sayurmatinggi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sutrisno Pangaribuan yang memfasilitasi KT Saba Uncang mendapat bantuan ternak sapi dari pemerintah.

“Kita sudah 73 Tahun merdeka, tetapi baru kali ini Weijk II Kelurahan Sayurmatinggi dapat bantuan ternak,” ujarnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey