Indeks Pembangunan Manusia Sumut Naik 0,90 Persen

Ilustrasi

Medan, 8/5 (LintasMedan) – Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 2017 mencapai 70,57 poin atau naik sebesar 0,57 persen dibandingkan tahun 2016.

Data yang dirangkum lintasmedan.com dari  Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa, IPM Provinsi Sumut 2017 yang tercatat mencapai 70,57 poin atau tumbuh sebesar 0,81 persen dibandingkan tahun 2016,
termasuk kategori tinggi.

Sementara di Provinsi Papua, IPM tercatat sebesar 59,09 atau masih masuk kategori rendah.

Rata-rata IPM Indonesia sejak 2010-2017 mengalami pertumbuhan sebesar 0,89 persen.

IPM disusun dengan menggunakan tiga dimensi, yakni dimensi kesehatan yang diukur dengan indikator umur harapan hidup, dimensi pengetahuan atau pendidikan yang diukur dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi hidup layak yang didekati dengan pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Dengan melihat Umur Harapan Hidup tahun 2017, bayi yang lahir pada tahun tersebut memiliki harapan untuk hidup hingga berusia 71,06 tahun, atau lebih lama 0,16 tahun dibandingkan mereka yang lahir tahun sebelumnya.

Disebutkan, bayi yang lahir di Sumut pada tahun 2017 memiliki harapan hidup hingga 68,37 tahun, lebih lama 0,04 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan, anak-anak yang pada tahun 2017 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,10 tahun, lebih lama 0,10 tahun dibandingkan dengan tahun 2016.

Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,25 tahun, lebih lama 0,13 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

BPS juga mencatat bahwa selama tahun 2017, masyarakat Sumut memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 10,04 juta rupiah per tahun atau meningkat Rp292 ribu dibandingkan tahun 2016.

IPM Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan, saat ini, dengan indeks berada pada angka 70,81 poin masuk dalam kategori tinggi. Namun, masih ada ketimpangan yang cukup tinggi khususnya antara DKI Jakarta dengan Papua.

“IPM Indonesia ada kenaikan, tapi ada pekerjaan rumah terkait dengan ketimpangan, baik antar provinsi, dan antar kabupaten kota,” kata Kepala BPS Pusat,  Suhariyanto di Jakarta, baru-baru ini.

Pada 2017, jumlah provinsi yang berstatus IPM sangat tinggi adalah DKI Jakarta, sementara yang berstatus tinggi tercatat ada 14 provinsi, status sedang sebanyak 18 provinsi, dan berstatus rendah adalah Provinsi Papua. (LMC-03)




Dzulmi Eldin Terima Penghargaan ‘Sahabat Waspada’ 2017

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara (kanan) menyerahkan piagam penghargaan “Sahabat Waspada” 2017 kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri) pada acara hari ulang tahun ke-71 Harian Umum Waspada, di Medan, Rabu (14/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 15/2 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin S.MSi menerima penghargaan berupa “Sahabat Waspada” Tahun 2017 dari salah satu perusahaan media cetak terbitan Medan karena dinilai telah membangun kerja sama yang baik dengan pers setempat.

Piagam penghargaan itu diserahkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara pada acara anugerah sahabat waspada 2017, di Medan, Rabu (14/2).

Selain telah membangun kerja sama yang baik dengan pers di Kota Medan, Dzulmi Eldin juga dinilai sebagai sosok pemimpin yang inspiratif bagi masyarakat.

Penghargaan serupa juga dianugerahkan kepada Gubenur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi dan sejumlah kepala daerah di Sumut, anggota DPD RI, pengusaha, serta tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Menteri Kominfo, Rudiantara mengatakan media cetak sudah dikenal sejak masa perjuangan bangsa ini meraih kemerdekaan, bahkan surat kabar harian Waspada menjadi harian umum yang terus memperjuangkan eksistensi kemerdekaan bangsa ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, kini masyarakat disajikan dengan pilihan media online dan media sosial.

Namun di tengah persaingan antarperusahaan pers dalam menyajikan informasi kepada publik, terkadang terdapat isi berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Hal inilah yang menjadi keuntungan bagi media cetak, sebab masih mengedepankan isi berita ketimbang kecepatan.

“Media cetak harus memanfaatkan peluang ini. Jangan takut untuk bersaing dengan dengan media online,” kata Rudiantara. (LMC-04)




55 Pelaku Narkoba Ditembak Mati Sepanjang 2017

Foto: Ilustrasi

Jakarta, 30/12 (LintasMedan) – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengatakan, selama tahun 2017 ini, Polri telah menembak mati 55 orang pelaku kejahatan narkoba di Indonesia. Dari 55 orang yang ditembak mati, terdapat sembilan orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

“Dari 55 orang pelaku penyelundupan narkotika, terdapat 46 orang WNI dan sembilan orang WNA. Penindakan tegas tembak mati itu, karena mereka melakukan perlawanan kepada petugas,” katanya, di Jakarta, Jumat.

Jenderal Tito juga mengatakan, untuk penindakan tegas terhadap pengedar dan penyelundup narkoba, Polda Metro Jaya menempati tempat teratas dengan 20 orang tewas.

Polda Sumatera Utara juga termasuk paling banyak melakukan tindakan tegas, dengan menewaskan 13 orang pelaku pengedar dan penyelundup narkoba.

“Polda Lampung sebanyak tujuh orang, Polda Jawa Timur empat orang, Polda Riau dua orang, Bareskim Polri enam orang. Sedangkan Polda Sumatera Selatan, Polda Kalimantan Barat dan Polda Sulawesi Selatan masing-masing satu orang,” jelasnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga menjelaskan, bahwa kasus kejahatan narkoba untuk tahun 2017 menurun sekitar lima persen. Tahun 2017 ditemukan sebanyak 45.257 kasus, sementara tahun lalu ada 47.767 kasus.

“Untuk jumlah tersangka pada tahun ini juga mengalami penurunan, pada tahun 2016 terdapat 60.387 tersangka yang ditangkap pihak kepolisian. Sedangkan pada tahun 2017 polisi menangkap sebanyak 56.791 tersangka,” paparnya.

Kendati jumlah kasus dan tersangka menunjukkan penurunan, namun menurut Jenderal Tito, barang bukti yang berhasil diamankan justru mengalami kenaikan. Jumlah paling signifikan terjadi pada narkoba jenis ganja.

“Barang bukti narkotika jenis ganja pada tahun ini, polisi menyita 150 ton, padahal ditahun 2016 hanya 11 ton. Kemudian ekstasi tahun ini menyita 2,69 juta butir, sementara di tahun lalu hanya 1,11 juta butir, angka itu naik 142 persen,” kata Jenderal Tito.

Tahun 2017, pihak kepolisian berhasil mengungkap percobaan penyelundupan sabu dengan jumlah yang fantastis. Pada bulan Juli lalu di kawasan Anyer, Banten, Polri menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat satu ton.

“Untuk narkoba jenis sabu pada tahun 2016 polisi menyita sebanyak 1,64 ton. Sementara tahun 2017, ada 2,55 ton sabu yang berhasil kita amankan, ada peningkatan sebesar 55 persen,” tuturnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan akan terus melakukan tindakan tegas dalam menghadapi kelompok jaringan narkoba khususnya jaringan narkoba internasional yang berusaha masuk ke wilayah hukum Polda Sumut.

“Kita ada bukan kita tidak ada. Ini prinsip dasar yang kami dorong kepada Polres/tabes Jajaran guna miliki kesamaan langkah tindak tegas pada kelompok kekerasan jalanan maupun jaringan Narkoba Internasional di Sumut,” tegasnya.

Kapolda Sumut mengucapkan terima kasih atas dukungan kebijakan Kapolri terhadap penindakkan tegas terhadap kelompok jaringan narkoba internasional maupun kekerasan jalanan.

“Sehingga kami di jajaran telah dapat menjalankan tugas secara PROMOTER (profesional, modern dan terpercaya),” ujarnya. (LMC-03/TB)




Kesebelasan PPLP Rebut Piala Gubernur Sumut 2017

Ilustrasi – Kesebelasan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara. (Foto: LintasMedan/ist)

Batu Bara, 30/12 (LintasMedan) – Kesebelasan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara (Sumut) kembali sukses mempertahankan gelar juara Piala Gubernur Sumut U-17 setelah pada pertandingan final menang 6-5 atas Patriot dalam drama adu penalti, di Lapangan Dolok Pop Lonsum, Kabupaten Batu Bara, Sabtu.

“Kami bangga dengan hasil pertandingan ini, karena sepanjang pertandingan anak-anak bermain maksimal dan akhirnya dapat memenangkan pertandingan atas Patriot,” kata pelatih kepala PPLP Sumut, Syafei Pilly usai laga.

Pertandingan babak final yang disaksikan seribuan penonton tersebut berlangsung seru dan menarik, karena kedua kesebelasan bernafsu ingin menjadi pemenang dalam kejuaraan sepak bola bergengsi tingkat pelajar se Sumut itu.

PPLP Sumut maju ke final setelah sebelumnya berhasil menanag 2-0 atas tuan rumah Batu Bara, sedangkan Patriot pada pertandingan semi final mengalahkan Panca Budi 1-0.

Pada laga perebutan juara tiga, Batu Bara berhasil menang 11-0 atas Panca Budi.

Kejuaraan sepak bola remaja memperebutkan Piala Gubernur Sumut 2017 diikuti 15 tim dan berlangsung sejak 24 Desember hingga 30 Desember.

15 tim yang ambil bagian, yakni tim SMA Panca Budi Medan, Patriot Medan, PPLP Sumut, Dispora Deliserdang, PSDS Deliserdang, Deliserdang United, Askab Tebing Tinggi, Tobasa, Labusel, Labura, Mambang Muda, Tanjungbalai, Batu Bara A, Batu Bara B dan Batu Bara C.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian dalam kata sambutannya saat menutup kejuaraan sepaak bola itu, menegaskan, pembinaan usia dini sangat penting dalam upaya melahirkan pesepakbola berkualitas, sehingga Sumut tidak akan pernah kehabisan bibit-bibit berbakat.

Karena itu, kata Baharuddin, pihaknya akan terus mendorong peningkatan pembinaan pesepakbola muda di daerah itu.

“Pemain muda adalah aset yang nantinya akan tampil mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah pertandingan berskala nasional maupun internasional. Makanya dukungan penuh harus terus dilakukan,” ujarnya didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dispora Sumut, Rudi Rinaldi. (LMC-02)




Medan Selayang Kecamatan Terbaik Sumut 2017

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri) disaksikan Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (tengah), menyerahkan penghargaan berupa Tunggul Kehormatan Kecamatan Terbaik tingkat kota se Sumut tahun 2017 kepada Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis (kanan), di Medan, Rabu (27/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 27/12 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menetapkan Medan Selayang sebagai kecamatan terbaik untuk tingkat kota tahun 2017.

Penghargaan berupa Tunggul Kehormatan Kecamatan Terbaik tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi kepada Camat Medan Selayang Sutan Tolang Lubis dalam sebuah upacara di Lapangan Merdeka Medan, Rabu.

“Kita harapkan kecamatan terbaik ini dapat mengukir prestasi lagi apabila mengikuti even di tingkat nasional nantinya,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, pemilihan kecamatan terbaik dilakukan guna memotivasi seluruh kecamatan di Sumut agar lebih bergiat menunjukkan prestasi terbaik sehingga bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi kecamatan lain.

Kriteria kecamatan terbaik meliputi berbagai aspek, antara lain penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta tingkat partisipasi masyarakat di masing-masing kecamatan.
Untuk aspek penyelenggaraan pemerintahan, salah satunya penerapan sistem pelayanan administrasi terpadu.

“Terkait mengenai tingkat partisipasi masyarakat, tidak terlepas dari leadership camat bersangkutan. Berdasarkan sejumlah kriteria inilah kita selanjutnya melakukan penilaian dan akhirnya menetapkan Kecamatan Medan Selayang sebagai juara pertama,” kata Erry Nuradi.

Sementara itu, Walikota Medan H.T dzulmi Eldin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Medan Selayang keluar sebagai kecamatan terbaik tingkat kota se Sumut tahun 2017.

Ia berharap, keberhasilan tersebut ini semakin memotivasi seluruh jajaran Kecamatan Medan Selayang untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya, terutama dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat.

“Teruslah bekerja keras, berkreasidan berinovasi serta selalu ikhlas dalam melayani, semoga giliran kecamatan lainnya keluar sebagai juara pertama pada even selanjutnya,” ujar Walikota.

Camat Medan Selayang, Sutan Tolang Lubis mengemukakan bahwa prestasi yang diraih oleh Kecamatan Medan Selayang itu tidak terlepas dari dukungan penuh Polsekta Medan Sunggal dan Koramil 07 Medan Tuntungan serta seluruh masyarakat.

“Kita selama ini terus bersama-sama bekerja keras untuk menjadikan Kecamatan Medan Selayang menjadi yang terbaik di Sumut. Tentunya ini menjadi tantangan dan tanggung jawab yang cukup berat bagi kami. Namun berkat kerjasama dan dukungan yang diberikan, alhamdulillah kita berhasil mewujudkannya,” tuturnya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Sosial Setda Kota Medan, Musaddad mengatakan, Kecamatan Medan Selayang selama ini merupakan salah satu kecamatan yang menunjukkan eksistensinya sebagai perpanjangan tangan Pemko setempat untuk memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.

Dari laporan yang masuk, kata dia, Kecamatan Medan Selayang sangat berhasil dalam hal layanan pemerintahan kepada masyarakat yang berbasis teknologi informasi, terutama dalam keberhasilan penerapan keterbukaan layanan informasi pemerintahan.

Semua sistem pemerintahan yang diterapkan di Medan Selayang sudah bersifat terbuka, bahkan kecamatan itu menjadi kecamatan pertama di Medan menjadi lokasi roadshow Ombudsman RI Perwakilan Sumut. (LMC-04)




Erry Nuradi Terima Sahabat Pers Utama Award 2017

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri) menerima penghargaan berupa Tokoh Sahabat Pers Utama Sumut 2017 pada acara “Awarding Night 2017” yang diserahkan pengurus SPS Pusat, Ahmad Johar, di Medan, Senin (18/12) malam. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 19/12 (LintasMedan) – Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Sumatera Utara (Sumut) memberikan penghargaan Sahabat Pers Utama Sumut Tahun 2017 kepada Gubernur Sumut H.T Erry Nuradi.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi dan mendukung acara seperti ini. Pers yang sehat dan pers yang baik akan berhasil mewarnai pembacanya secara positif,” kata Erry Nuradi, dalam acara bertajuk “Awarding Night 2017″ yang digelar SPS Sumut, di Grand Aston Hotel Medan, Senin (18/12) malam.

Menurut dia, Sumut dalam jagad pers di Indonesia tidak sekadar meramaikan, tetapi turut berperan nyata dalam memberi kontribusi positif terhadap perjalanan pers nasional.

Peran tersebut telah dibuktikan oleh sejumlah insan pers di Sumut, antara lain almarhum Jamaluddin Datok Marajo Sutan, Parada Harahap, Ani Idrus, HM Said, Muhammad Samin Pardede, dan Ibrahim Sinik.

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa pers yang baik harus bisa melakukan otokritik terhadap perusahaan pers itu sendiri.

Pers sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi, lanjut Gubernur, perlu terus mengedepankan kritik yang konstruktif sekaligus masyarakat untuk berbuat berbuat baik dan positif.

“Hindari trial by the press, seperti berita fitnah, berita hoax yang sarat kebencian dan memecah belah persatuan kesatuan bangsa,” ucapnya.

Erry juga mendukung komitmen SPS mewujudkan iklim perusahaan pers yang bersih, berkualitas dan bertanggungjawab.

Sebelumnya, Ketua SPS Sumut Farianda Putra Sinik mengatakan, penghargaan berupa Tokoh Sahabat Pers Utama Sumut 2017 yang diberikan SPS kepada Erry Nuradi karena perhatiannya yang cukup besar terhadap keberadaan dan perkembangan pers di Sumut.

Hal itu, menurut dia, terbukti dari besarnya peran serta dan dukungan yang diberikan Erry Nuradi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan SPS.

Selain Erry Nuradi, pihaknya juga memberikan penghargaan berupa Sahabat Pers 2017 kepada para tokoh lainnya, yakni Rektor USU Runtung Sitepu, Rektor Unimed Prof. Dr Syawal Gultom, Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo dan CEO Aroma Bakery Cake and Shop Suhardi.

Selanjutnya, Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Wali Kota Medan H.T Dzulmi Eldin, Dirut Bank Sumut Edie Rizliyanto dan Bupati Padang Lawas Utara Bahrum Harahap.

Pada acara tersebut juga diserahkan piagam penghargaan kepada perusahaan pers yang dinilai inovatif dan kreatif dalam menyebarluaskan informasi kepada khayalak pembaca, antara lain surat harian Waspada untuk kategori pendidikan dan kesehatan, surat kabar Medan Pos (kategori politik), surat kabar Medan Bisnis (kategori ekonomi dan bisnis). (LMC-04)




Dispora Sumut Gulirkan Liga Pendidikan Indonesia 2017

Para peserta foto bersama seusai mengikuti pembukaan Kejuaraan Daerah Sepak Bola Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Provinsi Sumut 2017, di stadion mini Dispora Sumut Jalan William Iskandar Medan, Sabtu (16/12). (Foto: LintasMedan/Irma Yuni)

Medan, 16/12 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat menggulirkan kejuaraan daerah sepak bola pelajar tingkat SLTP dan SLTA dengan label Liga Pendidikan Indonesia (LPI) di Medan, 15-22 Desember 2017.

“Liga Pendidikan Indonesia bertujuan untuk meningkatkan dan memupuk budaya olah raga, melahirkan bibit-bibit berbakat dan potensial, serta menunjang prestasi siswa di bidang olahraga sepak bola,” kata Kepala Dispora Sumut, Baharuddin Siagiaan saat menyampaikan sambutan pada pembukaan LPI tingkat Provinsi Sumut 2017, di Stadion Mini sepakbola Dispora Sumut Jalan Willian Iskandar Medan, Sabtu.

Kejuaraan daerah LPI tersebut diikuti 14 tim dengan memperebutkan total hadiah uang sebesar Rp70 juta.

Untuk tingkat SLTP diikuti sembilan Kabupaten/kota dibagi menjadi tiga grup, sedangkan tingkat SLTA diikuti lima tim dengan sistem pertandingan kompetisi penuh.

Ia mengemukakan, kompetisi sepakbola berbasis satuan sekolah tersebut dinilai efektif menjadi salah satu pilar pembinaan usia muda, guna melahirkan cikal bakal pesepakbola handal untuk berprestasi lebih baik pada kancah sepakbola profesional.

Pembinaan pemain sepak bola usia dini melalui kompetisi, lanjutnya, akan memberi efek positif dalam upaya menghasilkan pemain senior berkualitas.

“Para pemain yang dibentuk oleh kompetisi memiliki semangat, kerja keras, dan sportivitas,” ucap dia.

Pola pembinaan seperti itu, menurut Baharuddin, seharusnya bisa menjadi contoh bagi kabupaten dan kota di Sumut guna menghasilkan bibit pemain berkualitas.

“Untuk mencetak pesepakbola yang handal, maka sistem pembinaannya harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.

Karena itu, Baharuddin mengajak seluruh instansi terkait di kabupaten dan kota se Sumut agar secara rutin menggelar pertandingan seakbola tingkat pelajar. (LMC-02)




Medan Tampilkan Pagelaran Melayu Serumpun 2017

Desain panggung Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2017 Di Lapangan Merdeka Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 31/10 (LintasMedan) – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pariwisata setempat menampilkan pagelaran seni dan budaya Melayu di Lapangan Merdeka Medan, 3-5 Nopember 2017.

Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriono, di Medan, Selasa (31/10), menjelaskan, kegiatan bertajuk Gelar Melayu Serumpun (Gemes) 2017 ini akan diikuti utusan dari beberapa provinsi dan negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darusalam.

“Penyelenggaraan Gemes 2017 ini dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus edukasi dan ekplorasi keragaman kesenian dan budaya Melayu sebagai sebuah kearifan lokal sekaligus destinasi wisata budaya,” ujarnya.

Kehadiran peserta dari beberapa negara ASEAN, lanjutnya, diyakini akan menjadikan pementasan seni dan budaya Melayu itu semakin meriah dan menarik lagi dibanding tahun penyelenggaraan event serupa tahun sebelumnya.

Apalagi, menurut Agus, Gemes sudah masuk kelender tetap di Kementerian Pariwisata.

“Melalui Gemes 2017, kami juga ingin menjadikan kegiatan itu sebagai sarana edukasi bagi para generasi muda, sehingga mereka mengetahui lebih jauh mengenai seni dan budaya Melayu sebagai etnis asli di Kota Medan,” ucapnya.

Dinas Pariwisata Kota Medan juga telah mempersiapkan desain panggung yang khas berbentuk perahu layar.

Desain kapal ini menggambarkan bahwa Kota Medan terletak di kawasan pesisir Pulau Sumatera yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.

Gemes 2017 dijadwalkan dibuka Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin pada Jumat (3/11), sekitar pukul 19.00 WIB.

Seluruh peserta akan disambut dengan 14 pasangan pria dan wanita dengan mengenakan pakaian daerah dari 14 etnis yang ada di Kota Medan.

Demi suksesnya Gemes 2017, kata Agus, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polrestabes Medan, Kodim 0201/BS, Dinas Perhubungan serta Satpol PP Kota Medan untuk melakukan pengamanan, termasuk mengatur lalu lintas di sekitar kawasan Lapangan Merdeka Medan. (LMC-04)




Medan Peroleh Dua Penghargaan IAA 2017

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah (Kanan) menyerahkan penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2017 kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri), di Jakarta, Jumat 30/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 30/9 (LintasMedan) – Kota Medan memperoleh dua penghargaan dari Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2017 untuk kategori, masing-masing sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia dan kota terbaik untuk wilayah (region) Sumatera.

Penghargaan itu diserahkan Dirjen Keoendudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, di Java Ballroom The Westin Jakarta, Jumat (29/9) malam.

IAI yang digelar Tempo Media Group ini merupakan acara penghargaan tahunan bagi pemerintah kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia.

Penghargaan ini diberikan setelah dilakukan penilaian atas keberhasilan masing-masing pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi daerah dan bagaimana mengelola pembangunan ekonominya. Penilaian tersebut dilakukan mulai dari Aceh sampai Papua.

Siaran humas Pemko Medan yang diterima Redaksi lintasmedan.com, menyebutkan, Kota Medan merupakan kota terbaik untuk region Sumatera dengan indeks total 85,46. Selanjutnya untuk region Jawa, Kota Bandung (90,19), region Bali dan Nusa Tenggara diraih Kota Denpasar (83,42), region Kalimantan diraih Kota Balikpapan (82,76), region Sulawesi diraih Kota Makassar (80,57) serta region Maluku dan Papua diraih Kota Ambon (66,92).

Disebutkan, ada dua indikator yang digunakan, yakni kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap PDRB Provinsi di atas 20 persen.

Sedangkan indikator kedua, pertumbuhan PDRB harus lebih besar dari rata-rata pertumbuhan koridor atau PDRB per kapita dari rata-rata PDRB per kapita koridor.

Terpilihnya Kota Medan sebagai pemenang dalam IAI 2017 sekaligus menunjukkan bahwa ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini turut berperan besar dalam menarik minat investor di berbagai sektor usaha demi memajukan perekonomian daerah.

Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin berharap, penghargaan yang diterima ini tidak membuat cepat puas justru semakin menjadi motivasi sekaligus inspirasi untuk bekerja lebih keras lagi.

“Insya Allah dengan kerja keras dan kebersamaan yangterus kita bangun dengan masyarakat, Kota Medan semakin maju dan berkembang sehingga menarik perhatian investor untuk berinvestasi di Kota Medan,” ujarnya.

Khusus dalam upaya untuk menarik minat investor menanamkan modal di Medan, Eldin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan percepatan pembangunan, terutama dalam bidang infrastruktur, karena dengan kondisi infrastruktur yang baik, para investor pasti tidak akan ragu lagi untuk mengembangkan bisnis mereka di Medan.

“Selain menggeliatkan ekonomi, tentunya investasi yang dilakukan itu juga membuka lapangan kerja baru. Tahun ini, kita fokus melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan drainase,” kata Walikota. (LMC-04)




Sumut Siap jadi Tuan Rumah O2SN 2017

Medan, 31/8 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui instansi terkait siap menjadi tuan rumah yang baik setelah Kementerian Pendidikan mempercayakan kepada provinsi ini sebagai penyelenggara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada 3 September hingga 8 September 2017.

“Seluruh kegiatan O2SN 2017 dipusatkan di Kota Medan dan diikuti 34 provinsi dengan jumlah peserta diperkirakan sebanyak 1904 siswa, terdiri dari 408 peserta SD, 340 siswa SMP, 544 siswa SMA dan 306 peserta pendidikan khusus dan Pendidikan Layanan Khusus,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Arsyad Lubis kepada pers, di Medan, Kamis.

Tujuan digelarnya O2SN, antara lain meningkatkan kecintaan dan apresiasi terhadap bidang olahraga, meningkatkan kecakapan kolaboratif dan kooperatif, meningkatkan kesehatan jasmani dan mutu akademis.

Adapun cabang olahraga yang diperlombakan, antara lain atletik, renang, senam, bulutangkis, pencak silat, karate, catur, bocce dan balap kursi roda.

Para peserta yang tampil dalam O2SN tingkat nasional ini adalah para pemenang lomba dari berbagai cabang olahraga di tingkat provinsinya masing-masing.

“Seluruh cabang olahraga yang dipertandingan akan dipusatkan di gelanggang olahraga kampus Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar,” ujar Arsyad yang didampingi Kepala Biro Humas dan Ketrptokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus.

Ia menambahkan, kontingen Sumut selaku tuan rumah menerjunkan 49 siswa dengan target bisa merebut juara umum.

“Selaku tuan rumah kita pasti menargetkan juara umum, meski peserta yang diturunkan hanya 49 orang,” ucapnya.

Disebutkannya, O2SN 2017 mengusung tema “Membangun Generasi Tangguh Menjunjung Sportivitas”. (LMC-02)