Sumatera Utara Lahan Investasi Menggiurkan

Potensi sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang luar biasa, sejatinya menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai kawasan paling menarik untuk dijadikan tempat berinvestasi.

Namun, hal itu belumlah cukup, jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang tepat dari para pemangku kepentingan di daerah ini.

Visi dan Misi Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah dengan jargon ‘Sumut Bermartabat’ diyakini menjadi agenda yang baik untuk menciptakan daya tarik Sumut di mata investor.

Meski baru ‘seumur jagung’ kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, sudah menunjukan tekad menjadikan Sumut sebagai destinasi paling menggiurkan bagi para investor.

Keseriusan dan kesungguhan Gubernur dan Wagub menjadikan Sumut sebagai kawasan layak bagi investor, setidaknya tergambar dalam Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019 yang disampaikan ke DPRD Sumut.

Dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 triliun, dengan usulan belanja daerah sebesar Rp15,4 triliun lebih, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memfokuskannya untuk pencapaian visi misi Sumut Bermartabat, yakni lima poin penting seperti ketenagakerjaan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Untuk ketenagakerjaan misalnya, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp82,7 miliar atau 1,68 persen. Kemudian peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan Rp1,3 triliun lebih atau 27,91 persen, dan pembangunan infrastruktur yang baik Rp1,4 triliun lebih atau 28,64 persen, adalah yang paling signifikan.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menghadiri sekaligus membuka Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018).(Foto:LintasMedan/ist)

Sementara poin peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 miliar lebih atau 7,73 persen. Serta peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata Rp 365 miliar lebih atau 7,43 persen, menjadi program yang terus mendapatkan tempat.

Melalui program pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang cerdas, memiliki keterampilan dan berdaya saing.

Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, arus barang lebih efisien dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan program ketenagakerjaan, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata, seluruhnya diharapkan dapat mempermudah dan mendorong investor untuk berinvestasi di daerah ini.

Sumut Jendela Dunia

Program yang diluncurkan baru-baru ini, juga menjadi bukti kebulatan tekad menjadikan Sumut sebagai kawasan yang pantas untuk diperhitungkan. Pemprov Sumut segera melakukan proses pemetaan potensi daerah lewat program yang disebut ‘Sumut Jendela Dunia’.

Yakni portal website berisi informasi audiovisual tentang data-data Sumber Daya Alam (SDA), wisata, pemerintahan, kemasyarakatan dan lainnya di Sumut. Portal ini akan terintegrasi dengan Sumut Smart Province.

Selain potensi SDA, program ‘Sumut Jendela Dunia’ juga berisi tentang prestasi-prestasi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sumut.
Dicontohkannya, salah satunya berupa database atlet-atlet Sumut. Selain itu, bisa pula menampilkan hasil-hasil penelitian Balitbang dan Dewan Riset Daerah.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah dan General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Layanan Satu Pintu di Balai Agung Astakona Kantor PLN Wilayah Sumut, Jalan Yos Sudarso Nomor 284 Medan, Senin (1/10/2018).(Foto:LintasMedan/ist)

Data-data ini akan menjadi etalase paling penting bagi Sumatera Utara, dimana para investor akan memiliki data awal tentang Sumatera Utara yang lengkap dari program ini.

Dengan daya dukung teknologi, investor yang ada di belahan bumi terjauh pun akan mampu mendapatkan informasi positif dan akurat lebih dini tentang Sumatera Utara, sebelum mereka menentukan pilihan.

Dalam program ini nantinya memuat kategori atau klasifikasi tentang potensi satu daerah di Sumatera Utara. Kunci yang paling penting dari program ini adalah validnya informasi dari data yang tersedia.

Jika keberpihakan anggaran dan program yang akan digulirkan fokus menjadikan Sumut benar-benar diperhitungkan, maka pertanyaan selanjutnya, Sumatera Utara punya apa?

Maka, jawabanya sangatlah mudah. Sumut selama ini sudah memiliki apa yang diinginkan investor, yang tidak ada dari Sumut adalah kesungguhan untuk menjadikan apa yang dimiliki benar-benar bermanfaat dan berguna bagi masyarakat Sumut.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menerima kunjungan pengusaha Korea di ruang kerjanya Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (1/10/2018). Kenjungan ini dilaksanakan untuk membahas investasi usaha di Sumatera Utara. (Foto:LintasMedan/ist)

Paling menggiurkan dari Sumut adalah soal potensi sumber daya alamnya yang melimpah. Wagub Musa Rajekshah pada beberapa kesempatan selalu mengajak para pengusaha dalam maupun luar negeri berinvestasi di Sumut, untuk pemenuhan kebutuhan energi untuk sektor industri, komersil maupun masyarakat.

Berbicara di Asian Energy Forum baru-baru ini, Musa Rajekshah membeberkan keunggulan Sumut dan menyiratkan pesan penting bahwa para investor akan menyesal jika tidak memanfaatkannya. Saat ini, Sumut memiliki potensi energi terbarukan meliputi tenaga air, panas bumi, biomasa, biogas dan tenaga surya.

Maka potensi energi terbarukan ini sangat mungkin dikembangkan lebih lanjut menjadi energi listrik sebagai upaya mendukung sistem kelistrikan di Sumut. Untuk tenaga air, Provinsi Sumut memiliki potensi sebesar 3.000 MW, sedangkan untuk panas bumi, Sumut memiliki potensi sebesar 2.000 MW.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah dan Seketaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) R. Sabrina menghadiri kegiatan pertemuan dengan investor Jepang yang tergabung dalam Asean Nagoya Club di Hotel Mandarin Jakarta, Minggu (21/10/2018). Dalam pertemuan ini dibahas rencana kerjasama di bidang Kesehatan, Pertanian dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. (Foto:LintasMedan/ist)

Sumut saat ini telah memanfaatkan tenaga panas bumi untuk pembangkit listrik yang berada di PLTP Sibayak dan PLTP Sarulla, dan ini menjadi nilai lebih dari Sumut dimana kawasan ini memiliki ketersediaan enegeri listrik yang melimpah. Untuk potensi panas bumi yang akan dikembangkan berada di kawasan Pusuk Buhit Simbolong Samosir, kawasan Sorik Marapi, Mandailing Natal dan kawasan Ria-Ria Tapanuli Utara juga menjadi salah satu potensi energi menggiurkan di Sumut.

Tidak kalah penting, dari potensi Sumatera Utara yang ada adalah Kelapa Sawit. Sumut yang tersohor akan perkebunan kelapa sawitnya, baik yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta dan masyarakat.

Perkebunan kelapa sawit membentang di wilayah Timur dan pesisir barat Sumut, luas perkebunan kelapa sawit BUMN tercatat sekitar 300.000 hektar dan perkebunan sawit rakyat sekitar 400.000 hektar (data Dinas Perkebunan Provinsi Sumut). Produksi kelapa sawit menghasilkan limbah dengan komposisi 23 persen tandan kosong, 6,5 persen, cangkang dan 13 persen fiber sawit. Limbah-limbah tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik biomassa.

Potensi listrik yang dihasilkan dari limbah kelapa sawit Sumut diperkirakan sekitar 1,050 MW. Dan pada saat ini pemanfaatan biomassa menjadi energi listrik masih sekitar 100 MW. Sedangkan diantara pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) PT Growth Sumut sebesar 30 MW, PLTB Growth Asia sebesar 30 MW dan PLTB Harkat Sejahtera 15 MW.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah.(Foto:LintasMedan/ist)

Sumut Miliki Keindahan Alam yang Luar Biasa

Banyak destinasi wisata di daerah ini yang keindahannya patut disejajarkan dengan destinasi wisata kelas dunia. Di sini ada Danau Toba, Pulau Samosir, Pantai Nias, Taman Nasional Gunung Leuser, Salju Panas Dolok Tinggi Raja, Gunung Sibayak, Air Terjun Sipiso-piso dan lainnya, sehingga Gubernur Edy Rahmayadi sering menyebut Sumut sebagai “Surga Kecil” pemberian dari Allah SWT.

Untuk pengembangan potensi pariwisata di daerah ini, Pemprov Sumut membuka peluang investasi selebar-lebarnya. Bahkan, Pemprov berkomitmen untuk mempermudah para investor yang ingin berinvastasi di Sumut, tentu tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

Bukan hanya isapan jempol. Pertengahan Oktober 2018, Sumut memperoleh komitmen investasi Rp 6,1 triliun atau sekitar US$400 juta untuk pengembangan pariwisata Danau Toba dari tujuh calon investor.

Komitmen itu diteken, di sela-sela IMF-WB di Bali, oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba bersama tujuh calon investor, yaitu PT Gaia Toba Mas, PT Agung Concern, PT Alas Rimbawan Lestari, PT Gamaland Toba Properti, PT Crystal Land Development, PT Asset Pacific, Dan PT Arcs House – Jambuluwuk.

Selain itu, investor dari berbagai negara juga sudah banyak yang datang ke Sumut dan menyatakan berminat untuk berinvestasi di berbagai sektor di daerah ini. Diantaranya dari Jepang, Malaysia, Singapura, China, Kazakshtan, Tajikistan, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Maka salah besar jika para investor menyingkirkan “Surga Kecil” Sumut dari daftar kawasan paling menggiurkan untuk berinvestasi. Sumatera Utara dengan daya dukung yang dimiliki layak disebut sebagai ‘Lahan Investasi’ yang Menggiurkan.(LMC-Adv)




Banyak Investor Asing Lirik Taput

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kiri) didampingi Wagub Sumut Nurhajizah Marpaung (ketiga kanan), Deputi Menko Polhukam Iskandar Sitompul (kanan), Bupati Taput Nikson Nababan (kiri) dan Staf Ahli Gubernur Sumut Binsar Situmorang (kedua kanan), di sela melakukan peninjauan di terminal Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (8/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Tapanuli Utara, 8/9 (LintasMedan) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan banyak investor dari luar negeri berminat menanamkan modal di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), terutama di sekitar Bandara Silangit yang direncanakan sebagai bandara bertaraf internasional.

“Banyak investor dari luar negeri yang ingin berinvestasi di Tapanuli Utara, khususnya sekitar bandara, mereka mau bangun perhotelan,” kata Luhut, di selam meninjau kesiapan Bandara Silangit di Kabupaten Taput, Jumat.

Terkait hal itu, ia meminta para pengelola bandara tersebut memperhatikan beberapa hal, di antaranya pendidikan sumber daya manusia (SDM) dan kedisiplinan.

“SDM harus ditingkatkan dengan pendidikan, juga kedisiplinan. SDM harus dibenahi supaya wisatawan nyaman saat tiba di bandara,” ucapnya didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Nurhajizah Marpaung.

Selain itu, Luhut juga minta agar sarana infrastruktur jalan raya dari Kota Medan menuju Bandara Silangit segera diperbaiki.

Menyikapi permintaan Menko Kemaritiman tersebut, Wagub Sumut Pemprov Sumut menyatakan sangat mendukung Bandara Silangit menjadi bandara internasional.

Pihaknya juga ingin supaya Taput sebagai salah satu kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba menjadi tujuan wisata kedua setelah Bali.

Untuk mendukung semua itu, Nurhajizah meminta Luhut sebagai putra daerah dapat memperjuangkan ke Pemerintah pusat agar ada penambahan anggaran untuk Sumut.

“Sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, anggaran yang dialokasikan Pemerintah pusat ke Sumut masih tergolong relatif terlalu kecil jika dibandingkan dengan provinsi lainnya,” ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Taput Nikson Nababan menyampaikan terima kasih kepada Menko Perekonomian Luhut Panjaitan dan Pemprov Sumut yang selama ini ikut berperan aktif mendukung Silangit sebagai bandara internasional.

“Kami siap untuk menyambut turis dari mancanegara. Kami akan lakukan apapun yang menjadi tanggung jawab kami dan mengharapkan koordinasi dan perhatian yang lebih intensif guna mewujudkan keinginan besar kita,” katanya. (LMC-06)




Investor Tiongkok Berminat Bangun PLTS di Medan

Direktur Utama Sunrise International Investment Group  Yuan Hua Feng  (kedua kiri) beserta rombongan saat melakukan pertemuan dengan Walikota Medan Dzulmi Eldin (kiri), di rumah dinas walikota Medan, Kamis (28/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 27/4 (LintasMedan) – Investor asal Tiongkok Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd berminat membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 600 megawatt (MW) di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.

Minat tersebut disampaikan Direktur Utama Sunrise International Investment Group. Yuan Hua Feng beserta rombongan saat melakukan pertemuan dengan Walikota Medan Dzulmi Eldin, di rumah dinas walikota Medan, Kamis.

Terkait dengan rencana investasi itu, Yuan Hua Feng mengatakan pihaknya telah menjajaki lokasi pembangunan PLTS di atas lahan seluas 100 haktar di Kelurahan Sicanang.

“Untuk itu kita mohon petunjuk dan arahan dari Bapak Walikota. Jika tidak ada masalah, kita langsung membayar ganti rugi kepada pemilik lahan. Setelah itu pembangunan pembangkit listrik kita mulai,” ujarnya.

Selain membangun pembangkit listrik, pihaknya juga siap mengembangkan investasi di beberapa sektor lain di Kota Medan dan Sumut umumnya.

Sebagaimana diketahui, Sunrise Field Eco-Energy Development Co. Ltd telah mendaftarkan perusahaannya menjadi perusahaan Penanaman Modal Asing di Indonesia dan berkantor pusat di Medan dengan nama Sunrise International Investment Group.

Menanggapi rencana investor asal Tiongkok itu, Walikota Medan Dzul Eldin menyatakan pada prinsipnya siap memberikan dukungan.

Namun, dia mengingatkan pihak investor tersebut agar terlebih dahulu memastikan bahwa lahan yang akan dijadikan lokasi pembangkit listrik benar-benar tidak bermasalah secara hukum.

“Dengan melihat surat tanah, kita dapat mengetahui apakah lahan yang dibeli itu bisa peruntukannya untuk dibangun pembangkit listrik atau tidak. Sebab, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan, ada wilayah Sicanang yang menjadi hutan kota,” ujar Eldin.

Karena itu, Walikota minta pihak Sunrise International Investment Group melakukan pemeriksaan secara teliti sebelum melakukan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik. (LMC-03)




Investor Malaysia Akan Bangun Islamic Centre di KNIA

Gubernur Sumut Tengku Erry nuradi menggelar pertemuan membahas rencana pembangunan Islamic Centre di kawasan Bandara Kuala Namu, Jumat (10/3).(foto:LintasMedan/ist)

Medan, 10/3 (LintasMedan) – Investor asal negara Malaysia yang tergabung dalam Building Green Modern Construction (BGMC) kemungkinan akan membangun Islamic Centre Sumut di daerah Bandara Kuala Namu, Deli Serdang.

“Kita optimis pembangunan Islamic Centre ini akan terealisasi,” kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada pertemuan dengan investor Malaysia di ruang rapat gubernur, Jum’at.

Pembangunan Islamic Center dilaksanakan di atas lahan eks HDU seluas 50 hektar, menurut Erry leetaknya dinilai cukup strategis karena berada dekat dengan Bandara.

“Tentunya ini merupakan peluang yang besar untuk kemajuan pembangunan Sumatera Utara,” katanya.

Saat ini, kata Erry Pemprov Sumut sudah menyurati Kementerian BUMN.

Pembangunan Islamic Centre ini terdiri dari mesjid, pusat pendidikan berbasis Islamic, exhibition, health food, business centre, perpustakaan dan rehabilitasi narkoba.

“Untuk itu mudah-mudahan proses kerjasama ini, termasuk pelepasan lahan akan segera selesai, sehingga pihak Pemrovsu dengan BGMC segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan pihak BGMC dapat menindaklanjutinya, harap Erry.

Untuk pembangunan Mesjid di Islamic Centre, diperkirakan selesai dalam jangka waktu 1 tahun kedepan.

Hadir dalam pertemuan tersebut rombongan investor dari BGMC Malaysia, Aisten Ekbangsos Ibnu S Hutomo, Plt. Kepala Biro Pemerintahan Afifi Lubis dan Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Indah Dwi Kumala.(LMC-03)




Investor Tak Tertarik Kondisi Pasar di Medan

Pasar Tradisional Suka Ramai yang kondisinya kurang tertata dan terkesan sembrawut.(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 11/12 (LintasMedan) – Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan Benny Sihotang mengatakan investor tidak tertarik dengan kondisi sejumlah pasar tradisional di Kota Medan. Hal ini menyebabkan para investor tidak berminat untuk melakukan pengembangan.

“Lokasi pasar dinilai tidak menjual, jadi sulit untuk dilakukan pengembangan,” kata Benny dalam rapat pembahasan R-APBD 2016, Jumat.

Pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi C, Anton Panggabean, dia mencontohkan sejumlah pasar di Kota Medan yakni yang terletak di Jalan Muara Takus atau di belakang Sun Plaza, Pasar Glugur dan Pasar Kampung Baru.

“Pasar Muara Takus di belakang SUN Plaza dan pasar Glugur, adalah dua kawasan yang paling tidak diminati investor. Kemudian kawasan Kampung Baru juga,” katanya.

Alasan investor tidak menyukai kondisi pasar di antaranya akses ke kawasan tersebut sangat sulit akibat lahan parkir tidak memadai.

“Akses ke lokasi pasar tersebut sangat sulit karena tertutup oleh banyaknya pertokoan,” ujarnya.(LMC-03)




Pemprov Sumut Dorong Kabupaten/Kota Berlomba Datangkan Investor

INVESTORMedan, 26/5 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gatot Pujonugroho terus mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk berlomba-lomba menggeliatkan iklim investasi di daerahnya masing-masing.

“Kita minta pemerintah di kabupaten/kota tidak terlena dengan hanya mengandalkan APBD untuk pembangunan daerahnya. Namun lebih mengutamakan bagaimana mampu mendatangkan investor mau menanamkan modal di daerah itu,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (Bainprom) Sumatera Utara, Purnama Dewi, kepada pers, Selasa.

Sebab, kata Purnama dengan datangnya para investor menanamkan modal, tentu akan membuka peluang pembangunan di wilayah itu, tenaga kerja akan terserap, hotel-hotel akan terbangun dan berkembang, serta usaha rumah tangga akan bergeliat dan sebagainya.

Purnama mengatakan bahwa peluang investasi di Sumut cukup banyak di antaranya di bidang pertambangan, perkebunan, pariwisata.

Meskipun tengah terjadi perlambatanan penanaman modal secara nasional/global yang berimbas kepada daerah, dia meyakini posisi saat ini sektor-sektor tersebut masih sangat menarik bagi investor.

“Sektor-sektor investasi itu masih punya prospek besar di tengah era perlambatan ekonomi saat ini,” ujarnya.

Dia memaparkan, bahwa banyak faktor yang menjadikan Sumut masih sangat menarik bagi investor, sehingga menjadi tugas semua pihak termasuk instansi yang dipimpinnya untuk ikut mengurai berbagai persoalan yang dianggap masih menjadi kendala.

Misalnya persoalan kelistrikan dan infrastruktur serta persoalan pengurusan izin di tingkat kabupaten/kota.

“Terkait sejumlah persoalan ini, kita akan coba urai dan kordinasikan dengan sejumlah instansi terkait,” katanya.

Di sisi lain, Purnama menekankan bahwa investasi merupakan faktor penentu pertumbuhan ekonomi, sehingga Pemerintah Daerah harus terus membuka peluang dan informasi, serta memberi insentif maupun kemudahan bagi para investor.

Dia juga meminta masyarakat Sumut untuk bersama-sama menjaga kondusifitas, sehingga para investor merasa terjamin untuk berinvestasi di daerah ini.

Menurutnya merupakan tugas pemerintah bersama-sama masyarakat karena kondusifitas daerah sangat mempengaruhi iklim investasi.

Mengganggu Iklim Investasi

Menyinggung adanya riak-riak kritik maupun unjukrasa massa, yang mengkritisi keberadaan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Danau Toba Sumut, Purnama Dewi membenarkan jika hal itu sangat mengganggu iklim investasi di wilayah ini.

Dia mengingatkan agar kritikan harus disampaikan dengan sejumlah pembuktian yang akurat dan tidak memiliki latar belakang kepentingan apalagi sampai bernuansa politis.

Dalam hal ini, Purnama mengatakan bahwa pemerintah sangat berhati-hati untuk mencabut izin perusahaan yang beroperasi di negara ini dan harus memiliki dasar yang kuat.

“Jika pencabutan izin tanpa dasar, kita akan mendapat sanksi dan denda triliunan, terutama untuk Perusahaan Modal Asing (PMA). Kan ada hukum internasional dan para investor tersebut juga punya jaringan internasional,” kata Purnama.

Meski demikian dia juga menegaskan pemerintah tidak akan melindungi PMA yang menjalankan usahanya secara tidak benar atau tidak sesuai yang diatur dalam Undang-Undang di negara ini. (LMC-02)




Investor 8 Negara Jajaki Peluang di Sumut

Gubernur Gatot Pujo Nugroho memakaikan selendang ulos kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Frengky Sibarani acara Welcome Dinner Regional Investment Forum (RIF) 2015, di Rumapariwisata Dinas Gubernur, Minggu (17/5) malam.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 17/5 (LintasMedan) – Investor asing dari delapan negara menjajaki peluang menanamkan modal di Sumatera Utara untuk bidang energy, industri dan pariwisata dalam acara Welcome Dinner Regional Investment Forum (RIF) 2015, di Rumapariwisata Dinas Gubernur, Minggu malam.

Hadir Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Frengky Sibarani, Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Pangkosek Hanudnas III Kol (Pnb) Arief Mustofa, KEpala Badan Investasi dan Penanaman Modal Daerah Prov Sumut Purnama Dewi, para konjen negara Belanda, India, Cina dan Jepang di Sumut. Puluhan investor asal delapan Negara yang hadir yaitu Korea, Jepang, Dubai-Uni Emirat Arab, Taiwan, Inggris, SIngapura, Cina dan Australia.

Frengky Sibarani dalam sambutannya mengaku memilih Kota Medan, sebagai lokasi pertama diadakan Regional Investment Forum (RIF) 2015 dengan pendekatan yang berbeda dengan masa pemerintahan sebelumnya. Pihaknya melakukan pendekatan berbeda saat ini dengan mendatangi satu per satu , melalui forum yang lebih kecil untuk menawarkan investasi daerah.

“Medan merupakan kota pertama di era kami dengan system yang berbeda dalam menghadirkan calon investor. Pembangunan Indonesia yang selama ini bertumpu di Jawa maka Presiden mendesak untuk lebih memprioritaskan luar Jawa,” kata Frengky.

Sumut menurut Frengky memiliki banyak potensi yang bisa ditawarkan kepada investor. Saat ini menurutnya pihaknya baru menawarkan Sei Mangkei dan Kuala Tanjung sebagaimana arahan Presiden Ri Joko Widodo.

Frengky kemudian memperkenalkan para penghubung di delapan Negara yang disebutnya sebagai marketing dan memboyong para investor hadir pada malam itu. Dari Korea ada 15 investor, 10 investor diantaranya di bidang energy.

Acara Regional Investment Forum tahun 2015 yang akan dibuka oleh Kepala BKPM RI di JW Marriott Senin (18/5) juga disandingkan dengan Gelar Potensi Daerah dalam bentuk pameran yang diikuti 10 Provinsi di Sumatera Utara yang melibatkan 5 Kabupaten/kota masing-masing provinsi. Hadir juga 120 pengusaha asal Sumatera yang rencananya akan ikut melakukan one on one business meeting dengan investor asing.

Investor Listrik

Menanggapi pidato Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho soal investor listrik di Sumut yang masih tertunda, Frengky menegaskan pihaknya akan mencabut investor yang tidak merealisasikan investasi dalam waktu yang lama.

“Saya akan minta PLN mencabut izin, kalau izin yang sudah diberikan tidak direalisasikan cabut saja. Banyak yang mau. Kita perlu ketgasan,” ujar Frengky.

Sementara itu Gubsu mengatakan Juli mendatang persoalan deficit listrik Sumut mulai teratasi dengan akan diresmikannya oleh Presiden dua pembangkit listrik di Pangkalan SUsu, dan Nagan Raya, Aceh. Selain itu, ujar Gubsu, sebantar lagi akan dilakukan ground braking Power Plant Batang Toru.

“Mohon pembangungan PLTA ASAHAN III yang izin prinsipnya sudah lama kami keluarkan, namun hingga kini masih terkendala pembangunannya. Demikian juga izin-izin pembangkit mini hidro yang sudah dikeluarkan namun masih ada idle pembangunannya, mohon dievaluasi ,” kata Gubernur kepada kepala BKPM RI.(LMC-02)