Pemko Medan Jamu Jurnalis Korea Selatan

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat berbincang dengan Seulki Lee, jurnalis surat kabar dari Kota Gwangju, Korea Selatan di Balai Kota Medan, Jumat (1/2). (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 1/2 (LintasMedan) – Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution menerima kunjungan Seulki Lee, seorang jurnalis surat kabar dari Kota Gwangju, Korea Selatan di Balai Kota Medan, Jumat (1/2).

Kunjungan jurnalis tersebut untuk mengetahui sejauh mana hubungan sister city (kota kembar) yang terjalin antara Kota Medan dengan Kota Gwangju sejak penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) yang dilakukan tahun 1997.

Eldin menjelaskan, hubungan yang terjalin sejak tahun 1997 dibuktikan dalam bentuk diabadikannya nama Kota Gwangju sebagai nama salah satu jalan di Kota Medan tahun 2002.

Kemudian Wali Kota memaparkan lagi, hubungan baik tersebut bermula dari seringnya pertukaran pelajar antara Kota Medan dan Kota Gwangju. Selain itu, latar belakang jalinan kerjasama di bidang ekonomi antar kedua kota, menjadikan hubungan tersebut semakin baik dan harmoni sehingga kedua pihak memutuskan nama Kota Gwangju dibuat di pusat bisnis kala itu yakni kawasan Kesawan.

“Sebagai kota yang sama-sama berkembang, saya merasa banyak hal yang mendasari kenapa Kota Medan dan Kota Gwangju menjadi sister city. Kami banyak belajar dari Kota Gwangju tentang penataan kota. Sebaliknya, Kota Gwangju juga banyak mengadopsi beberapa hal dari Kota Medan untuk diterapkan di sistem pemerintahan Kota Gwangju,’’ kata Akhyar didampingi beberapa Kepala Dinas Kota Medan, di antaranya Kadis Kominfo Zain Noval, Kadis Kebudayaan Suherman, Kabag Hubungan Antara Kota dan Daerah (Hakda) Setda Kota Medan Rivai.

Kota Medan, kata dia juga belajar dari Kota Gwangju tentang sistem penanganan sampah.

Seulki Lee mengungkapkan bahwa Kota Gwangju juga memiliki masalah yang sama terkait penanganan sampah, terutama menangani sampah plastik.

“Saya merasa permasalahan sampah bukan hanya menjadi problem Kota Medan saja. Di kota Gwangju, pemerintah juga dihadapkan dengan permasalahan yang sama,” ungkapnya.(LMC-02)




Kabiro Humas Sumut Sulit Diwawancarai

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Ilyas Sitorus (tengah), didampingi Koordinator wartawan unit Pemprov Sumut Khairul Muslim (kiri) dan staf Humas, Salman (kanan) saat melakukan pertemuan dengan para jurnalis yang bertugas di Pemprov Sumut, Jumat (27/4). (Foto:lintasmedan/irma)

Medan, 27/4 (LintasMedan)- Sebagian kalangan jurnalis menilai Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Ilyas Sitorus, sulit diwawancarai dan kurang maksimal mensosialisasikan program Pemprov setempat.

“Saya termasuk salah satu wartawan yang mengalami kesulitan untuk konfirmasi kepada Pak Ilyas,” kata Charles Daulay salah seorang wartawan yang mengaku pernah menghadapi kendala ketika hendak berwawancara dengan Kabiro Humas Pemprov Sumut, Jumat.

Charles mengungkapkan pengalamannya itu dalam acara pertemuan kalangan jurnalis dengan para pejabat Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.

Menurut dia, orang nomor satu di Biro Humas itu seharusnya tidak ‘alergi’ terhadap pers yang ingin melakukan wawancara, karena hal itu merupakan tugas pokok dan fungsinya.

Jika sikap tertutup terhadap pers ini terus berlanjut, Charles mengkhawatirkan program Pemprov Sumut sulit tersosialisasi kepada masyarakat luas.

“Saya mencoba melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon tapi tidak diangkat. Kemudian saya coba mengirim pertanyaan melalui pesan SMS, malah pesan tersebut dibalas oleh staf Humas dengan nomor yang berbeda. Saya tidak tahu siapa orangnya,” ungkapnya.

Seharusnya, kata wartawan senior ini Kepala Biro Humas dan Keprotokolan juga harus mampu berperan sebagai juru bicara Pemprov Sumut agar tidak menimbulkan beragam persepsi di kalangan insan pers.

Sementara itu hal yang hampir serupa juga pernah dialami oleh jurnalis LintasMedan.Com ketika hendak mengkonfirmasi melalui sambungan telepon soal pengadaan 20 orang tenaga ahli pendukung di Biro Humas dan Keprotokolan Pemprov Sumut.

Ilyas ketika dikonfirmasi langsung ke ruang kerjanya, mengaku tidak mengetahui ada panggilan telepon ke nomor ponselnya.

“Jangankan panggilan telepon, pesan melalui Whatsapp saja pun nyaris tidak sempat semuanya saya buka, karena setiap hari ada ribuan pesan yang masuk. Bahkan karena terlalu banyak pesan terpaksa saya hapus sebelum terbaca,” ucapnya.

Menurut dia, Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut di era kepemimpinannya sudah sangat terbuka terhadap wartawan yang ingin bertugas di lingkungan Pemprov Sumut.

“Kita tidak pernah menghalangi wartawan yang ingin bertugas di kantor gubernur Sumut. Yang penting perusahaan pers mereka berbadan hukum, semua pasti diakomodir,” ujarnya.

Disebutkannya hingga saat ini sudah ada 59 jurnalis yang telah menyerahkan surat tugas resmi ke Sekretariat Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.

Para wartawan tersebut berasal dari media cetak, media elektronik dan media online.

Meski demikian Ilyas memastikan tidak menutup kesempatan kepada perusahaan media lain yang ingin menugaskan wartawannya untuk meliput di lingkungan kantor gubernur Sumut. (LMC-02)




AKBP Tatan Dirsan Sambangi Warkop Jurnalis

Kabid Humas Polda Sumut yang baru AKBP Tatan Dirsan Atmaja (kanan) berbincang santai dengan para wartawan sambil menikmati makanan di warung kopi (Warkop) Jurnalis  Jalan Agus Salim Medan, Senin (16/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 16/4 (LintasMedan) – Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) yang baru, AKBP Tatan Dirsan Atmaja menyambagi atau mengunjungi warung kopi (warkop) jurnalis dalam rangka memperkenalkan dirinya kepada wartawan di warkop tersebut.

“Saya datang ke sini karena memang ingin ngobrol bersama rekan-rekan wartawan. Di warkop ini banyak wartawan, makanya saya ke sini,” katanya di warkop jurnalis Jalan H.Agus Salim Medan, Senin.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban itu, Tatan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolrestabes Medan, mengajak sejumlah wartawan yang berada di warkop tersebut untuk memesan makanan dan minuman.

“Silahkan pesan, karena ini sudah jam makan siang. Tolong bang, tanya semua disini agar mereka pesan makan dan minum,” ucapnya kepada pelayan warkop.

Diakuinya, silaturahmi dan kemitraan dengan jajaran insan pers perlu senantiasa dijalin.

“Tidak ada ruginya menjalin silaturrahmi. Karena silaturrahmi itu melancarkan rezeki,” ujarnya.

Sebagaimana diinformasikan, jabatan Kabid Humas Polda Sumut akan diserahterimakan dari Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Pergantian posisi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Nomor: ST/970/IV/KEP./2018 Tanggal: 8-4-2018.

Dalam Surat Telegram Kapolri tersebut, Rina Sari Ginting menempati jabatan baru sebagai Kabid TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Polda Sumut. (LMC-03)




AJI Kecam Pelecehan Jurnalis Diduga oleh Pejabat

Jakarta, 22/1 (LintasMedan) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Gerakan Media Merdeka (Geramm) yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, mengecam dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pejabat pemerintah dan politikus di Malaysia, Indonesia, dan Filipina, sebagaimana dimuat dalam laporan Asian Correspondent.

Dalam laporan tersebut, delapan jurnalis perempuan di Malaysia, Indonesia, dan Filipina disebut menjadi korban pelecehan seksual saat menjalankan pekerjaan.

“Laporan tersebut mengutip cerita dua jurnalis perempuan Malaysia dan seorang jurnalis perempuan Indonesia. Ketiganya berbagi pengalaman serupa tentang terjadinya pelecehan seksual saat menjalankan profesinya sebagai jurnalis. Tindakan pelecehan itu dilakukan melalui pesan teks, kontak fisik, hingga undangan makan malam ‘khusus’,” demikian bunyi laporan tertulis Asian Correspondent, Senin.

AJI dan Geramm menyesalkan satu fakta yang terungkap. Pelecehan seksual yang dialami jurnalis perempuan itu ‘dimanfaatkan’ untuk mendapatkan berita lebih eksklusif.

Hal ini terjadi ketika korban melaporkan kasus tersebut kepada editornya.

Menyadari bahwa ini adalah masalah umum di kedua negara dan di kawasan ini, AJI dan Geramm mendesak pihak-pihak yang berkepentingan untuk menolak dan terus menolak segala bentuk pelecehan seksual terhadap semua jurnalis, atau dalam kasus khusus ini terhadap jurnalis perempuan.

“AJI dan Geramm percaya bahwa dengan munculnya suara dari beberapa jurnalis perempuan yang berani berbagi cerita, berarti ini saatnya bagi kantor media untuk merespons laporan kasus tersebut dengan serius, dan mempertimbangkan membuat kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut,” ucap mereka.

AJI dan Geramm berpendapat mesti ada batasan yang jelas antara pelecehan seksual dan hubungan baik dengan narasumber.

Selain itu, perlu ada saluran yang jelas agar masalah semacam ini bisa segera ditangani.

“Berdasarkan sejumlah catatan itu, kami menuntut semua sumber berita, terlepas dari status mereka, untuk menunjukkan rasa hormat terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya,” kata mereka.

Sebagai organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan pers dan hak-hak praktisi media, AJI dan Geramm sepakat isu pelecehan seksual harus ditangani secara menyeluruh.

Kedua organisasi profesi pers ini menekankan pentingnya bagi jurnalis membangun hubungan dan komunikasi dengan para politikus dan narasumber secara profesional dengan didasarkan pada prinsip saling menghormati. (LMC-03/Dtc)




Jurnalis asal Denmark Kagumi Pariwisata Sumut

Wartawati asal Denmark Maria Arcel (kanan) didampingi staf KBRI di Kopenhagen, Denmark Ismail Pulungan (tengah), menjelaskan pengalamannya selama melakukan kunjungan ke beberapa objek wisata di Sumut kepada pers, di kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Senin (6/11). Maria bersama rekannya seprofesi Linda Kastrup berkunjung ke Sumut difasilitasi oleh KBRI di Kopenhagen dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata Indonesia di Denmark. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 6/11 (LintasMedan) – Delegasi jurnalis asal Denmark mengaku kagum terhadap potensi pariwisata dan keramahan warga Sumatera Utara (Sumut) dalam menerima kedatangan tamu asing yang berkunjung ke provinsi itu.

“Kami terkesan dengan keramahan warga serta keindahan alam dan keragaman budaya di daerah ini (Sumut). Tentunya ini menjadi dampak positif bagi sektor pariwisata di Sumatera Utara,” kata Maria Arcel saat berkunjung ke kantor gubernur Sumut, di Medan, Senin.

Maria yang didampingi rekan seprofesinya Linda Kastrup, menjelaskan, sajak kedatangan mereka di Bandara Kuala Namu pada 2 Nopember 2017, suasana keramahan sudah mulai terasa seperti merasa sedang berada di negeri sendiri, karena mendapat sambutan dengan ramah dan penuh keikhlasan.

Menurut mereka, keramahtamahan masyarakat Sumut terhadap wisatawan mancanegara merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke daerah itu.

Dari beberapa objek wisata di Sumut yang mereka kunjungi seperti Danau Toba dan Berastagi, lanjutnya, banyak wisatawan mancanegara berbaur dengan wisatawan domestik dengan nyaman dan menikmati keindahan alam, budaya tradisional, aneka kuliner dan beragam suvenir yang mencerminkan ciri khas budaya lokal di Sumut.

“Karena itu, kami merasa yakin Sumatera Utara mampu memanfaatkan keramahtamahan dan potensi pariwisatanya sebagai komoditi wisata yang menjual,” kata Maria seraya menyarankan agar pemerintah daerah di Sumut masih perlu membenahi sarana infrastruktur menuju ke sejumlah lokasi wisata.

Sebagaimana diinformasikan, jurnalis asal Denmark yakni Maria Arcel dan Linda Kastrup melakukan kunjungan jurnalistik di Sumut difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kopenhagen, Denmark, Singapura Airlines dan Pemerintah Provinsi Sumut.

“Kunjungan jurnalistik tersebut dalam rangka promosi wisata Sumut agar semakin dikenal di Denmark,” kata Ismail Pulungan, staf KBRI di Kopenhagen yang turut mendampingi kedua wartawati asal Denmark itu selama mengunungi beberapa provinsi di Indonesia.

Melalui kunjungan jurnalistik tersebut, pihaknya berharap kedua wartawati asal Denmark yang saat ini bekerja di perusahaan pers Berlingske perwakilan Beijing, China itu turut mempromosikan pariwisata Indonesia di negara asalnya.

Disebutkannya, jumlah wisatawan Denmark yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun rata-rata mencapai 36 ribu orang lebih.

Pihak KBRI di Kopenhagen, kata dia, akan terus mempromosikan potensi wisata di Indonesia, termasuk Sumut kepada masyarakat di Denmark. (LMC-02)




Jurnalis Medan Studi Komparatif ke DPRD Lombok Barat

Rombongan wartawan dari Medan foto bersama usai melakukan kunjungan ke kantor DPRD Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (5/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Lombok Barat, 5/10 (LintasMedan) – Sebanyak 35 orang jurnalis yang tergabung dalam kelompok wartawan unit DPRD Kota Medan melakukan studi komparatif seputar publikasi dan program kehumasan ke DPRD Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.

Kedatangan rombongan jurnalis dari berbagai perusahaan media cetak, media elektronik dan media online di Medan itu diterima Sekretaris DPRD Lombok Barat, Isnanto Karyawan didampingi beberapa staf sekretariat DPRD setempat.

“Kedatangan kami ke kantor DPRD disini untuk menambah pengetahuan tentang penyebaran informasi termasuk sharing tentang apa saja publikasi kegiatan-kegiatan dewan (DPRD Lombok Barat),” kata Satriadi Tanjung selaku pimpinan rombongan wartawan Medan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa momentum studi komparatif ini juga akan untuk mengetahui lebih dekat kegiatan kehumasan yang dilaksanakan Sekretariat DPRD Lombok Barat.

Selama berada di Lombok Barat, kata Satriadi, pihaknya berencana mengunjungi beberapa lokasi wisata untuk mengetahui sejauh mana pengembangan potensi sektor pariwisata yang dilaksanakan pemerintah daerah setempat di kabupaten seluas 1.053 Km2 dan berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa tersebut.

Dalam pertemuan itu, Isnanto menjelaskan bahwa Sekretariat DPRD Lombok Barat dalam hal menyebarluaskan informasi kepada publik telah menjalin kerja sama dengan sejumlah media massa, baik media cetak maupun media elektronik radio dan media daring (online).

Sekretariat DPRD Lombok Barat, lanjutnya, tetap menjadikan insan pers sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi dan mensosialisasikan berbagai produk legislasi yang dihasilkan DPRD setempat.

Isnanto menambahkan, pihaknya belum lama ini telah berinisiatif melakukan uji coba penyebarluasan informasi secara audio visual, yakni dengan mengoperasikan siaran televisi lokal.

“Ide membuat siaran televisi yang kami beri nama “TV Parlemen” ini awalnya datang dari beberapa rekan wartawan,” paparnya.

Namun, kata dia, program penayangan siaran “TV Parlemen” DPRD Lombok Barat tersebut belum bisa direalisasikan melalui frekuensi publik karena ketiadaan anggaran. (LMC-02)




BNPT Ajak Jurnaslis Sumut Bersinergi Perangi Radikalisme

Para pemateri sosialisasi bertajuk “Literasi Media, Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme di Masyarakat”, foto bersama sebagian peserta, di Medan, Kamis (7/9). Acara yang berlangsung selama dua hari itu digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumut. (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 7/9 (LintasMedan) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak perusahaan media dan jurnalis di Sumatera Utara (Sumut) berisinergi bersama berbagai komponen masyarakat lain agar ikut berperan aktif memerangi paham radikal atau radikalisme dan terorisme yang keberadaannya masih terasa di dalam negeri.

Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk “Literasi Media, Upaya Cegah dan Tangkal Radikalisme di Masyarakat” yang digelar BNPT bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumut, di Medan, Kamis (7/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri, antara lain Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Hamli, Jimmy Silalahi dari Dewan Pers, Ali Murtahado (jurnalis Medan), Willy Pramudiah (jurnalis Jakarta) dan Faris M Hanif (jurnalis media online).

“Semua elemen patut mawas diri dan waspada terhadap radikalisme. Masyarakat harus sadar dan paham terhadap perlunya untuk melawan radikalisme, termasuk yang disebarkan lewat media sosial atau dunia maya,” kata Hamli dalam acara yang dihadiri puluhan peserta dari kalangan pers, penulis blogger, aktivis pemuda dan perwakilan beberapa ormas tersebut.

Ia mengemukakan pelibatan masyarakat dalam memerangi radikalisme, termasuk yang ada di dunia maya menjadi penting agar mereka paham dan mengerti bahwa kontraradikalisme itu harus terus digiatkan.

“Penyadaran sikap dan pemahaman pentingnya antiradikalisme ini harus melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pers guna memerangi berita-berita atau unggahan yang bersifat negatif,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian dilakukan BNPT bekerja sama dengan sejumlah pihak, lanjutnya, 72 persen masyarakat di Tanah Air merupakan masyarakat yang antiradikalisme, namun masyarakat tersebut bersikap toleran pasif yang seharusnya toleran aktif.

Sementara itu, dalam hasil penelitian itu juga disebutkan rakyat yang terlibat dalam aksi radikalisme tak lebih dari 1 persen, 7,7 persen mau radikalisme dan 0,4 persen sudah melakukan radikalisme.

Data tersebut bersumber dari hasil penelitian ilmiah kerja sama BNPT dengan sejumlah lembaga peneliti terpercaya.

Hamli menambahkan, upaya pihak-pihak menyebarkan teror dan berita-berita “hoax” di Tanah Air sudah merambah seluruh aspek dan dimensi kehidupan tanpa memandang status sosial, agama, ras, suku dan jenjang lembaga pendidikan.

Keberadaan ‘virus’ radikalisme dan terorisme sendiri bisa melalui bermacam-macam cara, baik itu “offline” maupun “online”.

Untuk cara “offline”, misalnya, melalui rumah ibadah dan kos-kosan. Sedangkan melalui “online” bisa lewat berbagai macam media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, dan Telegra

Hamli menambahkan, seiring perkembangan zaman dan hadirnya internet di kalangan masyarakat, tidak hanya memberikan dampak positif, akan tetapi juga berdampak negatif.

Seperti halnya dengan media sosial sebagai salah satu produk pengguna internet, katanya, kini memiliki kecenderungan sebagai sarana penyebarluasan konten informasi palsu (hoax).

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap bisa menjadi literasi untuk mengantisipasi hal-hal tersebut,” kata jenderal bintang satu itu.

Sementara itu, Ketua FKPT Provinsi Sumut, Zulkarnain Nasution, mengatakan bahwa radikalisme dan terorisme kerap menyebarkan kebingungan dan rasa takut di tengah masyarakat, sehingga gerakan tersebut tidak boleh tumbuh di Indonesia, termasuk di Sumut.

Untuk menangkal radikalisme dan terorisme, pihaknya berharap media massa di Sumut perlu lebih gencar lagi menyebarluaskan informasi seputar kearifan lokal sekaligus ikut melakukan sosialisasi penggunaan internet secara benar dan sehat kepada masyarakat.

Lebih bijaksana menggunakan internet utk mencegah perluasan radikalisme dan terorisme.
Di Sumut BNPT punya kelompok bloger yang aktif menyampaikan utk lebih cerdas menggunakan media sosial.

Dikatakan Zulkarnain, pihaknya bekerja sama dengan BNPT turut memanfaatkan media sosial untuk mencegah terjadinya radikalisme di kalangan generasi muda.

“Kami merekrut anak-anak muda yang di media sosial mempunyai pengikut banyak, untuk turut menyebarkan mengenai bahaya radikalisme,” paparnya.

Sebab, diakuinya, kekuatan komunitas media sosial dan jurnalisme warga perlu senantiasa diberdayakan untuk ikut memerangi paham radikalisme serta informasi bohong berisi ujaran kebencian dan bernuansa SARA. (LMC-02)




Turnamen Tenis Meja Jurnalis – ASN Pemprov Sumut Jadi Agenda Rutin

Pertandingan eksebisi antara pasangan Sekdaprov Sumut H Hasban Ritonga/Ilyas S Sitorus (Kabiro Humas) melawan pasangan jurnalis Khairul Muslim/Irvan Sugito di turnamen tenis meja menyambut HUT ke 69 Pemprov Sumut, Jumat (5/5) di Aula Martabe Kantor Gubernur.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 5/5 (LintasMedan) – Turnamen tenis meja dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke- 69 Provinsi Sumut yang digelar Jumat di Aula Martabe Kantor Gubernur berlangsung meriah.

Even yang diprakarsai oleh kalangan wartawan yang bertugas di kantor Gubernur Sumut itu diikuti 75 peserta dari jurnalis dan Aparatur Sipil Negara (ASN) berbagai instansi jajaran Pemprov setempat.

Pertandingan diawali dengan eksebisi pasangan Sekdaprov Sumut, Hasban Ritonga dengan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas S Sitorus melawan pasangan jurnalis, Khairul Muslim dan Irvan Sugito.

Ketua panitia pelaksana Khairul Muslim mengatakan partai final akan berlangsung, Sabtu (6/5), dan direncanakan ditutup oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

“Panitia memutuskan partai final akan digelar mulai besok pagi pukul 7.30 WIB, sekaligus penyerahan hadiah dan penutupan oleh Gubernur,” ujar Khairul yang juga koordinator wartawan unit Pemprov Sumut.

Adapun yang akan bertanding di partai final yakni, untuk tunggal putera berhadapan, Ishak (BP2RD) dengan Pangeran (Biro Humas).

Tunggal Puteri, Winda (Biro Hukum) melawan Normin (Biro Humas)

Sedangkan di ganda putra berhadapan Azis/Zulfan (Dinas Kominfo) berhadapan dengan Ishak/Zulmatias (Dinas Kominfo).

Ganda Puteri, Normin/Srikaya (Biro Humas) melawan Hanna/Kasima (Dinas Kominfo).

Sementara posisi tiga kategori tunggal putera ditempati Yetno (Dinas Lingkungan Hidup) dengan skor 3-0, menaklukkan Salamuddin (Dinas Pendidikan).

Tunggal Puteri posisi ketiga direbut Hanna Ahron (Dinas Kominfo) yang unggul melawan Ella (Dinas Lingkungan Hidup).

Selanjutnya ganda putera direbut pasangan Pangeran/Salman yang unggul 3-0 dari Khairul Muslim/Asril(wartawan).

Posisi ketiga kategori ganda putri diraih pasangan Nining/Ella( Dinas Lingkungan Hidup) yang mengungguli Syahyetti/Emmi Fitra (Perpustakaan) dengan skor 3-0.

Sekda Hasban Ritonga menyambut baik turnamen yang tidak saja menjadi promosi pola hidup sehat namun juga ajang penguatan keakraban dan silahturahmi antar ASN dan wartawan.

“Saya mendukung event ini menjadi agenda rutin, dan digelar dengan melibatkan lebih banyak pihak,” ujarnya.(LMC-02)




Sensasi Berkendara 3 Model Terbaru Chevrolet

Presiden Direktur General Motor Indonesia (GMI) Gaurav Gupta (kiri) bersama para direktur GMI lainnya saat memperkenalkan keunggulan 3 produk terbaru Chevrolet, Senin (17/4).(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 17/4 (LintasMedan) – Ada yang seru di momen “Chevrolet Indonesia Sapa Medan”.

Usai peluncuran resmi The All new Chevrolet di Jakarta akhir Februari 2017, Senin (17/4) Chevrolet Indonesia memperkenalkan produknya itu di Kota Medan dengan mengajak sejumlah Jurnalis  merasakan langsung sensasi berkendara tiga model terbaru Chevrolet, yakni The All New Traiblazer, Trax dan Spark.

Rombongan jurnalis berkeliling Kota Medan usai dilepas dari JW Marriot Hotel, kemudian mengunjungi sejumlah showroom Chevrolet di kawasan Jalan Letda Sujono, dan Tanjung Mulia.

Sedikitnya ada delapan unit iring-iringan mobil membawa kalangan insan pers ini untuk membuktikan langsung keunggulan fitur-fitur dari tiga model terbaru Chevrolet yang dinyatakan belum dimiliki oleh kompetitor lain.

Presiden Direktur General Motors Indonesia (GMI) Gaurav Gupta, sebelumnya menyampaikan ‘peluncuran produk baru ini untuk mempertegas upaya General Motors Indonesia untuk selalu memberikan konsumen pengalaman berkendara kelas dunia melalui produk-produk dengan fitur inovatif.

Produk dengan fitur inovatif itu meliputi tehnologi tertinggi dalam hal keselamatan berkendara.

Dia yakin Chevrolet tetap mendapat tempat di hati warga Kota Medan sebagai salah satu kota terbessar
di Indonesia. “Medan tetap menjadi pasar yang potensial,” ujarnya tanpa bersedia menjelaskan berapa besar target penjualan di kota ini.

Namun Gupta menegaskan bahwa peluncuran produk tersebut sekaligus melengkapi investasi berkelanjutan dari Chevrolet untuk pasar Indonesia seperti peningkatan jaringan diler, pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia serta program Chevrolet Complete Care.

Sales and Network Director GMI, Donald Rahmat didampingi Rowan D Suhendy, Product Planning and Manager menjelaskan bahwa 3 produk yang baru diluncurkan ini memiliki lima kekuatan yang menjadi pilar, yakni design, performance, tehnology, safety dan comfort.

Memberikan penjelasan tentang keunggulan Chevrolet terbaru.(Foto:LintasMedan/irma)

Salah satu keunggulan yang belum dimiliki kompetitor lain di antaranya kata Donald pada kategori safety karena pihaknya memang sangat mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Keselamatan adalah sesuatu yang paling penting bagi Chevrolet,” ujarnya.

Kenderaan ini bahkan mampu mendeteksi berupa tanda peringatan dari kaca spion apabila ada kenderaan lain yang melintas dari sisi kanan dan kiri. Begitu juga ketika kenderaan melewati garis pembatas jalan, serta rem akan secara otomatis berhenti saat mobil mundur pada medan yang terjal.

“Ketika ada mobil di belakang juga langsung terdeteksi. Ada fiturnya sehingga pengemudi tidak disibukkan saat mundur ketika berada di parkiran,” kata Donald.

Untuk The All New Chevrolet Trailblazer juga menghadirkan beberapa fittur yang pertama kali hadir untuk SUV premium Indonesia, yaitu remote start dan remote AC dengan mesin yang memiliki spesifikasi untuk bahan bakar solar B20.

The All New Trailblazer menawarkan kepada pelanggan dengan jaminan perwatan mesin selama tiga tahun, termasuk suku cadang, oli, dan biaya servis. Tersedia dalam dua trim, LT dan LTZ.

Untuk LT 2.5L Duramex Diesel with VGT, Rp442.500.000 sedangkan untuk LTZ 2.5L dibandrol seharga Rp467.500.000 untuk Sumatera Utara.

Sedangkan kategori Chevrolet Trax tersedia dalam dua trim LT dan LTZ yang ditawarkan dengan harga untuk Trax 1.4 L Turbo LT seharga Rp291.400.000 dan LTZ Rp 317.500.000 (OTR Sumatera Utara)

Sementara Chevrolet Spark tersedia dalam satu trim Spark 1.4 LTZ yang ditawarkan dengan harga Rp208.400.000 (OTR Sumatera Utara).

Ketiga jenis tersebut tersebia dalam beberapa warna pilihan yang menarik untuk memenuhi kegemaran pelanggan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk terbaru Chevrolet pelanggan di Sumut khususnya Kota Medan dapat mengunjungi jaringan atau diler resminya, sebagai berikut.
Mega Central Autoniaga Medan Jalan Letda Sujono No 111-A Medan, telepon (061) 7344555.
dan Jalan Gunung Krakatau No 42 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan Timur, telepon (061) 6629555.(LMC-02)




Jurnalis Rasakan Sensasi Yamaha Aerox 155VVA

 Divisi Manajer Promotion & Motorsports PT Alfa Scorpii Joni Lee bersama para insan pers pada acara Perkenalan produk baru Yamaha Aerox 155VV, Jumat (17/3) di Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan.(Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 17/3 (LintasMedan) – Sejumlah jurnalis olahraga terbitan Medan merasakan sensasi mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox 155VV. Mereka melakukan test ride skuter matik berkapasitas mesin 155cc tersebut di halaman Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan, Jumat.

Varian Aerox 155 tipe S-Version diturunkan dalam sesi test ride tersebut. Para jurnalis itu tak segan meliuk-liuk di pelataran parkir untuk menguji kemampuan akselerasi dan manuver motor yang akan
dipamerkan selama sebulan penuh mulai 17 Maret hingga 17 April, di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Tapian Daya, Medan.

“Motor Aerox paling top! Pertama kali liat saya langsung suka,” puji wartawan Waspada Armansyah Thahier. Desain sporty Aerox 155 VVA menjadi daya tarik tersendiri, khususnya buat penyuka balap. Teknologi VVA yang digunakan membuat performa mesin mengentak sejak putaran
bawah sampai atas.

Yamaha Aerox 155 VVA S-Version dilengkapi immobilizer, yang memungkinkan motor bisa dinyalakan tanpa anak kunci.

Fitur tersebut sekaligus berfungsi sebagai peranti keamanan saat motor diparkir. Guna
memberikan kemudahan pada pengendara saat bepergian, motor yang sudah dijual melalui sistem booking online tersebut dilengkapi electric power socket untuk mengisi daya gadget.

“Banyak sekali keunggulan (Aerox 155 VVA), seperti smart key system ini buat kita lebih mudah, semakin praktis dan aman dengan immobilizer, dan answer back system untuk memudahkan mencari motor.

Bannya juga lebih lebar seperti motor racing, buat nikung pasti lebih enak dan lebih stabil saat bermanuver. Saya juga tertarik dengan desain yang sangat sporty juga berkesan seperti Yamaha M1 pada bagian belakang motor,” papar Analisa Faisal Pardede.

Galang Hendra setelah melakukan test ride. Divisi Manajer Promotion & Motorsports PT Alfa Scorpii Joni Lee mengatakan, produk ini memang sudah banyak ditunggu oleh masyarakat pecinta motor sporty, khususnya maticers.

Tidak hanya untuk jenis NMax yang sudah one stage Ahead dengan rutin melakukan touring ke sejumlah kota, pihaknya juga telah agendakan touring kepada pecinta Aerox padan 25 Maret mendatang.

Marketing Development Head Alfa Scorpii Yamaha, Ahmad menegaskan jika kehadiran Aerox setelah dua minggu dipasarkan, tidak menjadi saingan untuk jenis NMax. Karena kedua produk memiliki keunggulan yang sangat berbeda.

Bahkan kehadiran Aerox 155 VVA membawa potensi besar bagi konsumen sporty scooter termasuk di Kota Medan.

“Kita optimis bisa capai target penjualan untuk jenis Aerox. Meskipun kami belum bisa kasih gambaran yang jelas, tapi untuk penjualan selama dua minggu terakhir saja sudah ada 3600 unit pesanan. Wajar memang karena ini masih merupakan produk baru, banyak permintaan konsumen yang inden. Tapi, selama sebulan ke depan, inden akan kami penuhi semua,” ucapnya.

Meski begitu, memang ada perbedaan dari segi konsumen Nmax dengab Aerox 155 VVA. Manager Promosi PT YIMM arena Medan Irsal mengatakan, untuk jenis Aerox memang banyak diminati oleh kalangan executive muda dan pekerja kantoran yang memang ingin merasakan sensasi berkendara
sehari – hari.

Sedangkan Nmax diminati bagi orang yang berjiwa muda sekaligus ingin bernostalgia dengan kegiatan sport seperti touring dan perjalanan dengan jarak tempuh jauh.

Selain memperkenalkan produk Aerox VVA, pecinta matic khusus bagi kaum adam dihadirkan jenis terbaru yakni Fino 125 cc grande. Kali ini, selain cocok dikendarai oleh kaum pria, Fino Grande juga memiliki tiga keunggulan terbaru antara lain Styles, Irit, dan praktis. Selain itu juga lebih ramah lingkungan.(LMC/rel)