Lapak PKL Pemicu Kemacetan Terminal Amplas Ditertibkan

Petugas Satpol PP Pemko Medan bekerjasama dengan aparat Polrestabes Medan membongkar sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitaar jembatan layang atau fly over Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (8/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/10 (LintasMedan) – Sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini dianggap turut menjadi pemicu kemacetan dan kesemrawutan situasi lalu lintas di sekitar terminal terpadu Amplas dan jembatan layang atau fly over Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (8/10) ditertibkan oleh petugas tim gabungan Pemko Medan bekerjasama dengan Polrestabes setempat.

“Kita minta pedagang kaki lima jangan berjualan lagi di atas trotoar, sebab trotoar dibangun bukan untuk tempat berjualan melainkan tempat pejalan kaki,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Renward Bakara.

Ia menegaskan, tindakan penertiban terhadap PKL yang berjualan di atas trotoar akan terus dilakukan agar tempat penjalan kaki di kawasan terminal Amplas benar-benar berfungsi.

Selain itu, pihaknya juga minta kepada pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat agar tidak menjadikan trotoar sebagai area parkir.

Renward menambahkan, kegiatan penertiban itu dilakukan selain untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, juga untuk mendukung penataan yang dilakukan Pemko Medan agar ibukota Provinsi Sumatera Utara menjadi lebih tertib, bermartabat dan lebih indah.

“Medan Rumah Kita, mari kita jaga bersama sehingga menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.

Setelah mensterilkan kawasan Terminal Terpadu Amplas dari PKL, tim gabungan selanjutnya melakukan penertiban terhadap angkutan umum yang sengaja memanfaatkan kawasan jembatan layang di Jalan Sisingamangaraja sebagai terminal dadakan, sehingga sering menimbulkan kemacetan panjang kendaraan bermotor.

Di beberapa titik di sekitar fly over itu, petugas Dishub Medan terpaksa memberikan sanksi tilang terhadap mobil angkutan kota maupun armada angkutan kota dalam provinsi (AKDP) yang parkir sembarangan.

“Tindakan tegas terpaksa kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada pengendara kendaraan bermotor maupun angkutan umum. Selain penilangan dan penahanan, kita juga menggembosi ban kenderaan bermotor roda empat yang kedapatan parkir sembarangan,” kata Renward.

Ia menghimbau kepada pemilik angkutan umum yang tidak memiliki izin pool agar menaikkan dan menurunkan setiap penumpang di terminal terpadu Amplas. (LMC-04)




Pemadaman Listrik Picu Kemacetan di Medan

Ilustrasi – Kemacetan lalu lintas di salah satu ruas jalan di Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 16/5 (LintasMedan) – Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sumut semakin memperparah kondisi  kemacetan lalu lintas di jalan-jalan Kota Medan, Selasa.

Beradasarkan pantauan lintasmedan.com, kemacetan panjang umumnya terjadi di perempatan maupun pertigaan jalan raya, seperti di Jalan Jenderal A.H Nasution dan Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sutomo ujung, Jalan Prof H.M Yamin serta Jalan Jamin Ginting dan Jalan Dr Mansyur.

Kondisi tersebut disebabkan lampu pengatur arus lalu lintas  (traffic light) tidak berfungsi sejak pagi hingga menjelang siang hari.

Selain disebabkan tidak berfungsinya secara maksimal traffic light,  di sekitar pertigaan Jalan Sisingamangaraja dengan Jalan Jenderal A.H Nasution, misalnya, kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut terlihat semakin parah sejak beberapa pekan terakhir karena di sekitar lokasi itu  hingga saat ini masih dilakukan pengerjaan proyek peningkatan kualitas badan jalan.

Ribuan kendaraan terlihat berjalan lamban dan bahkan dari sisi utara maupun dari arah selatan kemacetan kerap membuat ratusan kendaraan roda empat nyaris tak bergerak.

Sementara  sejumlah personel kepolisian dibantu petugas Dinas Perhubungan Kota Medan tampak berupaya mengatur lalu lintas kendaraan untuk mengurai kemacetan yang semakin “mengular”.

Informasi yang dihimpun, pihak PLN Area Medan sejak sekitar sepekan terakhir sedang melakukan pemeliharaan jaringan distribusi untuk meningkatkan keandalan suplay tenaga listrik ke pelanggan menjelang bulan suci Ramadhan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan perawatan jaringan untuk memastikan seluruhnya dalam kondisi baik. (LMC-01)




LRT Solusi Atasi Kemacetan Medan

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menyampaikan paparannya dalam seminar bertema “Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Kota Medan dan Mitigasinya”,  di Hotel Grandika Jalan dr. Mansyur Medan, Selasa (9/5).  (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/5 (LintasMedan) – Kereta api ringan atau “light rail transit” (LRT) yang merupakan jenis transportasi modern menjadi kebutuhan mendesak di Kota Medan, mengingat ibu kota Provinsi Sumut itu mulai dihadapkan pada persoalan kemacetan lalu lintas.

“Kalau bisa tahun 2020 proyek LRT ini sudah “running”. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, jika menunggu hingga tahun 2023, Kota Medan akan mengalami stagnasi lalu lintas pada tahun 2024,” kata Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dalam seminar bertema “Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Light Rail Transit di Kota Medan dan Mitigasinya”, di Medan, Selasa.

Dalam acara yang dihadiri kalangan akademisi, pimpinan asosiasi jasa transportasi dan perbankan itu, Wakil Walikota Medan, memaparkan, keberadaan LRT adalah kebutuhan mendesak dan bukan karena gagah-gagahan.

Karena itu, pihaknya berharap semua institusi yang terkait dengan pembangunan proyek pemerintah pusat tersebut harus berada dalam harmoni yang sama dan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, namun saling terintegrasi antara satu dengan yang lainnya.

Akhyar menambahkan, Pemko Medan sangat berkomitmen dalam pembangunan transportasi massal apapun modanya.

Sebab, transportasi massal adalah salah satu solusi dari upaya mengurai kemacetan yang ada di Kota Medan akibat terus bertambahnya jumlah kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat, menjelaskan bahwa LRT yang akan dibangun nanti diharapkan akan terintegrasi dengan Bus Rapit Transportation (BRT) maupun dengan commuter line dari PT KAI serta angkutan kota yang sudah ada.

“Kami berharap pembangunan sarana LRT di Kota Medan perlu segera direalisasikan sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya dengan nyaman, tanpa kemacetan,” ucapnya.

Berdasarkan hasil kajian sementara yang telah dilakukan, jalur LRT rencananya akan melintasi Stasiun Besar Kereta Api (KA) Medan, Jalan Williem Iskandar, Jalan M Yamin, Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Setia Budi, Jalan Djamin Ginting, dan terakhir di Pasar Induk Laucih, Tuntungan.

Sedangkan jalur Bus Rapid Transit (BRT) direncanakan akan menghubungkan kawasan sub pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar inti kota, seperti Pasar Induk Laucih, Terminal Amplas, dan Pelabuhan Belawan untuk menuju kawasan inti kota.

Namun disiapkan juga rencana melintasi Jalan Sisingamangaraja atau batas kota menuju Lapangan Merdeka, Jalan Gatot Subroto, hingga Kampung Lalang. (LMC-03)