30 Jenazah Korban Kebakaran Pabrik Mancis di Langkat Teridentifikasi

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan sisa kobaran api yang menghanguskan seluruh bangunan rumah yang menjadi tempat pembuatan mancis  di Jalan Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/6 (LintasMedan) – Sebanyak 30 jenazah korban kebakaran di pabrik mancis Jalan Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat, sudah teridentifikasi.

“Data terakhir dari lapangan sebanyak 30 orang tewas, dan ini sudah teridentifikasi semua,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis.

Namun, lanjutnya, faktor penyebab terbakarnya bangunan rumah yang dijadikan lokasi usaha pembuatan mancis tersebut masih belum diketahui secara rinci.

Korban tewas disebut terdiri dari ibu rumah tangga dan anak-anak yang ikut ke lokasi kerja.

Kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 11.30 WIB dan kemudian berhasil dipadamkan dua jam kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 30 korban tersebut dikabarkan tewas terpanggang karena terjebak di dalam bangunan.

“Waktu kebakaran itu kondisi pintu depan rumah terkunci, yang buka hanya pintu belakang, sedangkan sumber kebakaran dari arah belakang,” kata seorang saksi bernama Suryadi.

Ia menambahkan, seluruh korban tewas akibat kebakaran tersebut berjenis kelamin perempuan.

Sementara itu, Kapolsek Binjai AKP Binsar Naibaho, menjelaskan saat terjadi kebakaran kondisi rumah yang dijadikan pabrik mancis itu tertutup, bahkan jendelanya disebut dibeton.

“Keadaan rumah dikunci, jendela depan rumah di tutup, dicor (dibeton). Jadi kita tidak bisa lihat apa kegiatan di dalam,” ujarnya.

Binsar mengatakan korban kebanyakan ditemukan di kamar bagian depan. Setidaknya, kata Binsar, ada 28 korban yang ditemukan di kamar itu.

“Korban kebanyakan di kamar depan. Dua puluh delapan orang berada di kamar depan,” tuturnya.

Rumah yang menjadi lokasi pabrik mancis itu diketahui milik Sri Maya dan selama empat tahun terakhir disewakan kepada Burhan (37), warga Jalan Bintang Terang Dusun XV, Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Berikut nama-nama korban kebakaran pabrik mancis tersebut:

1. Nurhayati
2. Yunita Sari
3. Pinja (anak Yunita Sari)
4. Sasa (anak Yunita Sari)
5. Suci/Aseh
6. Mia
7. Ayu
8. Desi / Ismi
9. Juna (anak Desi)
10. Bisma (anak Desi)
11. Dhijah
12. Maya
13. Rani
14. Alfiah
15. Rina
16. Amini
17. Kiki
18. Priska
19. Yuni (Mak Putri)
20. Sawitri
21. Fitri
22. Sifah (anak Fitri)
23. Wiwik
24. Rita
25. Rizki (Pendatang)
26. Imar
27. Lia (mandor)
28. Yanti
29. Sri Ramadhani
30. Sumiati. (LMC-03)




Wakil Walikota Medan Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kanan) menyerahkan paket bantuan kepada beberapa orang perwakilan kepala keluarga korban kebakaran Jalan Alumunium III Lingkungan XII, di Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, Jumat (24/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 24/5 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution menyerahkan bantuan berupa bahan bangunan, perlengkapan masak, pakaian sekolah dan bantuan secara pribadi dalam bentuk uang tunai kepada korban musibah kebakaran di Jalan Alumunium III, Lingkungan XII Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Jumat (24/5).

Paket bantuan tersebut diserahkan Akhyar Nasution usai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al Ikhlas yang berlokasi tidak jauh dari delapan rumah yang terbakar tersebut.

Diketahui, kebakaran ini terjadi pada Kamis (23/5) pagi dan sedikitnya delapan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Wakil Walikota menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka dan merasa prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga di kawasan padat penduduk tersebut.

“Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi kepada warga yang berada di Jalan Alumunium III, Lingkungan XII, Kelurahan Tanjung Mulia ini. Kepada para korban agar ikhlas menerima musibah di bulan Ramadan ini dan semoga Allah SWT mengganti lebih dari yang kalian punya kemarin di hari mendatang,” ucap Akhyar.

Ia juga berharap bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban bagi para korban yang tertimpa musibah kebakaran sehingga para korban tidak berlama-lama larut dalam kesedihan dan dapat segera beraktifitas kembali.

“Memang bantuan ini tidak seberapa, tetapi saya berharap dapat meringankan beban bagi para korban yang tertimpa musibah, semoga dengan bantuan ini para korban dapat segera beraktifitas kembali,” ujarnya. (LMC-04)




BNPB: Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Bertambah

Salah satu perkampungan terdampak tsunami Selat Sunda di pesisir Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (22/12). (Foto: LintasMedan/twitter Sutopo)

Jakarta, 23/12 (LintasMedan) – Jumlah korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12) terus bertambah, di mana kini telah mencapai 43 orang.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu, menyebutkan, hingga Minggu (23/12) pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang hilang.

“Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu di Lampung, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan 89 orang mengalami luka-luka. Kemudian ada 30 unit rumah mengalami rusak berat di sana.

Kemudian di Serang, lanjutnya, ada tiga orang yang meninggal dunia, dua orang mengalami luka-luka sedangkan dua orang lainnya dinyatakan hilang.

Ia mengatakan hingga kini pendataan masih terus dilakukan dan kemungkinan jumlah korban masih bertambah.

BNPB mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai untuk sementara waktu.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya,” ujarnya.

Bukan disebabkan gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gelombang tsunami yang menerjang sekitar Selat Sunda, tepatnya di Pantai Barat Banten, bukan disebabkan karena adanya gempa bumi.

Pernyataan tertulis tersebut diunggah di akun twitter BMKG @infoBMKG, pada Minggu (23/12) pukul 07.31 WIB.

Berdasarkan alat pencatat gelombang laut atau Tide Gauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian gelombang 0.9 meter, tide gauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 m.

Tide gauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 m Tide gauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 m. (LMC-03/rel)




BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Longsor Parapat

Material longsor menghantam  tiga unit kendaraan bermotor di ruas jembatan Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Selasa (18/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 18/12 (LintasMedan) – Bencana tanah longsor yang terjadi di ruas jalan lintas Sumatera persisnya di Jembatan Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Selasa (18/12) sore dilaporkan tidak ada merenggut korban jiwa,

Keterangan yang dihimpun lintasmedan.com, akibat kejadian itu satu unit truk, satu unit mobil pickup, dan satu unit mobil rush tertimpa material longsor.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa, karena pengendara berhasil menyelamatkan diri,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut),  Riadil Akhir Lubis.

Ia menjelaskan, peristiwa longsor tersebut telah berlangsung beberapa kali sejak pukul 11.00 WIB. Namun pada pukul 16.45 WIB longsor kembali terjadi dan menimbun beberapa unit kendaraan roda empat.

Saat terjadi longsor susulan, di kawasan itu sedang diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat.

Beberapa saat pascaperistiwa itu, proses evakuasi mulai dilakukan dan satu unit alat berat sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menyingkirkan timbunan material longsor yang menutup badan jalan yang berjarak sekitar dua kilometer dari kota turis Parapat tersebut.

Faktor cuaca menjadi hambatan petugas di lapangan ketika menyingkirkan material longsor yang didominasi lumpur serta ada kekhawatiran terjadi longsor susulan.

Selama proses evakuasi material longsor, kata Riadil, arus lalu lintas dari arah Parapat maupun Kota Pematang Siantar terpaksa harus dihentikan sementara.

“Direncanakan akan dilakukan pengalihan arus kendaraan dari Simpang Palang, sebelum kawasan Aek Nauli (sebelum Parapat – menuju Sipanganbolon) lewat Kota Parapat sepanjang 18 kilometer,” paparnya. (LMC-03)




SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tertimbun Longsor Tobasa

Petugas Tim SAR Gabungan dan warga melakukan pencarian korban longsor di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara. (Foto: LintasMedan/ist)

Toba Samosir, 14/12 (LintasMedan) – Tim SAR Gabungan bersama masyarakat melanjuatkan pencarian korban tetutup tanah longsor di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Tobasa, Sumatera Utara.

Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran persa, Kamis (13/12), menyebutkan, Tim SAR Gabungan dari BPBD Toba Samosir bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dari PT Inalum, PT Jasa Tirta, PT Badjra Daya, PT TPL, relawan lain dan masyarakat terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan jenazah tertimbun longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Disebutkan, longsor menimbun 4 rumah dengan 12 orang warga di dalam rumah saat masih tidur. Dua orang masih dalam pencarian dan dua orang selamat dalam kondisi luka-luka dan para korban bencana alam itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sutopo menambahkan, hujan yang terus-menerus mengguyur sejak Minggu hingga Kamis (13/12) menyebabkan longsor di beberapa tempat.

Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun empat rumah di bawahnya.

Timbunan longsor bercampur lumpur serta tanah liat yang tebal mempersulit pencarian. Badan jalan yang menghubungkan kabupaten Tobasa ke Kabupaten Asahan itu sempat lumpuh hingga pukul 16.00 WIB.

Panjangnya longsoran tersebut kurang lebih 300 meter dengan lebar 100 meter. Pada saat evakuasi, tanah liat yang menimbun rumah korban tersebut dialiri air yang berasal daru tebing yang kontur kemiringan tanahnya cukup terjal.

Warga setempat sekaligus keluarga korban, Surung Panjaitan (50) mengaku pada saat kejadian tidak ada suara gemuruh. Proses longsor berlangsung cepat. Tidak sampai satu menit, empat rumah rumah tersebut langsung tertimbun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tobasa, menyebutkan, delapam korban yang tewas, yakni Rosdiana Nainggolan (35), Nia Marpaung (14), Jones tambunan (49), Nurcahaya Marpaung (47), Sumadi Tambunan (20), Amri Tambunan (15), Sarli Tambunan (19), dan Mantu Tambunan (76).

Sedangkan untuk korban selamat, adalah Jecky Marpaung (15), Alfeno Marpaung (6), Saor Sitorus (73), Jetro Simangunsong (46), dan Lisbet Sihotang (45). Sementara korban hilang bernama Sutan Japri Marpaung (35) dan Kasmer Marpaung (45). (LMC-04)




Mayoritas Korban Meninggal Banjir Mandailing Natal Pelajar

Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution (kiri) dan Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji (kiri), meninjau perkampungan penduduk yang rusak diterjang banjir di Kecamatan Panyabungan, Sabtu (13/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 14/10 (LintasMedan) – Banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut pada 12 Oktober 2018 telah mengakibatkan sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan mayoritas terdiri dari anak sekolah atau pelajar.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa hingga Sabtu (13/10) malam jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang, terdiri dari 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, tiga orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan dua orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Sebanyak 12 orang anak sekolah yang meninggal tersebut merupakan bagian dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang masuk sore hari pada saat banjir bandang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

Sementara sisanya sebanyak 17 anak lainnya pada saat kejadian berhasil diselamatkan.

“Semua korban adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Dari 17 anak yang selamat 7 anak di antaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Selain itu, lanjutnya, terdapat dua orang guru juga berhasil ditemukan selamat.

Banjir yang melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Madina mengakibatkan 17 rumah roboh, lima rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir, sembilan rumah rusak berat dan tiga bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi.

“Pada saat banjir di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis, ketinggian air mencapai 1-2 meter,” kata Sutopo.

Pascaperistiwa itu, menurut dia, Tim SAR gabungan bersama relawan dan masyarakat telah mengevakuasi sejumlah kepala keluarga dan 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di wilayah itu juga sudah dapat diatasi.

“Hingga malam ini tidak lagi ada laporan kelurga yang merasa kehilangan anggota keluarganya di 11 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal yang mengalami banjir bandang, banjir dan longsor,” tambah Sutopo.

Berikut ini data korban jiwa akibat banjir bandang:
1. Isroil (9 tahun)
2. Habsoh (9 tahun)
3. Alfisyahri (9 tahun)
4. Masitoh (9 tahun)
5. Dahleni (10 tahun)
6. Tiara (10 tahun)
7. Isnan (10 tahun)
8. Ahidan (10 tahun)
9. Rian Syahputra (10 tahun)
10. Sohifah (12 tahun)
11. Aisyah (12 tahun)
12. Mutiah (12 tahun). (LMC-03/rel)




Pemko Medan Bantu Korban Kebakaran Jalan Mangkubumi

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kanan) berdialog dengan warga korban kebakaran di aula kanto Lurah Aur Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis (11/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 11/10 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran di Jalan Mangkubumi Lingkungan IX, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun pada Rabu (10/10) malam.

Bantuan berupa sembako, peralatan tidur, makanan siap saji, selimut, pakaian dan peralatan sekolah serta bahan bangunan seperti semen, kayu dan seng tersebut diserahkan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution di aula kantor Lurah Aur Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis (11/10).

Usai memberikan bantuan, Akhyar dalam sambutan singkatnya menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran tersebut.

Ia berharap bantuan yang diberikan itu dapat menjadi pembangkit semangat bagi warga untuk cepat bangkit dan melanjutkan kembali kehidupan seperti semula.

“Semoga bantuan yang kita berikan ini dapat menjadi pembangit semangat sehingga warga korban kebakaran cepat bangkit serta melanjutkan kembali kehidupan seperti semula,” kata Akhyar.

Sebagaimana diinformasikan, kebakaran yang melanda perkampungan padat penduduk itu mengakibatkan 22 unit rumah hangus sehingga puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba beberapa meni pascaperistiwa itu berusaha mengusai kobaran api agar tidak meluas dan terpaksa merobohkan 13 unit rumah guna memperlancar keluar masuk mobil pemadam kebakaran.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring juga berharap agar warga tidak terus larut dengan kesedihan dan cepat bangkit untuk menata kembali kehidupan bersama anggota keluarga masing-masing pasca kebakaran terjadi.

“Kita harapkan bantuan ini dapat menjadi pendorong semangat sehingga saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran cepat bangkit. BPBD Kota Medan siap terus membantu,” ujarnya. (LMC-04)




Pemprov Sumut Bantu Korban Gempa Palu

Ilustrasi – Seorang warga melintas di Perumnas Balaroa yang terdampak gempa, Palu, Sulawesi Tengah. Gempa berkekuatan 7,4 skala richter yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (28/9) menghancurkan rumah warga dan warga terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman. (Foto: LintasMedan/JPNN)

Medan, 2/10 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan untuk para korban gempa tektonik dan tsunami yang menguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat, (28/9).

“Sumatera Utara harus benar-benar hadir untuk Palu dan Donggala, sehingga secepatnya bantuan logistik ini harus kita kirim untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di sana,” ujar Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di Medan, Selasa.

Edy Rahmayadi yang didampingi Wagub Sumut Musa Rajeksah, menyatakan hal itu saat menerima audiensi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Riadil Akhir Lubis dan Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut Roni Romantika.

Pada kesempatan itu, Gubernur berpesan agar tidak hanya jajaran Pemprov Sumut yang memberikan bantuan, namun diimbau agar seluruh masyarakat Sumut turut serta untuk berpartisipasi.

“Ini saatnya kita menunjukkan solidaritas sesama anak bangsa, sebab bencana gempa dan tsunami seperti yang terjadi di Palu dan Donggala tidak bisa diduga-duga,” ujarnya.

Menurut Edy, bantuan logistik berupa makanan dan minuman sangat dibutuhkan oleh puluhan ribu pengungsi korban gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

Oleh karena itu, Pemprov Sumut juga telah membuka rekening penggalangan dana, guna mempermudah masyarakat memberikan donasinya.

“Kita juga turut menggalang bantuan berupa sarung, selimut, dan bahan pokok yang bakal sangat dibutuhkan oleh korban gempa Palu,” kata Edy.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan ACT segera mengirimkan bantuan logistik dari Pemprov Sumut ke Palu dan Donggala.

“Kita akan menggandeng ACT sebagaimana arahan dari Bapak Gubernur Sumut untuk segera mengirimkan bantuan logistik berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya yang diperkirakan jumlahnya mencapai 1.000 ton,” ujar Riadil.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan donasi terhadap korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, kata dia, dapat dikirim ke nomor rekening 005301004590301 (BRI) A.N BPP 175 BPBD Provinsi Sumut. (LMC-02)




Pemprov Sumut Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Penjabat Gubernur Sumut Eko Subowo (kiri) menerima secara simbolis bantuan dana untuk disalurkan kepada para korban gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) usai meluncurkan ‘Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok’, di halaman  kantor gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (10/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 11/8 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggalang dana untuk korban gempa bumi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bentuk solidaritas.

Kegiatan yang dikemas dalam ‘Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok’ tersebut diluncurkan dalam sebuah acara oleh Penjabat Gubernur Sumut Eko Subowo di Medan, Jumat.

“Kita membantu untuk meringankan beban mereka,” ujar Eko Subowo di sela acara melepas para relawan yang akan ikut serta membantu warga di NTB yang terdampak gempa.

Ia menjelaskan, Pemprov Sumut juga membuka posko termasuk didalamnya membuka rekening untuk sumbangan sukarela bagi masyarakat, pegawai, organisasi, BUMN, dan BUMD yang akan menyumbangkan secara sukarela untuk korban bencana alam di Lombok.

Gerakan penggalangan dana untuk bantuan kemanusiaan tersebut akan melibatkan seluruh potensi masyarakat termasuk didalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMD di lingkungan Pemprov Sumut.

Eko juga mengapresiasi inisiatif Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut yang akan mengadakan dinner party dalam rangka pengumpulan donasi dari BUMN/BUMD untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana gempa Lombok.

Bencana gempa yang melanda wilayah Lombok pada 5 Agustus 2018 hingga saat ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 259 orang, korban luka-luka 1.033 orang dan 270.168 pengungsi.

Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir, menjelaskan bahwa terdapat sekitar 298 kepala keluarga (KK) komunitas masyarakat Sumut yang bermukim di Lombok NTB dengan sebutan Saroha (Satu hati) yang memerlukan bantuan dari Sumut khususnya.

Pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Sumut, BUMN/BUMD dan seluruh ASN Provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat mendonasikan bantuannya kepada korban bencana gempa Lombok.

Pada saat ‘Gerakan Sumut Peduli Bencana Lombok’ diluncurkan, jumlah dana yang terkumpul melalui rekening khusus bantuan bencana pada BPBD Provinsi Sumut tercatat sebesar Rp14.000.000.

Selain itu, Riadil juga melaporkan bahwa melalui Baznas Provinsi Sumut telah mendonasikan sebesar Rp100.000.000 untuk korban gempa di Lombok.

“Pengiriman bantuan kepada korban gempa Lombok direncanakan pada hari Minggu atau Senin tanggal 13 Agustus 2018,” kata Riadil.

Setelah melakukan komunikasi dengan BPBD Provinsi NTB, kata Riadil, bantuan yang dibutuhkan berupa selimut, tenda pakaian, obat-obatan dan pangan.

Pemprov Sumut untuk tahap awal, menurut dia, akan memberikan bantuan berupa kain sarung, selimut, dan obat-obatan. (LMC-02)




Operasi Pencarian Korban Kapal Sinar Bangun Segera Berakhir

Ilustrasi – Tim SAR gabungan melakukan pencarian penumpang korban kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara. KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun pada 18 Juni 2018. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 2/7 (LintasMedan) – Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama tim gabungan dilaporkan secara resmi akan menghentikan operasi pencarian korban kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada 18 Juni 2018.

Keterangan yang dirangkum lintasmedan.com, pencarian dan evakuasi terpaksa dihentikan karena para korban diperkirakan berada pada kedalaman lebih dari 450 meter yang sulit dijangkau.

“Besok (Selasa, 3 Juli 2018) hari ke-16 dan menjadi hari terakhir pencarian korban KM Sinar Bangun,” kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan kepada pers, Senin.

Meski demikian, lanjutnya, personel Basarnas di Parapat, Kabupaten Simalungun tetap berjaga jika memang ada menemukan mayat ataupun puing-puing kapal yang mengapung di permukaan danau tersebut.

Sementara, kalangan keluarga korban dilaporkan juga sudah mengikhlaskan jasad keluarga mereka yang tenggelam, tetap berada di dasar danau tersebut.

Selanjutnya, pada Senin (2/7) dan Selasa (3/7) dijadwalkan dilakukan tabur bunga oleh keluarga korban di sekitar titik lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Mereka diberangkatkan dengan menggunakan kapal feri lengkap dan setiap penumpang diwajibkan menggunakan jaket pelampung atau life jacket.

Sebelumnya, Direktur Operasi Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji mengaku berencana mendatangkan perangkat berupa remotly operated under water (ROV) yang lebih besar dan canggih untuk membantu evakuasi jenazah dan bangkai kapal Sinar Bangun.

Namun, pihaknya terpaksa melakukan pembatalan setelah berkoordinasi dengan ahli perangkat teknologi tersebut.

Salah satu kendalanya adalah butuh waktu lama untuk mendatangkan ROV tersebut.

“Kita harus melihat kondisi korban. Itu (ROV) datangnya satu bulan, belum lagi merakitnya. Bisa dua bulan. Kita harus lihat kondisi ini,” kata Bambang usai pertemuan di Pematang Raya.

“Saya tanya ahli-ahli luar negeri yang mengerti tentang ini. Mereka bilang ini sudah 14 hari, sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.

Berdasarkan data Basarnas, sekitar 164 orang penumpang masih hilang dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun.

Dari jumlah itu, baru 24 orang yang ikut dalam kapal telah ditemukan dan tiga penumpang diantaranya meninggal dunia. (LMC-05)