Mahasiswa Muhammadiyah Diajak Berkontribusi Membangun Kota Medan

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) menyalami para pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan periode 2019-2020 yang baru dilantik, di Medan, Sabtu (6/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 6/7 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengajak para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Medan untuk terus menimba ilmu dan mengembangkan kreativitas positif untuk turut berkontribusi pada pembangunan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.

“Saya mengajak dan berharap agar para pemuda khususnya mahasiswa Muhammadiyah dapat ikut serta memberikan kontribusi baik pemikiran maupun tindakan guna memajukan Kota Medan menjadi lebih baik di masa mendatang,” katanya di Medan, Sabtu (6/7).

Harapan tersebut disampaikan Akhyar Nasution dalam kata sambutannya pada acara pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan periode 2019-2020.

Selain turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Medan, ia berharap mahasiswa sebagai generasi penerus juga harus terus mengembangkan intelektualnya dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin pada masa mendatang.

Para mahasiswa Muhammadiyah, kata dia, juga harus terus memperjuangkan semangat berkemajuan dalam membangun negara dan membela kaum yang lemah.

“Alhamdulillah, senang sekali rasanya jika kaum muda khususnya para mahasiswa ikut tergabung dan terlibat dalam sebuah organisasi seperti IMM. Untuk membentuk diri menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas salah satunya didapatkan melalui berorganisasi. Karena, organisasi menjadi wadah bagi kita untuk dapat menyuarakan pendapat dan pikiran terlebih menyangkut kemaslahatan umat,” kata Wakil Walikota.

Suatu negara, lanjut dia, dapat menjadi maju karena sumber daya manusianya yang maju, bukan karena kekayaan sumber daya alamnya.

Karena itu, pihaknya ingin IMM dapat berkontribusi bagi kemajuan negeri khususnya Kota Medan melalui program-program konstruktif yang dimiliki guna mewujudkan percepatan pembangunan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam acara yang mengangkat tema ‘Revitalisasi Gerakan Pencerahan Untuk Kepemimpinan Yang Progresif Dan Inovatif Demi Terwujudnya IMM Kota Medan Berkemajuan Dan Berdaulat’ tersebut, Akhyar berpesan agar kader IMM dapat menjadi jembatan bagi pemerintah dalam upaya memberantas narkoba.

Sebab, hal tersebut penting dilakukan guna melindungi para generasi muda dari bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa Indonesia.

“Allah SWT telah memberikan kita akal dan pikiran untuk melakukan hal-hal baik. Salah satunya dengan mengingatkan dan menjaga diri, keluarga, tetangga serta teman dari bahaya narkoba,” tuturnya.

Acara pelantikan pengurus IMM Kota Medan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan kekeluargaan tersebut dirangkaikan dengan dialog dengan menghadirkan para pembicara dari kalangn tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. (LMC-04)




Legislator Minta Mahasiswa Santun Sampaikan Aspirasi

Anggota DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli (kanan) saat menjadi salah satu pembicara di acara Seminar Kebangsaan dan Legislatif yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, Sabtu (21/12). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 21/12 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumatera Utara HM Nezar Djoeli mengimbau kalangan mahasiswa untuk tetap kritis dan berperan aktif dalam mengawal roda pemerintahan.

Namun Politisi Nasdem ini mengingatkan sikap kritis mahasiswa dalam menjalankan fungsi pengawasan hendaknya tetap dilakukan dengan cara-cara santun dan elegan.

“Jangan sampai fungsi pengawasan yang dilakukan mahasiswa justru dimanfaatkan bahkan ditunggangi oleh seseorang maupun kelompok tertentu demi merebut dan memperoleh kepentingan pribadi dan kelompok tersebut,” ucapnya saat menjadi salah satu pembicara di acara Seminar Kebangsaan dan Legislatif yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan, Sabtu (21/12).

Dia juga meminta agar mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi ke gedung wakil rakyat namun turut serta menawarkan sejumlah solusi.
“Jadi tidak sekedar menghujat. Bahkan jika ada yang ingin disampaikan atau dikritisi terhadap suatu instansi, lebih baik disampaikan langsung melalui audiensi,” kata wakil rakyat asal daerah pemilihan Sumut 1 Medan A ini.

Nezar lebih lanjut menyampaikan seluruh elemen bangsa khususnya mahasiswa harus berperan penting mengawal kebhinekaan bangsa.

Kebhinekaan bangsa Indonesia, sebutnya harus senantiasa dirawat demi tetap terjalinnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Pembicara lainnya yang hadir yakni, Abdul Manan Marpaung mewakili Kodam I/BB (TNI), dan aktivis mahasiswa dari Jakarta, Jona Gifriando.

Abdul Manan Marpaung juga menegaskan bahwa TNI berperan aktif menjaga kebhinekaan di tanah air. Sebab dia mengakui jika kebhinekaan bangsa terganggu dikhawatirkan berimbas terjadinya perpecahan . “Jadikanlah perbedaan yang kita miliki ini menjadi suatu kekuatan bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Selanjutnya aktivis mahasiswa asal Jakarta, Jona Gifriando mengingatkan kalangan mahasiswa jangan sampai ‘tidur’ menyikapi sejumlah persoalan yang dihadapi rakyat.(LMC-02)




Mahasiswa Kecewa DPRD Sumut Tidak Aspiratif

Anggota DPRD Sumatera Utara saat menerima unjukrasa mahasiswa yang memprotes kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, Senin (24/9). (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 24/9 (LintasMedan) – Ratusan aktivis mahasiswa anti kebijakan pemerintah yang kembali berunjukrasa ke DPRD Sumatera Utara, Senin, mengaku kecewa.

Mereka menilai pernyataan kalangan Legislator yang menerima aksi itu  tidak aspiratif.

Pengunjukrasa sempat menyoraki pernyataan wakil rakyat yang menyarankan agar mahasiswa menyampaikan aspirasi dan kritik ke kantor gubernur Sumut terkait kebijakan pemerintah di bidang ekonomi yang mereka suarakan.

“Legislator itukan wakil rakyat kemana lagi rakyat mengadu kalau DPRD sudah buang badan,” teriak para demonstran.

Tiga anggota DPRD Sumut yang menerima aksi itu, yakni Nezar Djoeli (Nasdem), Muhri Fauzi Hafiz (Demokrat) dan Sutrisno Pangaribuan (PDI-P), juga terkesan pasrah dengan pernyataan mahasiswa yang menghujat mereka.

“Memang begitulah adanya kami, karena kami juga sudah lelah bersuara dan hasilnya hanya begini-begini juga ,” kata Nezar Djoeli saat menerima aksi itu.

Dia menyarankan agar aktivis mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak hanya sebatas berdemonstrasi ke gedung DPRD Sumut.

Dewan menyarankan mahasiswa juga menyampaikan aspirasinya ke Kantor Gubernur Sumut.

“Keputusan tetap di tangan pemerintah dan Pemprov Sumut itu perpanjangan tangan pemerintah pusat,” katanya.

Politisi Partai Demokrat Muhri Fauzi Hafiz juga sependapat dengan pernyataan rekannya itu.

Unjukrasa mahasiswa yang memprotes kebijakan pemerintah di bidang ekonomi, Senin (24/9). (Foto:LintasMedan/irma)

“Terserah kalian mau marah atau memaki-maki kami, tidak apa demi untuk kebaikan. Tapi kalau hanya terus-terusan berdemonstrasi ke sini akhirnya yang berbenturan kita-kita juga,” ucap Muhri.

Menurutnya Undang-Undang No 23/2014 juga menyebutkan semua kewenangan ada di tangan pemerintah dan pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat.

Sementara terkait menganiayaan sejumlah aktivis mahasiswa dalam insiden unjukrasa beberapa waktu lalu di gedung DPRD Sumut, politisi PDIP Sutrisno Pangaribuan menegaskan tetap berpihak kepada mahasiswa.

“Tidak ada seorangpun yang boleh melakukan aksi kekerasan di sini. DPRD mengecam pelaku penganiayaan terhadap sekelompok mahasiswa ketika menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

Wakil Rakyat, kata Sutrisno akan mengagendakan pertemuan dengan Kapolda Sumut terkait peristiwa ‘berdarah’ yang mengakibatkan puluhan mahasiswa cedera ketika menyampaikan aspirasi maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah di gedung DPRD Sumut.

Aksi unjurasa berjalan tertib di tengah pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian yang sejak pagi sudah berjaga di arela gedung dewan.(LMC-02)




Anggota DPRD Sumut Sesalkan Insiden Mahasiswa-Massa Pro Jokowi

Beberapa mahasiswa pengunjuk rasa mengalami cedera pascainsiden bentrokan dengan massa yang mengatasnamakan pro Jokowi, di halaman gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (20/9). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 20/9 (LintasMedan) – Kalangan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyesalkan insiden bentrokan antara mahasiswa pengunjuk rasa dengan massa yang diperkirakan pro Presiden Jokowi, di halaman gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis.

“Insiden penyerangan itu sangat disayangkan karena terjadi beberapa saat setelah saya menerima sekelompok aktivis mahasiswa yang berunjuk rasa memprotes beberapa kebijakan pemerintah,” kata anggota Fraksi PKS DPRD Sumut, Zulfikar kepada lintasmedan.com.

Pada saat itu, menurut Zulfikar, sejumlah mahasiswa yang menggelar unjuk rasa ketika menyampaikan aspirasi masih dalam suasana kondusif.

Anggota DPRD Sumut Zulfikar (kedua kanan) mendengarkan dialog antara perwakilan mahasiswa dengan salah seorang perwira Polri pascainsiden antara sekelompok mahasiswa dengan massa pro Jokowi, di halaman gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (20/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Namun, lanjutnya, kelompok mahasiswa itu mendadak terlibat saling lempar batu dengan massa yang berada di luar pagar gedung DPRD Sumut sehingga mengakibatkan beberapa mahasiswa mengalami cedera.

“Saya menduga ada pihak yang sengaja memprovokasi sehingga adik-adik mahasiswa terpancing untuk melakukan perlawanan yang akhirnya aksi unjuk rasa itu rusuh,” ucap Zulfikar.

Ia menegaskan tidak sependapat dengan tindakan provokasi dan kekerasan yang dilakukan massa terhadap sekelompok mahasiswa ketika menyampaikan aspirasi maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.

“Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak demokrasi setiap warga negara,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, ia meminta pihak kepolisian segera mengusut otak pelaku kerusuhan tersebut. (LMC-02)




London Kota Paling Nyaman bagi Mahasiswa

Iluistrasi – Kampus Imperial College di London, Inggris. (Foto: LintasMedan/ist)

London, 11/5 (LintasMedan) – London, ibu kota Inggris tahun 2018, didapuk menempati posisi pertama, menggantikan Montreal dan Paris yang duduk di peringkat paling atas pada analisis sebelumnya.

Predikat tersebut didasarkan atas hasil analisis data pendidikan QS Higher mengenai 30 kota dunia paling ramah untuk pendidikan tingkat universitas.

Latar belakang peringkat didasari pada faktor-faktor seperti jumlah universitas ternama di kota tersebut, jumlah lowongan pekerjaan, keragaman budaya dan kualitas hidup.

“Hasil analisis menunjukkan London tetap menjadi tempat yang baik untuk belajar meskipun biaya hidup di kota ini mahal,” kata Direktur Riset QS Higher, Ben Sowter.

London dianggap memiliki cukup banyak institusi pendidikan yang berkelas dunia dibandingkan kota lain, seperti Imperial College, University College London, London School of Economics dan King’s College.

Para mahasiswa juga memiliki akses luas untuk mengeksplorasi budaya dengan banyaknya museum, pertunjukan teater, museum dan restoran. Tempat ini juga dinilai cukup ramah bagi pencari kerja.

London meraih peringkat tinggi karena menjadi kota yang sangat internasional dengan tingkat toleransi dan keragaman latar belakang yang tinggi. Kondisi tersebut membuat mahasiswa luar negeri tidak merasa terisolasi.

Namun dalam analisis ini, London mendapat peringkat buruk pada satu elemen yakni keterjangkauan harga.

Satu hal ini yakni biaya hidup yang tinggi yang membuat kota ini kurang ideal. Apalagi untuk kantung mahasiswa, biaya hidup di London tergolong mahal.

Sementara, Tokyo, Jepang menempati posisi kedua dengan mendapatkan skor tinggi pada tingkat “hal yang diinginkan” dari beberapa faktor lain, seperti tingkat keamanan, polusi dan kualitas hidup.

Kota Toronto, Kanada mendapat nilai tertinggi untuk elemen ini mengalahkan Tokyo dan Amsterdam (Belanda) dan Melbourne (Autralia).

Kota lainnya di Australia yakni Sidney berada di peringkat kesembilan. Dalam daftar 10 kota teratas, tidak ada kota-kota Amerika Serikat. Sementara kota-kota di Jerman seperti Berlin dan Munich masuk sepuluh besar.

Paris yang selama beberapa tahun menempati posisi teratas, turun menempati peringkat kelima.
Dalam hal kota pelajar yang paling terjangkau, Budapest, Hongaria menempati peringkat teratas kemudian diikuti oleh Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebuah studi awal tahun 2018 dari Institut Kebijakan Pendidikan Tinggi di Inggris, menyebutkan bahwa mahasiswa internasional berkontribusi hingga £ 20 miliar per tahun untuk ekonomi Inggris.

London saat ini memperoleh pendapatan sekitar £ 4,6 miliar dari pendapatan di sektor pendidikan. (LMC-03/BBC)




Demonstran Kecewa Gedung DPRD Sumut ‘Kosong’

Unjukrasa mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan UU MD3 di halaman gedung DPRD Sumut, Kamis berlangsung ricuh. (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 29/3 (LintasMedan)  – Unjukrasa mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan UU MD3 di halaman gedung DPRD Sumut, Kamis berlangsung ricuh.

Kericuhan berawal dari kekecewaan demonstran saat mengetahui minimnya anggota dewan yang masuk kantor.

Mereka mengecam pimpinan dan anggota DPRD Sumut yang mangkir atau bolos kerja, sehingga masyarakat tidak bisa menyampaikan aspirasi ke gedung legislatif itu.

Apalagi aksi pengunjukrasa hanya diterima seorang wakil rakyat yakni, Irwan Amin Fraksi PAN.

“Wakil rakyat hanya berpangku tangan dan menghambur-hamburkan anggaran,” teriak pengunjukrasa.

Kekecewaan tersebut mereka luapkan dengan beragam kata kecaman terhadap para legislator yang bolos kerja serta demonstran mencoba melakukan aksi bakar ban di halaman gedung DPRD Sumut.

Akibatnya bentrok antara mahasiswa dan petugas kepolisian pun terjadi.

Aksi massa menjurus anarkis itu berusaha dilerai aparat kepolisian yang dibantu petugas Satuan Keamanan, namun semakin memanas ketika salah seorang mahasiswa melempar botol plastik berisi BBM jenis Pertalite ke pintu masuk.

Pelempar bahan bakar itu langsung diamankan oleh petugas. Sementara satu orang mahasiswa Panca Anugrah mendapat cedera lembam di bagian mata kanannya akibat adu pukul tersebut.

Ketua Aliansi Mahasiswa Kota Medan Muhammad Julianda, dalam orasinya meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi agar bapak-bapak yang terhormat di dewan ini tahu kesusahan rakyat, tapi kenapa kami dipukuli seperti binatang,” kata Julianda.

Kondisi mulai dingin ketika Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu mendatangi para demonstran.

Ia menjelaskan bahwa dampak dari bakar ban tersebut sangatlah fatal dan itulah yang menjadi alasan mengapa dilarang.

Setelah dimediasi, para mahasiswa tersebut membubarkan diri dan satu orang yang sempat diamankan sebelumnya akhirnya dilepas.(LMC-02)

 




PT Aquafarm Ajak Pelajar dan Mahasiswa Promosikan Danau Toba

Pelajar dan mahasiswa bersama-sama menabur benih ikan (restocking) di Danau Toba tepatnya di Desa Tomok bersama PT Aquafarm Nusantara(.Foto: LintasMedan/irma)

Ajibata, 25/2 (LintasMedan) – PT Aquafarm Nusantara (AN) mendapat kunjungan puluhan pelajar dari SMP Islam Nurul Ilmi serta mahasiswa FISIP USU yang tergabung dalam komunitas Go Gren & Art 3, Sabtu, di Ajibata Parapat.

Kunjungan tersebut diisi dengan berkeliling Danau Toba menggunakan kapal Ferry. Manajemen Aquafarm selaku perusahaan yang bergerak di bidang budidaya ikan nila melalui kerambah jaring apung (KJA) ini kemudian mengajak pelajar dan mahasiswa bersama-sama menabur benih ikan (restocking) di Danau Toba tepatnya di Desa Tomok.

Terpancar kegembiraan di wajah-wajah mereka saat masing-masing mendapat kesempatan menabur belasan ribu benih ikan nila itu ke Danau Toba.

Humas PT Aquafarm Nusantara Afrizal menyampaikan kegiatan restocking di Dana Toba rutin dilakukan
dan merupakan CSR dari perusahaan tersebut.

Kegiatan itu sekaligus sebagai bentuk kepedulian perusahaan ini terhadap masyarakat di kawasan objek wisata tersebut. “Selain peduli terhadap kelestarian lingkungan Danau Toba, Aquafarm juga sangat peduli dengan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.

Restocking tersebut dilakukan agar keberadaan ikan-ikan lepas di kawasan Danau Toba senantiasa banyak dan bisa dimanfaatkan menjadi mata pencaharian nelayan yang merupakan warga setempat.

“Beberapa bulan setelah direstocking ikan-ikan yang hidup bebas di Danau Toba tersebut bisa dipanen para nelayan setempat,” katanya.

Bersamaan dengan kegiatan tabur benih ikan tersebut dilaksanakan pula gerakan pembersihan atau clean up di kawasan Desa Tomok.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini dan diharap dari hasil kegiatan ini akan berdampak dan mampu menjadi promosi Danau Toba,” katanya.

Kunjungan mahasiswa ini juga disambut gembira pihak Desa Tomok yang menerima mereka yakni Firman Sinaga.

“Apa yang dilakukan mahasiswa dan pelajar ini mudah-mudahan bisa menjadi contoh teladan khususnya bagi semua yang cinta dan peduli terhadap lingkungan hidup,” kata Firman.

Dia jga mengajak para mahasiswa untuk bersama-sama mempromosikan Danau Toba serta menyampaikan informasi positif seputar obek wisata itu ke luar daerah.

Salah seorang perwakilan mahasiswa Riyan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Aquafarm yang telah berpartisipasi aktif dan kooperatif terhadap kegiatan tabur benih dan pembersihan Danau Toba.

“Kami akan terus meningkatkan kesadaran untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba ,” katanya. (LMC-02)




Kadispora Sumut Ajak Mahasiswa Perangi Narkoba

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut Baharuddin Siagian (kedua kiri) menyampaikan arahan kepada para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi se Sumut, di Medan, Senin (11/12). Kegiatan itu dalam rangka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi melalui Wawasan Keparlemenan bagi Pengurus BEM Tahun 2017. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 11/12 (LintasMedan) – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Baharuddin Siagian mengajak mahasiswa untuk bersama-sama memerangi Narkoba karena dapat merusak generasi muda dan tatanan kehidupan sosial.

“Narkoba dan gerakan radikal dinilai mengancam generasi bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya, di Medan, Senin.

Baharuddin menyampaikan hal itu dalam acara pembukaan pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi melalui Wawasan Keparlemenan bagi Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tahun 2017.

Dalam kegiatan pelatihan yang diikuti sejumlah pengurus BEM utusan dari puluhan perguruan tinggi se Sumut itu, ia mengaku ikut prihatin dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, karena menyasar hampir di semua elemen masyarakat.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sumut, jumlah pengguna narkotika di wilayah tersebut sudah mencapai 350 ribu orang lebih.

Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia adalah negara kaya dengan beragam sumber daya alam, sehingga tidak heran jika ada skenario untuk menghancurkan Indonesia yang berpotensi menjadi negara raksasa.

Bahkan, dalam pandangan dunia internasional, Indonesia adalah negara yang memiliki banyak potensi untuk menjadi bangsa yang besar.

Kondisi itu cukup mengkhawatirkan banyak pihak sehingga berbagai cara dilakukan untuk menghambat kebesaran dan kemajuan bangsa Indonesia.

Narkoba yang memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan dan mental tersebut menjadi alat baru bagi pihak asing dalam menjajah Indonesia.

Menurut dia, mahasiswa sangat rentan penyalahgunaan narkoba sebab di usia muda rasa keingintahuan untuk mencoba sangat tinggi.

“Rasa keingintahuan di usia 16-35 tahun sangat tinggi, oleh sebab itu mahasiswa merupakan umur yang sangat mudah dipengaruhi sehingga narkoba mudah masuk,” ujarnya.

Karena itu, kata Baharuddin, mahasiswa sebagai agen perubahan harus berani ikut bersama segenap elemen masyarakat lainnya untuk memerangi narkoba sekaligus harus sadar betul betapa bahayanya narkoba.

Mahasiswa dan pemuda, lanjutnya, memiliki kekuatan (power) untuk menjadi produktif, kreatif, inovatif, unggul dan mandiri.

Selain itu, kata dia, mahasiswa sebenarnya memiliki waktu luang untuk melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak.

“Jadilah mahasiswa milenial yang benar-benar menuntut ilmu untuk pengembangan diri,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Baharuddin juga menjelaskan kepada para pimpinan pengurus BEM se Sumut tentang kondisi terkini bangsa indonesia terkait isu global, nasional dan daerah termasuk yang belakangan tentang isu intoleransi dan radikalisme yang tidak sesuai dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga berharap melalui kegiatan yang digelar Dispora Sumut itu bisa menggugah dan memotivasi semangat segenap pengurus BEM beserta elemen pemuda lainnya untuk menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang memiliki karakter kuat.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan perguruan tinggi dan tokoh pemuda. (LMC-02)




Ijeck Ajak Mahasiswa Sumut jadi Wirausaha

Bakal calon wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck memberi kuliah umum bertema “Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam Bidang Kewirausahaan” dihadapan ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, di Medan, Selasa. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/11 (LintasMedan) – Pengusaha muda yang juga bakal calon wakil gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengajak para mahasiswa di daerah itu untuk menekuni wirausaha atau “entrepreneurship” seiring semakin ketatnya persaingan lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.

“Pengembangan jiwa kewirausahaan sangatlah penting dalam rangka menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan yang masih memprihatinkan,” kata pria yang akrab disapa Ijeck tersebut saat memberi kuliah umum dihadapan 600 orang lebih mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, di Medan, Selasa.

Dengan cerdas berwirausaha, menurut dia, para mahasiswa dapat memiliki keberanian dan optimisme menjadi seorang pengusaha, apalagi pada masa pembangunan dan era perdagangan seperti ini, dibutuhkan mental dan kemampuan wirausaha agar kita mampu bersaing dengan dunia luar.

Para mahasiswa dalam menekuni dunia usaha, lanjutnya, harus kreatif dan fokus mengembangkan jaringan atau networking yang luas agar usahanya tetap berjalan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sejalan dengan hal itu, kata Ijeck, perguruan tinggi perlu pula memberikan pengembangan kreativitas dan bekal ilmu yang dapat mendorong mahasiswa mempunyai mental berwirausaha.

Dengan demikian, mahasiswa ketika lulus dari perguruan tinggi tidak menggantungkan diri dan berharap pekerjaan pada perusahaan, industri, dan instansi pemerintah.

Setiap tahun, sebutnya, jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah, tetapi banyak diantara mereka setelah tamat kuliah menganggur karena tidak tahu apa yang hendak dikerjakan.

Permasalahan tersebut tentunya tidak bisa dibiarkan terus berlarut, karena dikhawatirkan akan semakin menambah jumlah angka pengangguran di Indonesia, termasuk di Sumut.

Salah satu solusi untuk meminimalisir angka pengangguran adalah mendorong sekaligus mengembangkan kemandirian para mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi agar mereka termotivasi menjadi pelaku dunia usaha.

Hal lain yang perlu dilakukan oleh kaum muda saat berwirausaha, yakni senantiasa membangun kekompakan dan kerja sama tim.

Selain itu, yang juga tak kalah penting, kompak menuju kesuksesan bersama. Menurut Ijeck, kekompakan juga akan menjadi kunci dalam meraih kesuksesan bersama. “Yang terpenting juga, kompak lah kita, bersatu lah kita untuk sesuatu yang baik. Kita harus sukses dan kaya harta, ilmu, iman,” sebutnya.

Pada kuliah umum yang mengangkat tema “Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam Bidang Kewirausahaan” itu, Ijeck menyatakan sangat mengapresiasi jika mahasiswa dapat mulai bekerja keras untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha sejak sekarang.

“Kesuksesan berwirausaha dapat dijadikan bukti bahwa mahasiswa juga dapat sukses dengan bisnisnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag. mengucapkan terima kasih kepada Ijeck atas tekad dan komitmennya untuk mendorong kalangan mahasiswa di perguruan tinggi agama Islam tersebut agar terlibat aktif di sektor dunia usaha.

“Berwirausaha juga bermanfaat bagi masyarakat karena secara otomatis kita membantu para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Ia meyakini kuliah umum yang disampaikan Ijeck turut menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa UIN Sumut di bidang wirausaha. (LMC-02)




Mahasiswa UNRI Praktik Lapangan ke Aquafarm

Pantai Cermin, 15/11 (LintasMedan) – Mahasiswa semester lima dan semester tujuh jurusan Mikro Biotehnik dan Biotekhnologi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI) melakukan kunjungan ke unit hatchery (pembenihan ikan) dan pabrik pengolahan pakan (feed mill) PT Aquafarm Nusantara di Desa Naga Kisar Kecamatan Pantai Cemin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), baru-baru ini.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Prof Irwan Efendi, (Dosen Marine Bioteknology Laboratory) yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan Riau. Selain itu, dari Dinas Perikanan dan Kelautan Sergai yang diwakili Jimmi Simatupang, Deni dan Sarmaidi.

Ketua rombongan mahasiswa Khairul mengatakan, kunjungan mereka ke kolam pembibitan dan pabrik pengolahan pakan ikan milik PT Aquafarm Nusantara (Aquafarm) untuk menambah ilmu pengetahuan secara nyata bukan hanya sekedar teori.

“Kunjungan ini juga merupakan praktikum lapangan kami untuk menambah ilmu pengetahuan. Di samping itu untuk melihat secara langsung proses budidaya ikan dan pengolahan pakan yang dilakukan di perusahaan ini. Kami cukup senang bisa berada dan diterima di PT Aquafarm,” kata Khairul.

Humas Aquafarm Afrizal yang menerima rombongan mahasiswa UNRI menjelaskan, profil perusahaan mulai berdiri sampai tumbuh kembangnya perusahaan tersebut saat ini.

Dia juga menyampaikan tentang isu-isu dan dinamika yang dihadapi Aquafarm terkait Danau
Toba yang akan dijadikan destinasi wisata internasional.

Sementara itu, Prof Irwan Efendi yang mendampingi para mahasiswa UNRI menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah menerima kunjungan mahasiswa guna menambah pengetahuan tentang kegiatan pembenihan ikan nila.

“Di kampus, mahasiswa hanya mendapatkan ilmu teori saja sementara di Aquafarm yang melakukan budidaya dan pengolahan ikan dalam skala besar, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana proses pembenihan ikan nila dan pengolahan pakan ikan,” paparnya.

Sebagai perusahaan besar, kata dia Aquafarm telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam sektor perikanan baik di dalam maupun di luar negeri. Apalagi, budidaya ikan air tawar Aquafarm merupakan terbesar di Indonesia.

“Kami juga berkeinginan sekali ada kerjasama yang berkelanjutan dengan UNRI dalam pengembangan potensi mahasiswa khususnya Fakultas Perikanan,” kata Irwan.

Terhadap situasi yang dihadapi Aquafarm saat ini, Irwan menyarankan adanya kerjasama dengan pihak Perguruan Tinggi/para akademisi yang nantinya bisa memberikan pandangan ilmiah kepada pembuat kebijakan.

Sementara itu, Asisten Manager Hatchery Aquafarm Khairuddin, mengarahkan para mahasiswa ke kolam pemijahan dan pendederan sekaligus memberikan penjelasan terkait pertanyaan yang disampaikan para mahasiswa.

Dari kolam pemijahan, para mahasiswa diajak setelah itu ke feed mill (produksi pakan) dan mendapatkan penjelasan langsung dari staf produksi pakan.(LMC/rel)