MTQ Nasional – Sumut Juara Syarhil Quran

Regu syarhil quran Sumatera Utara berfoto bersama setelah berhasil keluar sebagai juara pada Musabaqah Tilawatil Quran (MYQ) tingkat Nasional ke-22 Tahun 2018, di aula kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jalan Sutomo Medan, Kamis (11/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 11/10 (LintasMedan) – Kafilah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akhirnya berhasil meraih juara syarhil quran putra pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-22 tahun 2018 dalam final di aula kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, di Medan, Kamis.

Regu syarhil putra Sumut meraih gelar juara setelah berhasil mengumpulkan nilai 92, disusul regu Provinsi Riau (91,17) dan Banten (90,92).

“Alhamdulillah kami bisa menang meski saingan kami sangat berat melawan dari Provinsi Riau dan Banten, ujar anggota regu syarhil putra Sumut, M Agung.

Dalam musabaqah syarhil itu, Agung berperan sebagai pensyarah didampingi rekannya Rhaka sebagai qari dan Zahro untuk saritilawah.

Kemenangan kalifah Sumut itu, kata Agung, berkat dukungan masyarakat Sumut dan bimbingan para pelatih profesional.

Pembina cabang syarhil quran Provinsi Sumut, Sugeng Wanto juga menyatakan rasa syukurnya dan telah membawa kafilah Sumut merebut gelar juara pertama pada MTQ Nasional tersebut.

“Ini (musabaqah syarhil) gelar juara pertama yang berhasil direbut kontingen Sumut,” ujarnya.

Menurut Sugeng, juara syarhil quran merupakan target kafilah Provinsi Sumut sejak awal persiapan pemusatan latihan.

“Target kita untuk peserta putera ini masuk final dan akhirnya bisa tercapai. Bahkan mereka berhasil tampil sebagai juara,” ujarnya.

Sementara, Ketua Dewan Hakim Majelis bidang Syarhil Quran MTQ Nasional 2018, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, mengatakan, kemenangan kafilah Provinsi Sumut ini adalah wajar.

Sebab, menurut dia, kafilah Sumut sekaligus tuan rumah penyelenggara MTQ Nasional tahun 2018 telah melakukan persiapan latihan cukup baik. (LMC-02)




MTQ Nasional – Sumut Lolos Final Fahmil Quran

Regu fahmil Quran putra Sumatera Utara yang berhasil lolos ke final Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke-27 Tahun 2018. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 10/10 (LintasMedan) – Kafilah tuan rumah Sumatera Utara (Sumut) berhasil menempatkan finalis putra dan putrinya masuk babak final fahmil (cerdas cermat) Al Quran pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 Tahun 2018.

Pada babak semi final fahmil quran yang dihelat di aula kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Medan, Rabu, tim putra yang terdiri dari Zaky Marzuki Affandi, Muhammad Nizar Hamdi Nasution dan Nouval Mursyid Rahmadinata berhasil menyisihkan dua lawan berat asal Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

“Alhamdulillah kami akhirnya berhasil melaju ke final setelah tim putri juga masuk final. Semoga besok wakil Sumatera Utara bisa menyumbangkan medali,” kata Nizar, salah satu tim fahmil quran Sumut.

Sedangkan, tim putri Sumut yang mengandalkan Hilmiyah Humaidi Damanik, Shofiah Nurul Huda dan Husnatul Mulya berhasil mengusai jalannya lomba dengan mengumpulkan nilai 1460 poin.

Mereka berhasil menyelesaikan sejumlah pertanyaan sekaligus menyisihkan tim dari Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawah Al-Qur’an (LPTQ) Sumut, Asren Nasution mengaku bangga dengan kerja keras dan prestasi yang diraih oleh timnya karena Sumut sudah puluhan tahun tidak pernah lolos ke final.

“Ini sebuah spirit baru bagi Sumatera Utara yang berhasil menembus final untuk cabang fahmil putra dan putri. Tempat ketiga sudah kita pastikan. Mudah-mudahan atas izin Allah SWT, medali emas bisa kita raih. Amin,” ujarnya.

Selain di cabang fahmil quran, Sumut juga memastikan diri lolos ke babak final cabang khatf (kaligrafi) putra dan putri.

Di cabang khath hiasan mushaf putri, kafilah Sumut atas nama Millah Hayati berada di peringkat dua dengan mengumpulkan 257,50 poin.

Untuk khat hiasan mushaf putra, Sumut menempatkan satu finalis atas nama Ahmad Subhan yang berada di peringkat dua dengan mengumpulkan 271,00 poin.

Pada hari yang sama regu putra dan putri Sumut juga berhasil lolos ke final cabang syarhil quran setelah berhasil mengumpulkan total nilai 90,17.

Di babak final yang dijadwalkan berlangsung Kamis (11/10), regu putra dan putri Sumut akan bersaing ketat dengan puluhan peserta lainnya untuk merebut nilai tertinggi. (LMC-02)




Menag: Persiapan MTQ Nasional di Sumut Cukup Baik

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) meninjau gedung media center MTQ Nasional ke-27 Tahun 2018 di Jalan Willem Iskandar Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Deli Serdang, 7/10 (LintasMedan) – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menilai persiapan penyelanggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 Tahun 2018 di Sumatera Utara (Sumut) sudah cukup baik.

“Dari pengamatan saya persiapannya sudah baik. Saya juga sudah mengunjungi stand-stand yang ada di sini. Bahkan saya lihat sudah ada perlombaan yang dimulai, kalau tidak salah kaligrafi,” katanya saat berada di venue utama MTQ Nasional 2018 Jalan William Iskandar Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, Minggu.

Salah satu tempat yang banyak mendapat perhatian Menteri Agama adalah mimbar utama atau astaka yang juga merupakan pusat dari kegiatan MTQ Nasional sekaligus lokasi berlangsung acara pembukaan dan penutupan perhelatan tersebut.

Selama berada di venue utama MTQ Nasional 2018, Lukman meninjau ruang kontrol, media center, pameran dan gedung yang dijadikan tempat musabaqah cabang kaligrafi.

Menag juga memuji kreativitas dan inovasi panitia penyelenggara membuat tayangan langsung di YouTube.

Untuk memudahkan masyarakat mengikuti perkembangan MTQ Nasional, pihaknya mendapat laporan dari panitia bahwa ada 12 titik live streaming MTQ Nasional 2018 yang bisa disaksikan melalui YouTube.

“Saya juga sudah melihat media centre. Dengan bantuan alat-alat canggih kita semua bisa saksikan langsung acara di semua venue. Mudah-mudahan dengan semua upaya yang kita lakukan ini kualitas MTQ bisa lebih baik dibanding sebelumnya. Bukan hanya soal acara, dewan hakim yang kredibel dan objektif, tetapi lebih penting lagi adalah kualitas peserta sendiri,” ujar Lukman.

Beberapa hari menjelang acara pembukaan pada 7 Oktober, pihak panitia telah menggelar perlombaan dan akan berakhir pada 11 Oktober 2018. MTQ Nasional dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (7/10) malam dan akan ditutup pada 12 Oktober oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melaporkan telah siap mengoperasikan 66 unit angkutan bus gratis untuk memudahkan masyarakat saat mengunjungi sejumlah lokasi di area MTQ Nasional itu. (LMC-02)




MTQ Nasional di Sumut Terapkan Lima Inovasi

Panitia penyelenggara MTQ Nasional tingkat pusat Zainal Muttaqin (tengah) dan panitia daerah Afifi Lubis (kanan) memberikan keterangan seputar persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 Tahun 2018 di Sumatera Utara (Sumut) kepada pers, di Medan, Kamis (4/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 4/10 (LintasMedan) – Panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 Tahun 2018 di Sumatera Utara (Sumut) menerapkan lima inovasi untuk lebih meningkatkan kinerja perhelatan yang dijadwalkan akan dibuka Presiden RI Joko Widodo pada 7 Oktober tersebut.

Kepala Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al Quran dan Al hadits Direktorat Penerangan Agama Islam, Zainal Muttaqin kepada pers di Medan, Kamis, menjelaskan, inovasi tersebut adalah transparansi dewan hakim, pendaftaran online melalu e-MTQ, penyusunan maqro dengan aplikasi, registrasi melalui fingerprint, dan aplikasi penilaian yang dapat dilihat langsung di layar monitor.

“Inovasi tersebut merupakan pembaruan dari pelaksanaan MTQ tingkat nasional sebelumnya. Ini inovasi yang kami lakukan bersama sama sebagai penangungjawab penyusunan dan rencana per-MTQ-an,” ujarnya.

Kelima inovasi tersebut baru diterapkan secara menyeluruh pada MTQ Nasional tahun 2018 di Sumut.

Zainal memaparkan, peniliaian musabaqah dilakukan secara transparan dan penilaian yang diberikan oleh dewan hakim akan terlihat setelah peserta turun dari panggung.

“(hasil penilaian dewan hakim) Ini akan diketahui oleh seluruh masyarakat. Jadi tidak ada lagi rapat majelis, nilai langsung di monitor,” katanya.

Selain itu, kata Zainal, penerapan sistem transparansi dalam proses rekrutmen dewan hakim mengacu kepada instruksi Menteri Agama.

“Dewan hakim MTQ tingkat nasional harus melalui tim rekrutmen yang anggotanya hanya tujuh orang dan mereka selanjutnya merekrut hakim sebanyak 136 orang,” ucap dia.

Terkait pendaftaran peserta, menurut Zainal, harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan terintegrasi dengan Dukcapil.

Dari proses pendaftaran seperti itu, terjaring 1555 peserta yang terdaftar sebagai peserta legal.

“Sistem seperti ini untuk menghindari kecurangan, seperti nama ganda, atau penggunaan joki peserta,” paparnya.

Zainal menambahkan, kesuksesan pelaksanaan MTQ Nasional tersebut akan melambungkan nama baik Pemerintah Provinsi Sumut di Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengajak segenap komponen masyarakat dan media massa agar turut bersama-sama mensukseskan MTQ Nasional 2018.

Sekretaris Umum Panitia Daerah MTQ Nasional 2018, Afifi Lubis, mengatakan MTQ Nasional ke-27 adalah milik masyarakat Sumut.

“Semoga pelaksaaan MTQ Nasional di Sumut ini bisa menjadi contoh pembelajaran bagi tuan rumah selanjutnya,” katanya.

Afifi juga mengatakan, MTQ Nasional harus dapat menjadi tontonan menarik yang memiliki nilai religius serta bisa memberikan pendidikan kepada masyarakat.

Pada acara pembukaan MTQ Nasional ke-27, pihak panitia juga telah menyiapkan beberapa pertunjukan yang istimewa, antara lain hiburan musik dari Trio Bimbo hingga tarian yang melibatkan 2.500 pelajar. (LMC-02)




Sumut Pelajari Sukses NTB Gelar MTQ Nasional

Rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara beserta wartawan foto bersama usai melakukan studi banding ke Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB), di kantor gubernur NTB, Mataram, Kamis (3/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Mataram, 4/8 (LintasMedan) – Rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) beserta sejumlah jurnalis melakukan studi banding ke Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram Palu untuk mempelajari kesuksesan provinsi berjuluk ‘Bumi Gora’ menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 tahun 2016.

“Sumut tahun 2018 akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Kunjungan ini dimaksudkan antara lain untuk mempelajari sekaligus memperoleh berbagai masukan dan pengalaman NTB dalam melaksanakan MTQ Nasional,” kata Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut OK Zulkarnaen beserta rombongan di sela melakukan kunjungan ke kantor gubernuur NTB, di Mataram, Kamis.

Dalam pertemuan dengan Asisten Administrasi Umum dan Kesra Setdaprov NTB Burhanuddin yang didampingi beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov setempat, Zulkarnain menilai banyak masukan berharga dari pengalaman dan keberhasilan NTB menggelar MTQ Nasional tahun lalu.

Dari paparan yang disampaikan jajaran SKPD Pemprov NTB, ia berpendapat salah satu kunci keberhasilan NTB sebagai tuan rumah menghelat MTQ Nasional berkaitan erat dengan semangat kebersamaan dan kerja keras dari jajaran Pemprov setempat bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota, sektor swasta, pemuga agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat NTB.

“Kita berharap selain bersilaturrahmi sepulang dari NTB ini, kita mendapat informasi untuk kesuksesan pelaksanaan MTQN di Sumut. Karena kita tahu, NTB cukup sukses pada MTQN 2016 lalu,” ucap Zulkarnain.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum dan Kesra Setdaprov NTB Burhanuddin mengemukakan bahwa
selain dukungan ketersediaan infrastruktur yang memadai, salah satu faktor kesuksesan penyelenggaran MTQ Nasional di NTB adalah partisipasi masyarakat yang begitu antusias dalam menyambut dan mensyukseskan acara nasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali tersebut.

“Meskipun MTQ ini kegiatan bagi umat Islam tapi masyarakat yang beragama lain turut mendukung. Seperti halnya yang dilakukan umat Budha mereka berpartisipasi memasang spanduk, umbul-umbul dan lampion di jalan-jalan utama Kota Mataram untuk menyambut para Kafilah,” ujarnya.

Selama pelaksanaan MTQ Nasional tahun 2016, lanjutnya, ratusan ribu masyarakat juga berbondong-bondong memadati arena MTQ yang dipusatkan di Islamic Center Kota Mataram dan jalan-jalan utama di sekitarnya.

“Seperti pecalang mereka terlibat untuk membantu keamanan di sejumlah titik arena pelaksanaan MTQ. Begitu juga umat kristiani ikut berlomba-lomba berpartisipasi. Jadi yang bersukacita bukan hanya umat Islam, tetapi juga disambut suka cita oleh umat agama lainnya,” katanya.

Antusiasme dan dukungan segenap elemen masyarakat terhadap penyelanggaraan MTQ tersebut, menurut Burhanuddin, menunjukkan bahwa rasa solidaritas dan semangat kebersamaan di provinsi itu semakin nyata, termasuk kekokohan dalam beragama.

“Saya berharap MTQ Nasiona tahun 2018 di Sumut gaungnya bisa lebih besar lagi. Sebab, kesuksesan penyelenggaran itu tentu akan menjadi acuan bagi provinsi-provinsi lain yang akan menjadi tuan rumah MTQ berikutnya,” ucap dia. (LMC-02)