Eldin Lantik Dua Pejabat Eselon II

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kanan) melantik dan mengambil sumpah Irwan Ritonga (ketiga kiri) sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan T. Ahmad Sofyan (kedua kiri) sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), di Balai Kota Medan, Kamis (20/6). (Foto: LintasMedamn/ist)

Medan, 20/6 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin melantik dan mengambil sumpah dua orang pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) setempat dalam acara yang berlangsung di Balai Kota Medan, Kamis (20/6).

Pejabat yang dilantik tersebut, masing-masing Irwan Ritonga sebagai Kepala Baperencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan T. Ahmad Sofyan sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan.

Walikota Medan dalam kata sambutannya, mengingatkan kepada kedua pejabat yang baru dilantik agar bekerja lebih profesional, inovatif dan kreatif.

Ia juga menekankan agar kedua pejabat baru tersebut harus sigap mencari solusi agar tidak mengganggu profesionalitas dalam menjalankan tanggungjawab pekerjaan.

Hal itu, lanjut Eldin, guna mendukung pembangunan kota sekaligus menunjukkan kapasitas diri sebagai abdi negara yang melayani masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.

Disebutkannya, pelantikan dua pejabat baru tersebut sebagai upaya Pemko Medan dalam memberikan penyegaran dan peremajaan pada jabatan struktur eselon II.

“Kedua pejabat yang baru dilantik ini bukanlah siapa-siapa tanpa line staf yang membantu. Karena itu, keduanya harus mampu menciptakan iklim kerja yang nyaman di organisasi perangkat daerah atau OPD masing-masing,” ujarnya.

Tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah akan semakin kompleks, terlebih di era digital dewasa ini.

Untuk menjawab tantangan itu, kata Eldin, setiap pejabat senantiasa dituntut bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi serta loyalitas demi kemajuan Kota Medan.

“Saya berharap agar saudara bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas. Sebab, segala sesuatu yang dilakukan selama mengemban jabatan tersebut, kelak akan saudara pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, maka bekerjalah dengan penuh kejujuran dan kikhlasan,” kata Walikota.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah kedua pejabat eselon II tersebut berjalan lancar dan penuh khidmat.

Sebelum pelantikan dilakukan Wali Kota, Ahmad Sofyan lebih dulu menyampaikan fakta integritas yang berisi pernyataan, antara lain siap menjalankan amanah dengan baik, siap dievaluasi setelah tiga bulan menduduki jabatan tersebut.

Acara pelantikan dua pejabat eselon II itu turut disaksikan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. (LMC-04)




Sekda Kota Medan Lantik 50 Pejabat

Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman (kiri) memberi ucapan selamat kepada para pejabat struktural eselon III dan IV yang baru dilantik, di ruang rapat III Balai Kota Medan, Jumat (17/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan. 17/5 (LintasMedan) – Sekretaris Kota Medan, Wiriya Alrahman melantik sebanyak 50 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan pemerintah kota (Pemko) setempat, Jumat (17/5).

Wiriya dalam kata sambutannya, mengingatkan bahwa pelantikan dan pengukuhan para pejabat tersebut menjadi momentum untuk membuktikan kualitas kinerja, dan diharapkan mampu mengikuti arus perubahan dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.

“Jika itu dapat diwujudkan, insya Allah, saudara dapat mendukung percepatan pembangunan yang tengah kita lakukan,” katanya

Oleh karena itu, para pejabat yang baru dilantik dan dikukuhkan harus menjalankan amanah yang dipercayakan dengan tanggung jawab penuh kejujuran dan keikhlasan.

“Saudara harus menyadari, semakin tinggi jabatan maka semakin besar pula tanggung jawab yang diemban. Jadi tanamkanlah dalam diri saudara untuk dapat menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada 50 pejabat yang baru dilantik untuk membuktikan kinerja dan senantiasa memberikan yang terbaik, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Lakukanlah yang terbaik sehingga nanti jika saudara tidak lagi mengemban jabatan tersebut, kinerja saudara akan tetap dikenang baik oleh masyarakat,” ucap Sekda.

Didalam menjalankan tugas, kata Wiriya, senantiasa bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku sebagai seorang abdi negara dan abdi masyarakat.

“Bekerja dan bertindaklah dengan penuh kejujuran dan kehati-hatian. Sebab, segala perbuatan yang dilakukan, kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengingatkan untuk tidak terusik oleh hal-hal yang berada di luar dari tupoksi masing-masing.

“Tujuan kita adalah bekerja dengan sebaik mungkin sehingga hasil kerja bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan Kota Medan yang kita cintai ini,’’ katanya

Acara pelantikan 50 pejabat tersebut turut dihadiri, antara lain Asisten Administrasi Umum Renward Parapat, Kepala BKD & SDM Muslim Harahap, Kasatpol PP M Sofyan, Kadis Kominfo Zain Noval serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. (LMC-04)




Wakil Walikota Medan Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) didampingi Sekda Medan Wiriya Alrahman, menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat eselon III dan IV yang baru dilantik, di Balai Kota Medan, Senin (13/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 13/5 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution melantik 23 pejabat administrator Eselon III dan IV di lingkungan pemerintah kota (Pemko) setempat, Senin (13/5).

Sebelum dilakukan pengambilan sumpah dan janji, para pejabat tersebut terlebih dahulu menyampaikan fakta integritas.

Akhyar dalam sambutannya mengatakan pelantikan pejabat itu merupakan hal biasa sesuai dengan tuntutan dan analisis kebutuhan organisasi perangkat daerah Pemko Medan.

Ia menekankan, peningkatan kinerja harus lebih ditingkatkan guna memberikan pelayanan ekstra bagi masyarakat.

Dengan demikian masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka dan bermuara pada maju serta berkembangnya Medan Rumah Kita.

“Mari kita jaga dan pelihara hasil-hasil pembangunan kota yang telah kita raih melalui peningkatan motivasi dan prestasi kerja, sehingga kita mampu mewujudkan Medan sebagai kotamasa depan yang multikultural, berdaya saing, sejahtera dan religius,” katanya.

Ia berharap pejabat yang telah dilantik itu dapat bertanggung jawab dalam jabatan yang diemban sesuai dengan tugas dan fungsi serta amanat yang diberikan.

“Bekerja dan bertindaklah sesuai aturan yang berlaku dengan penuh kejujuran dan keikhlasan karena setiap tindakan saudara kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” ujarnya.

Pejabat yang dilantik, antara lain Nurlu dilantik menjadi Sekretaris Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Ridwan Sitanggang menjadi Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, dan Adil Maulana Siregar menjadi Inspektur Pembantu III Inspektorat.

Selanjutnya, Sumiadi menjadi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Viza Fandhana menjadi Kepala Bidang Aset dan Investasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Sanusi Harahap menjadi Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD serta Muhammad Ashari Lubis menjadi Kepala Bidang Akuntasi BPKAD. (LMC-04)




RUPSLB Bank Sumut Angkat Budi Utomo sebagai Pj Dirut

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri) didampingi Wagub Sumut Musa Rajekshah (kiri) dan Pejabat Dirut PT Bank Sumut Muhammad Budi Utomo (kanan), memberi keterangan kepada pers seusai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Sumut tahun 2019, di Medan, Jumat (15/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 15/2 (LintasMedan) – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Sumut tahun 2019, di Medan, Jumat, memutuskan untuk mengangkat Muchammad Budi Utomo sebagai pejabat (Pj) direktur utama (Dirut) sementara selama enam bulan kedepan.

Siaran pers dari Biro Humas da Keprotokolan Setdaprov Sumut, menyebutkan RUPSLB Bank Sumut Tahun 2019 digelar secara tertutup dan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan dihadiri sejumlah bupati dan wali kota yang tercatat sebagai pemilik saham bank tersebut.

Edy Rahmayadi didampingi Wagub Sumut Musa Rajekshah, kepada pers menjelaskan bahwa Budi Utomo akan bertugas mengisi kekosongan dirut yang sebelumnya dijabat Edie Rizliyanto.

“Setelah itu, akan dilakukan proses pencarian dan pemilihan Dirut yang akan memimpin Bank Sumut ini. Pendaftaran untuk calon Dirut akan kita buka bulan Maret 2019, karena masih ada ketentuan-ketentuan yang sedang disusun,” ujar Edy.

Sebagai Pejabat Dirut Sementara Bank Sumut, kata dia, Budi Utomo tidak diperkenankan membuat kebijakan apapun melainkan akan bertugas untuk memutuskan hal-hal yang tidak bersifat strategis.

“Semoga dengan adanya Dirut sementara ini, operasional jalan dan proses pemilihan Dirut berikutnya berjalan lancar,” kata Gubernur.

Selain pengangkatan pejabat Dirut Sementara, dalam RUPSLB tersebut juga dibahas tentang pemberhentian Edie Rizliyanto dan usulan penyempurnaan anggaran dasar PT Bank Sumut.

Sebagaimana diketahui, Budi Utomo (53) merupakan komisaris non independen mewakili Pemprov Sumut selaku pemilik saham.

Budi Utomo pernah bekerja di bank swasta nasional yang kepemilikannya berada di tangan asing.

Budi Utomo yang baru saja diangkat sebagai Pj Dirut Bank Sumut, menjelaskan bahwa tugas utama yang menjadi prioritas dirinya selama enam bulan salah satunya yakni menjaring pemimpin-pemimpin Bank Sumut kedepan yang lebih baik.

“Kemudian, menjalankan roda Bank Sumut untuk bisa maksimal operasionalnya, karena diperlukan kehadiran pemimpin. Sehingga Bank Sumut tidak stuck di sini, masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus kita selesaikan. Kita harus mampu memperbaiki kinerja Bank Sumut,” katanya.

Disebutkannya, ada tiga harapan dan arahan dari pemegang saham yang ditegaskan dalam RUPSLB Bank Sumut Tahun 2019, yaitu Bank Sumut harus bisa berikan kontribusi bagi masyarakat, maksimalkan pendapatan daerah, dan menjadikan sumber daya Bank Sumut lebih berkuaitas yang mampu bersaing di kancah nasional.

Khusus mengenai proses penjaringan calon dirut, kata Budi, pihaknya berjanji akan melaksanakan tugas tersebut secara profesional dan bekerja sama dengan pihak ketiga yang ahli.

“Kita mengutamakan baik internal maupun eksternal, semua treatmentnya semua sama, yang penting profesionalitasnya yang akan kita junjung,” tuturnya. (LMC-02/rel)




Wakil Walikota Lantik Tujuh Pejabat Eselon III

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) memberi ucapan selamat kepada para pejabat eselon III yang baru dilantik, di Balai Kota Medan, Senin (4/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 4/2 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution melantik tujuh pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebagai upaya penyegaran.

“Pelantikan pejabat eselon III ini dilakukan sebagai upaya pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan penyelenggaraan tugas serta pelayanan maksimal,” kata Akhyar di Balai Kota Medan, Senin (4/2).

Pertimbangan utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai, lanjutnya, adalah kompetensi, pengabdian dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada negara.

Dengan demikian, kata dia, pejabat yang dilantik dapat menjadi roda penggerak organisasi.

Selain itu, kata Wakil Walikota, pelantikan juga dilakukan demi kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu.

Khusus kepada tujuh pejabat yang baru dilantik, Akhyar mengingatkan agar jangan euforia, tetapi segera menyusun program kerja guna meningkatkan kualitas kinerja dengan berpedoman kepada standar pelayanan minimal.

“Kami akan terus melakukan evaluasi atas tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan tersebut,” ucap dia.

Pada acara pelantikan pejabat struktural itu dilakukan pembacaan fakta integritas dihadapan Wakil Walikota Medan oleh Amran Rambe yang dilantik menjadi Camat Medan Polonia.(LMC-04)




Walikota Medan Ingatkan Pejabat Peka Keluhan Masyarakat

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin  (ketiga kiri) didampingi Wakil Walikota Akhyar Nasution (ketiga kanan) dan Sekda Wiriya Alrahman (kedua kanan) berfoto bersama para camat dan lurah yang baru dilantik bersamaan dengan pelantikan sejumlah  pejabat eselon III dan IV Pemko Medan di aula Balai Kota Medan, Jumat (2/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 2/11 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin mengingatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) setempat agar bersikap responsif atau peka terhadap keluhan yang disampaikan masyarakat terutama terkait pelayanan publik yang menjadi bidang tugasnya.

“Para pejabat yang baru dilantik harus senantiasa peka, peduli dan responsif terhadap berbagai tuntutan kebutuhan masyarakat,” katanya saat melantik 97 pejabat eselon III, IV, Sekcam dan Lurah di lingkungan Pemko Medan di Balai Kota Medan, Jumat (2/11).

Kebutuhan masyarakat, lanjutnya, harus dijawab dengan inovasi pelayanan publik sehingga masyarakat mendapatkan haknya di bidang pelayanan dan merasa puas atas layanan aparatur pemerintah.

Eldin menekankan, pejabat sebagai aparatur sipil negara juga dituntut memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan bekerja kreatif sehingga bisa terwujud tata kelola pemerintahan yang baik.

“Setiap aparatur terutama pejabat memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi sehingga mereka harus bisa memanfaatkan ilmunya bagi seluruh masyarakat sesuai bidang tugasnya dalam organisasi,” ucapnya.

Apalagi, kata Walikota, masalah dan tantangan penyelenggaran pemerintah daerah cenderung semakin kompleks.

Karena itu, Walikota berharap kepada 97 pejabat baru dilantik dapat semakin memacu pembangunan dan pelayanan di lingkungan Pemko Medan.

Dikatakannya, pengangkatan para pejabat baru tersebut sebagai bagian dari proses penyegaran dan pemenuhan kebutuhan birokrasi yang semakin efektif.

“Pelantikan yang dilakukan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pembinaan apratur serta penataan struktur di jajaran Pemko Medan guna membangun kota ke arah yang lebih baik lagi,” ujar Eldin.

Dalam acara yang turut dihadiri Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan Sekda Kota Medan Wirya Alrahman, ia berpesan kepada para pejabat agar mampu menumbuhkembangkan komitmen dan perilaku kerja yang semakin positif guna mewujudkan mental kerja baja yang diperlukan.

Selain itu, katanya, membangun kerja sama yang semakin kokoh di lingkungan kerja agar dapat menyelenggarakan tupoksi lebih baik.

“Yang tidak kalah pentingnya, saya minta agar saudara terus meningkatkan wawasan tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga saudara memiliki kemampuan teknis untuk menyelenggarakan tupoksi saudara dengan lebih baik lagi, tepat waktu dan sasaran,” tambahnya. (LMC-04)




Sejumlah Pejabat Sumut Bersepeda Santai di Medan

Para peserta sepeda santai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan melewati salah satu jalan raya di Medan, Selasa (18/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 18/9 (LintasMedan) – Sejumlah pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan melakukan kegiatan bersepeda santai di Medan, Selasa pagi.

Kegiatan olahraga bersepeda itu diikuti, antara lain Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadillah, Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto, Danlantamal I Belawan Laksda TNI Ali Triswanto, Pangkosek Marsda TNI Djohn Amarul, Danlanud Kolonel Pnb. Dirk Poltje Lengkey serta Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin.

Selain itu, turut pula sejumlah pejabat utama Kodam I/BB, Polda Sumut, Pemprov Sumut dan Pemko Medan.

Para peserta sepeda santai ini mengambil start dari markas Polrestabes dan finish di Lapangan Benteng Medan.

Setibanya di Lapangan Benteng, para peserta sepeda santai tersebut melakukan senam bersama, lomba tarik tambang, lomba mendirikan tenda serta pembagian hadiah doorprize.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan sinergitas TNI-Polri guna mewujudkan Sumut aman dan tertib. (LMC-03)




Pengangkatan Pejabat Biro Humas Sumut Dinilai Tidak Wajar

Muchrid Nasution. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 4/9 (LintasMedan) – Kalangan legislator di DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menilai keputusan pengangkatan beberapa pejabat Eselon III di lingkungan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut tidak wajar sehingga berpotensi menurunkan semangat kerja di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan.

“Pergeseran pejabat di organisasi perangkat daerah merupakan hal biasa, tetapi harus sesuai dengan daftar urut kepangkatan dan mengacu kepada hasil uji kompetensi yang transparan serta bebas dari intervensi atau kepentingan oknum pejabat manapun,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Muchrid Nasution kepada pers di Medan, Selasa.

Muchrid menyatakan hal tersebut menjawab pertanyaan pers seputar pengangkatan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Sumut, terutama di Biro Humas di masa kepemimpinan Ilyas Sitorus.

Disebutkannya, salah satu keputusan pengisian jabatan di Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut yang disinyalir rancu dan perlu dievaluasi adalah pengangkatan ASN dengan pangkat/golongan III-D atas nama Harvina Zuhra yang diangkat menjadi Kabag Pelayanan Media dan Informasi.

Sementara, Ilona Anggeriani S.STP, MAP dengan pangkat/golongan IV-A justru menduduki posisi sebagai Kasubag Pelayanan Media di OPD yang sama.

“Berdasarkan data yang saya peroleh, banyak ASN golongan III di Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut yang berstatus sebagai staf biasa,” paparnya.

Keputusan penempatan ASN yang terkesan tidak proporsional ini, kata Muchrid, dipastikan membuat suasana kerja antarsesama ASN di OPD itu tidak kondusif.

Seharusnya, menurut dia, pergeseran pejabat harus mengacu kepada kredibilitas seseorang dan penyegaran tugasnya, sehingga pejabat yang baru jangan hanya melakukan pekerjaan rutinitas.

Ia memastikan pola kerja OPD yang menerapkan rutinitas hanya akan menghabiskan anggaran tanpa menghasilkan dampak positif atau manfaat bagi peningkatan kinerja pemerintah daerah dan masyarakat Sumut.

“Hal yang pasti pejabat tersebut harus mau bekerja keras dan mampu melaksanakan setiap tugas yang dibebankan, dan tidak korupsi uang negara,” ucap legislator yang akrab disapa “Coki”  itu.

Karena itu, ia mendesak Gubernur Sumut terpilih segera mengevaluasi keputusan pengangkatan sejumlah pejabat yang diperkirakan melalui jenjang yang tidak wajar tersebut.

Ia juga mendukung visi misi “Sumut Bermartabat” yang akan dilaksanakan oleh Gubernur Sumut terpilih Edy Rahmayadi bersama wakilnya Musa Rajekshah untuk lebih selektif mengangkat setiap pejabat di masingg-masing OPD, termasuk di Biro Humas.

“Kami mendukung penggantian pejabat jika terbukti tidak kompeten dan inovatif,” ujarnya.

Hal itu bertujuan untuk mewujudkan peyelenggaraan pemerintah yang efektif dan efisien serta sebagai langkah penyegaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut, Kaiman Turnip saat dikonfirmasi seputar hal itu, membenarkan bahwa ada beberapa pejabat di lingkungan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut dengan pangkat/golongan yang lebih rendah membawahi sejumlah ASN yang pangkat/golongannya lebih tinggi setelah diangkat menduduki jabatan eselon III.

“Keputusan tersebut mengacu kepada “merit system” dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,” tambahnya. (LMC-02)




227 Pejabat Pemprov Sumut Dilantik

Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Ir. Ibnu Sri Hutomo, MM melantik dua ratusan jabatan pengawas (jabatan struktural eselon IV) di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah provinsi Sumatera Utara, Kamis (31/05/2018) di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut. (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 31/5 (LintasMedan) – Sebanyak 277 pejabat eselon IV di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dilantik, Kamis, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut. Para pejabat yang dilantik diharapkan dapat bekerja lebih kreatif, inovatif dan profesional.

Pelantikan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri sesuai surat nomor 821/3130/Otda tanggal 4 April 2018 dan nomor 821/4644/Otda tanggal 18 Mei 2018.

“Para pejabat yang dilantik diharapkan dapat bekerja lebih kreatif, inovatif dan profesional. Kejar prestasi dan ciptakan kreativitas dan inovasi, serta bekerjalah secara profesional demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” kata Plt Sekdaprov Sumut, Ibnu S Hutomo, usai melantik.

Ibnu mengatakan, seorang pejabat struktural harus memiliki kompetensi dan bersikap kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Serta yang paling utama adalah dalam pelaksanaan tugas-tugas kedinasan agar selalu berpedoman kepada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, dia berharap, para pejabat dapat meningkatkan disiplin, khususnya dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan pada masyarakat, agar berjalan sesuai standar operasional prosedur dan mekanisme yang telah ditetapkan.

“Paling penting hindarkan perbuatan yang tidak terpuji dan tercela, terlebih-lebih perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, jabatan tidak menjadikan seseorang mulia, jika kualitas individu dan kepribadiannya buruk. “Semua akan menjadi topeng tanpa wajah. Ciri seorang pemimpin yang baik, akan tampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integritas antara kata dan perbuatan,” ucapnya.(LMC-02)

 




Pejabat Pemko Medan Pilih Tak Komentari Informasi Hoax

Foto: Ilustrasi

Medan, 30/8 (LintasMedan) – Kalangan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan memilih untuk tidak mengomentari informasi hoax atau berita bohong yang menyebutkan KPK telah menetapkan status tersangka kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin.

“Saya sama sekali tidak tahu soal itu. Silahkan saja tanya ke bagian Humas,” kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Medan, Syaiful Bahri ketika dikonfirmasi lintasmedan.com, Rabu.

Penegasan Syaiful Bahri itu terkait dengan beredarnya informasi hoax di media sosial secara viral tentang KPK telah menetapkan status tersangka kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin berkaitan dengan proses penerbitan izin mendirikan superblok Podomoro Deli City di Jalan Putri Hijau Medan.

Birokrat senior Pemko Medan ini juga tidak bersedia memberi komentar lebih jauh seputar informasi bohong tersebut yang diperkirkan sempat muncul di beberapa media online pada Selasa (29/8) malam dan beberapa jam kemudian tidak lagi terlihat ditampilkan.

Pernyataan hampir senada juga disampaikan oleh Kepala Bagian Hukum Setdako Medan Sulaiman.

“Kalau soal itu, silahkanya tanya ke Humas. Saya tidak tahu,” ucapnya, mengakhiri pembicaraan saat diwawancarai via telepon selular.

Hingga menjelang Rabu siang, belum ada keterangan resmi dari pihak Humas maupun pejabat terkait di lingkungan Pemko Medan yang menanggapi berita hoax tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi pers menegaskan bahwa lembaga antirasuah itu belum ada mengeluarkan penetapan tersangka atas nama Dzulmi Eldin.

“Belum ada informasi tentang penyelidikan tersebut. Kalau ada penetapan tersangka tentu kami umumkan di konferensi pers,” jawab Febri melalui SMS. (LMC-03)