PGN-Krakatau Steel Sepakati Kerja Sama Pengembangan Energi

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk Gigih Prakoso (kiri) dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kanan) serta Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno (tengah), saling berjabat tangan usai acara penandatanganan nota kesepahaman bersama antara PGN dengan Krakatau Steel, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 20/6 (LintasMedan) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sepakat memulai kerja sama yang saling menguntungkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding).

MoU tersebut ditandatangani Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dan Direktur Utama PTKS Silmy Karim di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Melalui kesepakatan kerja sama tersebut, PGN dan Krakatau Steel akan memperkuat kerja sama di bidang pengelolaan dan pengembangan bisnis energi.

“PGN dan Krakatau Steel mempunyai kompetensi andal dalam bidang masing-masing, karena itu jika keduanya memperkuat kerja sama, maka akan terdapat saling tukar benefit,” kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso.

Ia memaparkan, MoU itu berisikan pengembangan bisnis saling menguntungkan dengan ruang lingkup terutama kerja sama pengembangan dan pengelolaan gas bumi di lingkungan Krakatau Steel Group.

Krakatau Steel merupakan produsen baja dan produk seejenisnya, membutuhkan layanan energi yang aman dan efisien.

Ia juga mengemukakan bahwa Krakatau Steel memiliki peran penting dalam struktur industri nasional sebagai hulu.

Untuk itu, kata dia, PGN berkomitmen menopang visi ke depan perusahaan industri peleburan besi baja tersebut.

“Salah satu tanggung jawab PGN selaku Sub Holding Gas, yaitu membantu memajukan perekonomian nasional dengan cara memberikan nilai lebih kepada sektor industri nasional.

Kedua perusahaan juga bersedia melakukan kerja sama dalam pengelolaan bisnis kelistrikan melalui anak usaha, serta kerjasama potensial lainnya.

“Itu semua kerja sama yang prioritas di antara kedua perusahaan, namun di luar tersebut, keduanya masih terbuka untuk kerja sama yang memberikan benefit kepada masing-masing pihak,” ujar Gigih.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan bahwa hingga saat ini perusahaan yang dipimpinnya terus melakukan pengembangan kapasitas produksi baja.

Pada tahun 2025, kata dia, kapasitas produksi baja di kawasan industri Krakatau Steel akan meningkat hingga 10 juta ton per tahun.

Karena itu, kata Silmy, tidak hanya bidang energi yang dapat dikerjasamakan, tapi juga termasuk bidang logistik, air industri, pengembangan kawasan dan infrastruktur lainnya.

“Dari kerja sama ini, Krakatau Steel akan memperoleh peningkatan daya saing melalui efisiensi biaya produksi dengan pasokan gas yang kompetitif,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya berharap memperoleh tambahan pendapatan melalui kerja sama pengelolaan bisnis gas bumi serta bertambahnya investor yang mendayagunakan kawasan industri yang dimiliki anak perusahaan PT Krakatau Steel. (LMC-05)




Pemko Medan Dukung Program Pengembangan Pariwisata Unpri-TPO

Walikota Medan H.T Dzlmi Eldin (kedua kiri) menerima kunjungan Rektor Universitas Prima Indonesia (Unpri) Dr. Chrismis Novalinda Ginting (kanan) dan delegasi pengurus Tourism Promotion Organization (TPO) untuk Asia Pacific Cities, di rumah dinas walikota Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (10/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 10/1 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap mendukung program kerja sama Universitas Prima Indonesia (Unpri) dengan Tourism Promotion Organization (TPO) untuk Asia Pacific Cities di bidang pengembangan budaya dan pariwisata.

“Sumatera Utara dan Kota Medan khususnya memang tengah berbenah untuk meningkatkan kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara,” kata Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin saat menerima audiensi pimpinan Unpri dan TPO di rumah dinas walikota Medan, Kamis (10/1).

Ia menjelaskan, Medan memiliki tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan dan kota tersebut juga memiliki “branding” sebagai kota wisata sejarah dan religius.

Karena itu, pihaknya menyambut positif program kerja sama Unpri Medan dengan TPO Asia Pacifik Cities untuk ikut membantu mempromosikan beragam potensi budaya dan pariwisata yang dewasa ini terus dikembangkan oleh Pemko Medan.

Sebelumnya, Rektor Unpri Dr. Chrismis Novalinda Ginting mengemukakan bahwa pihaknya berencana melakukan kerja sama dengan TPO di bidang pemgembangan budaya dan pariwisata di Indonesia dan Korea.

“Kerja sama ini baru dapat terlaksana apabila melibatkan unsur akademisi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, kata Chrismis, pihaknya akan mendapat kemudahan untuk melakukan pengembangan budaya dan pariwisata, karena pihak ITO berjanji akan membantu baik secara financial ataupun teknologi.

Dalam konteks kerja sama itu, katanya, apabila delegasi Sumut ataupun Kota Medan ingin melakukan promosi seni budaya di Korea, maka akan difasilitasi secara penuh oleh pihak ITO selama berada di negara itu.

“Artinya dengan kerja sama ini Sumut ataupun Kota Medan yang ingin melakukan promosi seni budaya di Korea tidak lagi perlu menyewa gedung. Semua akomodasi lokal disana akan mereka siapkan secara gratis,” ujar dia. (LMC-04)




Bandara Silangit Dukung Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Medan, 28/12 (LintasMedan) – Bandara internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara terus berbenah meningkatkan fasilitas dan memperpanjang landasan hingga 2.650 meter, guna mendukung proyeksi Silangit menjadi hub pariwisata.

Selama ini Bandara Silangit adalah bandara perintis dengan landasan pacu hanya 1.800 meter dan sekarang sudah diperpanjang menjadi 2.650 meter sehingga bisa didarati pesawat jet Boeing jenis 737.

Upaya meningkatkan aktivitas di bandara terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) setelah Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang tersebut diyakini sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan wisata di kawasan Danau Toba.

Terlebih sejak dibukanya penerbangan internasional dari Bandara Silangit ke beberapa negara ASEAN dan sebaliknya, guna menjadikan Danau Toba menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan mancanegara (wisman).

Untuk memanfaatkan peluang tersebut bagi industri pariwisata Danau Toba, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan atau stakeholders tentunya perlu mendukung pembangunan hub pariwisata di Silangit.

Dukungan tersebut, antara lain ketersediaan hotel-hotel, restoran, cafe, destinasi wisata halal, anjungan tunai mandiri (ATM), toilet, usaha penyewaan kendaraan, dan kulturnya yang dapat menjadi daya tarik khusus.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengakui pembukaan rute penerbangan internasional secara reguler dari Bandara Silangit ke beberapa kota di kawasan ASEAN seperti Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya, turut berdampak positif bagi pengembangan pariwisata Samosir yang sebagian wilayahnya mencakup Danau Toba.

“Sejak Bandara Silangit berstatus bandara internasional, banyak wisatawan mancanegara datang ke kawasan wisata di Samosir, antara lain ke Pusuk Buhit dan Tuktuk Siadong,” paparnya kepada pers di Pangururan, ibu kota Kabupaten Samosir.

Para wisman datang ke Samosir dengan menggunakan penerbangan Silangit-Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka bukan hanya warga Malaysia, tetapi ada pula yang berasal dari Australia.

“Banyak juga wisman asal Malaysia yang ingin melihat Geopark Kaldera Toba Pusuk Buhit,” kata Bupati Samosir.

Pihaknya berharap Bandara Silangit bisa menjadi gerbang bagi wisatawan lokal dan wisman untuk berkunjung dan melestarikan budaya adat Batak dan Danau Toba.

Bandara Internasional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. (Foto: LintasMedan/dok)

Keindahan panorama Danau Toba dan aura budaya Batak kerap membuat decak kagum para wisatawan yang berlibur ke Samosir.

“Danau Toba adalah kombinasi liburan yang sempurna. Nature-nya bagus, culture-nya juga sangat beragam. Tinggal sedikit dipoles, ditata kembali dan direvitalisasi dengan standar global supaya bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia,” ucap Viin, wisman asal Malaysia.

Fasilitas Bandara
Bandara Silangit telah pula mengimplementasikan fitur “smart airport” dengan teknologi digital, antara lain, berupa Wi-Fi gratis, display jadwal bus dan penerbangan, e-payment, mesin tiket bus, e-kiosk informasi turis, self check-in, dan berbagai fitur digital.

Berbagai fasilitas digital tersebut sudah dapat dipergunakan sejak 28 Oktober 2017 atau bersamaan dengan penerbangan rute Singapura-Silangit PP, yang merupakan rute luar negeri perdana di Bandara Internasional Silangit yang dilayani oleh Garuda Indonesia.

Selain itu, di salah satu sisi gedung terminal Bandara Silangit telah dioperasikan pusat informasi pariwisata yang diberi nama “corner Samosir”.

Di pusat informasi itu tersedia beragam informasi seputar lokasi wisata di Kabupaten Samosir.

Mereka yang singgah di Corner Samosir umumnya untuk mencari informasi dan mengambil peta objek wisata di Kabupaten Samosir.

“Ayo ke Danau Toba. Ayo ke Samosir,” ucap Rapidin Simbolon seraya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah membangun Kawasan Danau Toba dan Bandara Silangit.

Masih terkait dengan pengembangan wisata, Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus melakukan pembenahan infrastruktur di wilayahnya.

Hal itu dilakukan agar keberadaan Bandara Silangit sebagai salah satu bandara yang melayani rute internasional bisa berperan semakin maksimal.

Proyek infrastruktur Bandara Silangit mencakup pembangunan lanjutan infrastruktur, antara lain jalan utama dari Ronggur Nihuta dimulai dari Sidihoni menuju Pangururan.

Selain itu, proyek peningkatan ruas jalan raya Tomok-Lontung dengan hotmix serta sejumlah jalur lain di sekitarnya.

Kota Bandara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) didampingi Bupati Taput Nikson Nababan (kedua kiri), Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor (kanan) dan Bupati Toba Samosir Darwin Siagian (kiri), meninjau proyek pengembangan terminal Bandara Internasional Silangit, beberapa waktu lalu. (Foto: LintasMedan/dok)

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menyatakan akan segera membangun kawasan Aerocity atau Kota Bandara, sebagai upaya meningkatkan jumlah wisatawan yang hendak mengunjungi destinasi wisata Danau Toba melalui Bandara Internasional Silangit.

“Segera, sebuah Kota Bandara akan dibangun di Silangit untuk menstimulasi animo kunjungan wisatawan,” kata Bupati Taput, Nikson Nababan.

Direncanakan, konsep Aerocity dibangun dengan zonasi wilayah. Meliputi ketersediaan fasilitas perkantoran, perindustrian, dan ruang terbuka hijau.

Kota Bandara yang ingin diwujudkan akan mendukung modernisasi sebuah kota di sekitar bandara yang merujuk pada kota sejenis yang ada di sekitar Kota New Delhi, India.

Penerapan konsep Aerocity Silangit, ke depan, diyakini akan memberikan dampak positif pada peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi. Selain tentu sebagai penopang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Kawasan Aerocity akan dibangun di areal hamparan Silangit yang menjadi lahan milik Pemkab Taput seluas 158 hektare. Sebanyak 142 hektar diberikan kepada pihak pengelola Bandara Silangit, yakni Angkasa Pura II untuk kebutuhan perluasan pembangunan bandara menjadi bandara Internasional.

“Harapan kita, keberadaan Aerocity akan menciptakan peningkatan animo kunjungan, sehingga maskapai penerbangan akan berlomba-lomba untuk membuka rute terbang domestik maupun mancanegara menuju Silangit,” paparnya.

Menurut Nikson, upaya yang akan ditempuh Pemkab Taput itu juga menyikapi masih rendahnya aktivitas kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan Malaysia yang menggunakan dua rute penerbangan internasional menuju Silangit.

Jadwal Penerbangan
Aktivitas Bandara Silangit memang semakin intens. Ada beberapa maskapai yang melayani rute ke Bandara Silangit dan sebaliknya, baik domestik maupun iternasional.

Maskapai penerbangan yang melayani rute reguler di Silangit, antara lain Batik Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat setiap hari pukul 09.00 WIB.

Sedangkan, rute Bandara Soekarno-Hatta tujuan Silangit berangkat setiap hari pukul 11.50 WIB.

Maskapai penerbangan lainnya, yakni Citylink melayani rute Soekarno-Hatta ke Silangit berangkat pukul 06.20 WIB setiap hari.

Dari Bandara Silangit ke Soekarno-Hatta berangkat pukul 08.55 WIB setiap hari.

Pesawat Citilink mendarat di Bandara Internsional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. (Foto: LintasMedan/dok)

Citilink rute Halim Perdana Kusuma ke Silangit berangkat pukul 10.40 WIB setiap hari dan Silangit-Halim Perdana Kesuma berangkat pukul 13.20 WIB setiap hari.

Garuda Indonesia rute Soekarno-Hatta tujuan Silangit berangkat pukul 07.35 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Pesawat Garuda Indonesia rute Silangit tujuan Soekarno-Hatta berangkat pukul 10.50 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Sriwijaya Air rute Soekarno-Hatta ke Silangit berangkat pukul 07.30 WIB dan 12.05 WIB setiap hari. Sedangkan, Bandara Silangit tujuan Soekarno-Hatta berangkat pukul 10.10 WIB dan 14.15 WIB setiap hari.

Susi Air rute Bandara Kualanamu-Silangit berangkat pukul 08.50 WIB setiap Rabu dan Silangit-Kualanamu berangkat pukul 14.15 WIB setiap Rabu.

Susi Air juga melayani rute Gunung Sitoli-Silangit berangkat pukul 12.50 WIB setiap Rabu. Dari Silangit ke Gunung Sitoli berangkat pukul 10.15 WIB setiap Rabu.

Wings Air rute Kualanamu-Silangit berangkat pukul 07.50 WIB setiap hari. Dari Silangit ke Kualanamu berangkat pukul 09.05 WIB setiap hari.

Malindo Air melayani rute Bandara Subang (Malaysia) tujuan Silangit berangkat pukul 12.45 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Dari Silangit ke Subang berangkat pukul 14.50 pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. (Selama kurun waktu 21 Oktober hingga 31 Desember 2018, penerbangan ditunda).

Air Asia rute Kuala Lumpur ke Silangit berangkat pukul 09.30 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Dari Silangit ke Kuala Lumpur berangkat pukul 11.30 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Penerbangan Ekstra
Mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat musim liburan akhir tahun 2018, beberapa maskapai menambah jadwal atau penerbangan ekstra.

Perusahaan penerbangan yang melakukan extra flight itu, antara lain Batik Air dari Soekarno-Hatta ke Silangit berengkat pukul 11.20 WIB setiap hari.

Mulai 17 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019, Batik Air melayani rute Silangit tujuan Soekarno Hatta berangkat pukul 14.10 WIB setiap hari, khusus untuk tanggal 17 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019.

Sementara, maskapai penerbangan Citilink melayani rute Halim Perdana Kesuma-Silangit pukul 05.50 WIB setiap hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Dari Silangit ke Halim Perdana Kesuma, Citilink berangkat pukul 08.40 WIB setiap hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Sriwijaya Air dari Soekarno-Hatta tujuan Silangit berangkat pukul 10.20 WIB setiap hari, mulai 13 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019.
Dari Silangit tujuan Soekarno-Hatta berangkat pukul 13.00 WIB setiap hari, mulai 13 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019.

Garuda Indonesia dari Soekarno Hatta tujuan Silangit berangkat pukul 10.50 WIB pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai 15 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019.

Dari Silangit ke Soekarno-Hatta berangkat pukul 14.00 WIB pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai 15 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019.

Dukungan Disbudpar Sumut

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Hidayati. (Foto: LintasMedan/dok)

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan dan membangkitkan kembali kunjungan para wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan Danau Toba.

“Kita mengapresiasi usaha yang dilakukan para pemangku kepentingan atau stakeholders dan Pemkab di kawasan Danau Toba untuk memajukan sektor pariwisata di wilayah tersebut,” kata Kepala Disbudpar Sumut, Hidayati.

Ia membenarkan, langkah strategis dan berbagai kebijakan pariwisata yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemkab-pemkab se kawasan Danau Toba dewasa ini, khususnya terkait dengan penerbangan dari dan ke Bandara Silangit merupakan sebuah langkah maju dan diyakini turut mendorong pertumbuhan kunjungan wisman ke Danau Toba.

“Semua kita padukan menjadi sebuah sinergitas untuk memajukan pariwisata di Sumatera Utara. Mulai dari keberadaan Bandara Silangit, infrastruktur jalan, penginapan, akomodasi dan lainnya, harus saling mendukung. Dengan demikian, apa yang kita harapkan ke depan, khususnya untuk kunjungan turis, akan bisa kita capai,” ujar Hidayati.

Dia juga berharap, agar pelaku pariwisata serta industri pariwisata selalu meningkatkan pelayanannya, serta memberikan fasilitas yang aman dan nyaman.

Salah satunya adalah pengelola usaha jasa transportasi dan pelaku usaha perhotelan yang diharapkan ikut berperan menerapkan program sadar wisata.

“Mari kita sama-sama meningkatkan sadar wisata. Jika itu sudah dimiliki tentu kita akan menjaga alamnya, sarana dan prasarana, serta kondisi dan prilaku terhadap kepada semua wisatawan yang berkunjung,” tuturnya.  (adv)




Medan Raih Penghargaan Kota Terbaik Pengembangan UKM

President of Indonesia Council for Small Business (ICSB) Hermawan Kartajaya (kiri) menyerahkan penghargaan Natamukti Nindya 2017 kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kanan), di Jakarta, Selasa (28/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/11 (LintasMedan) – Pemerintah Kota Medan kembali mengukir prestasi dengan meraih penghargaan Natamukti Nindya sebagai kota dengan perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) terbaik se-Indonesia menurut penilaian Indonesia Council for Small Business (ICSB) dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Siaran pers Humas Setda Kota Medan, menyebutkan, penghargaan itu diserahkan langsung kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin di Kantor Kementerian Koperasi dan UMKM Jakarta, Selasa (28/11) malam.

Acara penyerahan penghargaan itu turut dihadiri, antara lain Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indoneia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan President of ICSB Indoenesia Hermawan Kartajaya.

Dzulmi Eldin mengatakan, Pemko Medan diberi pengharagaan karena dinilai berhasil mendorong keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan menciptakan ekosistemnya dengan sangat baik.

Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran Pemko Medan dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait secara langsung dengan program pengembangan UMKM.

“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus mengembangkan UMKM. Jika UMKM maju, tentunya perekonomian di Kota Medan akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Walikota juga berharap sinergitas yang telah berjalan baik antara jajaran instansi terkait di lingkungan Pemko Medan dengan para pelaku UMKM perlu terus dipertahankan.

Pemko Medan melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian Kota Medan serta Dinas Perdagangan siap mendukung agar UMKM di Kota Medan semakin maju dan berkembang.

“Selain membantu permodalan, kami juga rutin memberikan pelatihan serta membantu mempromosikan produk yang dihasilkan dengan melibatkan para pelaku UMKM,” tuturnya.

Sementara itu, President of Asian Council for Small Bussines Hermawan Kertajaya menyampaikan, perkembangan UMKM di Indonesia terus menunjukkan grafis yang menanjak di kalangan masyarakat. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah serta para pemangku kebijakan.

“Dengan semakin berkembangnya UMKM, akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta memiliki daya saing,” ujarnya.

Penghargaan Natamukti dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, Natamukti Satria yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang berhasil mempromosikan kearifan lokal dan menciptakan investasi UMKM.

Kedua, Natamukti Reswara sebagai penghargaan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang mendukung daya saing produk UMKM. Ketiga, Natamukti Pranata sebagai penghargaan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang berhasil menciptakan ekosistem UMKM. (LMC-04)




NTB-Sumut Perlu Kerja Sama Kembangkan Pariwisata

Jajaran pimpinan satuan kerja perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB ) saat menerima kunjungan rombongan studi banding Pemprov Sumut beserta jurnalis di kantor gubernur NTB, Kota Mataram,  Kamis (3/8).  (Foto:LintasMedan/Irma)

Mataram, 3/8 (LintasMedan) – Pemerhati pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) Andre Hermawan, mengatakan asosiasi usaha industri dan jasa pariwisata maupun pemerintah daerah di NTB dan Sumatera Utara (Sumut) perlu menjalin kerja sama untuk pengembangan potensi wisata di kedua provinsi tersebut.

“Untuk tahap awal, bentuk kerja sama yang perlu direalisasikan adalah melakukan promosi dan pemasaran pariwisata bersama,” katanya kepada rombongan wartawan unit Pemprov Sumut yang sedang melakukan studi banding ke NTB, di Mataram, Kamis.

Menurut dia, NTB dan Sumut sama-sama memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan dan mampu memberikan dampak pada perekonomian kepada masing-masing masyarakat maupun pendapatan asli daerah setempat.

Jika pemerintah daerah di Sumut dan NTB bersama berbagai pemangku kepentingan sepakat saling bersinergi mengembangkan pariwisata di kedua provinsi itu, ia memastikan kerja sama promosi dan pemasaran bersama tersebut akan lebih efektif memberikan keuntungan bagi kedua provinsi, misalnya peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun turis mancanegara.

“Promosi kepariwisataan bersama penting dilakukan di tengah gencarnya para pesaing, baik dari wilayah Indonesia lainnya maupun negara asing,” ujar Andre.

Sejalan dengan hal itu, ia juga berpendapat pemerintah daerah di NTB maupun Sumut perlu lebih gencar lagi melakukan inovasi, perbaikan dan penataan berbagai destinasi wisata.

Diakuinya, letak geografis NBT yang relatif dengan Provinsi Bali ikut memberi kontribusi positif bagi peningkatan arus wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di provinsi berjulik Bumi Gora itu.

Sementara itu, Asisten Umum dan Kesra Setdaprov NTB Baharuddin saat menerima rombongan Biro Humas dan Keprotokalan Setdaprov Sumut bersama para wartawan, menjelaskan, Pemprov NTB terus berupaya mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

“Sesuai Rencana Pembangunan Jangka menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat 2014-2018, target yang dipatok sebanyak 1.705.400 kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Berkontribusi nyata
Sektor pariwisata, lanjutnya, telah berkontribusi nyata untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan.

Sebab, sebagian penduduk di NTB dewasa ini mengandalkan sumber mata pencaharian dari sektor pariwisata.

“Dengan tumbuh berkembangnya industri pariwisata di NTB, akan mampu untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan sadar wisata, lanjutnya, Pemprov NTB melalui instansi terkait setiap tiga bulan sekali melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar kawasan wisata, seperti di Gili Trawangan, Senggigi dan Gunung Rinjani.

Baharuddin lebih lanjut memaparkan, wisata syariah menjadi tren baru pengembangan pariwisata NTB yang dimulai sejak tahun 2015.

Semangat baru pengembangan wisata syariah itu menyusul ditetapkannya NTB sebagai salah satu dari 12 destinasi wisata syariah secara nasional.

Ia menambahkan, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dinilai sebagai salah satu daerah paling siap mengembangkan destinasi wisata dengan konsep syariah.

“Pulau Lombok yang dikenal juga dengan julukan Pulau Seribu Masjid. Julukan itu tentu memberikan seribu makna pula bagi masyarakat di daerah-daerah lain yang belum pernah datang ke Pulau Lombok khususnya ke Kota Mataram,” ujar dia.

Salah satu makna yang terkandung dari julukan itu adalah penduduk di Pulau Lombok sebagian besar umat muslim yang kehidupannya sehari-hari selalu berpegang pada ajaran-ajaran agama Islam.

Disebutkannya, Mataram merupakan ibu kota Provinsi NTB bermottokan “maju, religius dan berbudaya” dengan memiliki penduduk yang heterogen dari berbagai macam suku, agama dan etnis.

Namun, menurut Baharuddin, kehidupan warga di Kota Mataram memiliki toleransi yang tinggi sehingga mereka dapat hidup rukun dan aman, seperti penduduk di Provinsi Sumut. (LMC-02)




Akhyar: Pengembangan PAUD Harus Tetap Prioritas

Akhyar Nasution

Medan, 3/2 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, mengatakann Pemerintah Kota (Pemkot) Medan tetap memprioritaskan pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah ini.

“Anak adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu perlu bimbingan dan pengawasan sejak usia dini harus selalu memberikan yang terbaik untuk mereka,” katanya pada pembukaan pendidikan dan latihan (Diklat) dasar bagi guru dan tenaga kependidikan PAUD Mandiri, di Medan, Jumat.

Berdasarkan hasil penelitian, lanjutnya, sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun.

Selain itu, sekitar 80 persen telah terjadi perkembangan yang pesat di jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan akan mencapai puncaknya ketika anak berusia 18 tahun.

Setelah itu, kata dia, walaupun dilakukan perbaikan nutriasi, tidak akan berpengaruh signifikanterhadap perkembangan kognitif mereka.

Artinya, perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perekmbangan yang terjadi pada kurun 14 tahun berikutnya.

“Periode ini merupakan periode kritis bagi anak, sebab sangat berpengaruh dengan perkembangan periode berikutnya sampai masa dewasa. Masa emas ini hanya datang sekali seumur hidup. Jika periode ini terlewatkan berarti habislah peluangnya,” ujar Wakil Walikota.

Karena itu, investasi terbaik yang bisa diberikan untuk masa depan anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Sejalan dengan hal tersebut, Akhyar minta para guru PAUD agar bekerja sungguh-sungguh dan tetap memberikan yang terbaik kepada peserta didiknya.

Pemko Medan, menurut dia, berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas bagi para pendidik anak usia dini.

“Peningkatan kapasitas guru seperti ini yang sangat dibutuhkan guna menyongsong era persaingan global,” tambahnya.

Diklat Dasar guru dan tenaga pendidik PAUD tersebut diikuti sebanyak 115 orang peserta dari 21 kecamatan.

Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri, menjelaskan, di Medan saat ini terdapat sekitar 800 PAUD, masing-masing PAUD diperkirakan memiliki anak didik sekitar 20 orang murid.

“Kami akan terus mendorong setiap kecamatan maupun kelurahan di Kota Medan agar memiliki PAUD,” ujar dia. (LMC-02)




PT Aquafarm dan Pemkab Sergai Wacanakan Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar

Diskusi wacana pengembangan ikan air tawar PT Aquafarm dan Pemkab Serga, baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)

Sei Rampah (2/9) – PT Aquafarm Nusantara mendiskusikan wacana pengembangan budidaya ikan air tawar bersama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai baru-baru ini.

Kerjasama di antaranya dalam bentuk bantuan teknis dan pendampingan terhadap pembudidaya ikan air tawar yang implementasinya akan dikoordinir oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.

Bupati Sergai Ir Soekirman menyampaikan potensi besar perikanan air tawar yang ada di Sergai, namun belum dapat dikembangkan dengan baik.

“Potensi untuk budidaya perikanan melalui kolam bekas budidaya udang yang sudah menjadi lahan tidur dan sungai cukup besar tetapi belum berkembang dengan baik. Dan berharap dukungan PT AN untuk bisa mengembangkannya”, katanya saat menerima audensi pihak Manajemen PT Aquafarm Nusantara (PT AN) di Kantor Bupati Serdang Bedagai.

Soekirman didampingi Wakil Bupati Darma Wijaya, Sekda Hadi Winarno serta unsur pimpinan SKPD
menyambut baik atas audiensi dan kabar baik yang disampaikan manajemen dan berharap PT AN tetap bisa berkembang dan memberikan manfaat besar ke masyarakat khususnya di wilayah itu.

“Dengan jumlah karyawan PT. AN mencapai 4.000-an di Sergai, terus terang akan menjadi masalah yang sangat besar bagi kami, jika perusahaan terganggu operasionalnya”, paparnya.

Sementara Head of Corporate General Affair PT AN, Rudi Hertanto didampingi Manager Humas Afrizal, Manager CSR Saruhum Rambe dan Staf Humas PTAN Sergai Arief Berutu, menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan Pemkab setempat untuk kelancaran operasional perusahaan tersebut.

Dukungan di antaranya dalam bentuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, sarana jalan dan pembinaan.

“Kami juga berterima kasih karena telah memberikan dukungan moral ke perusahaan atas dinamika yang dihadapi di Danau Toba,” ucap Rudi.

Lebih lanjut Rudi, menjelaskan perkembangan terakhir dan arah kebijakan pemerintah tentang KJA di Danau Toba yang awalnya disebut Zero KJA kini ke arah Penataan dan Pengendalian KJA demi mewujudkan budidaya perikanan yang lestari ramah lingkungan dan bersinergi dengan kepariwisataan.

Terkait wacana kerjasama pengembangan budidaya ikan air tawar bersama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai manajemen PT AN juga menyambut baik usulan tersebut.

“PT AN siap berkontribusi melalui bimbingan teknis dan pendampingan”, ucap Rudi.

Humas PTAN Afrizal menambahkan bahwa masyarakat telah memulai kegiatan pembenihan di beberapa Desa dan perusahaan siap memberikan kontribusi dalam bentuk program CSR, untuk memberikan dukungan agar perikanan di Kabupaten Serdang Bedagai meningkat sebagaimana Inpres No. 07 Th 2016 Tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.(LMC/rel)




‘”Halo Tirtanadi” Terus Lakukan Pengembangan

Pls. Kadiv. Public Relations Tri Utama Budi SH, (Foto:LintasMedan/ist)

Pls. Kadiv. Public Relations Tri Utama Budi SH, (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 11/5 (LintasMedan) -Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi yang telah melaunching ‘Halo Tirtanadi 1500 922’ akan berupaya untuk terus melakukan pengembangan demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Halo Tirtanadi yang dilaunching baru-baru ini merupakan pengembangan dari Halo Tirtanadi sebelumnya atau nomor yang lama yakni 0804 140 1068,” kata Pls. Kadiv. Public Relations Tri Utama Budi SH, Rabu.

Menurut Tri Budi, perubahan nomor ini disesuaikan berdasarkan saran dan masukan serta evaluasi selama ini untuk lebih memudahkan pelanggan menyampaikan permasalahan pelayanan serta mendapatkan informasi pelayanan.

“Perubahan nomor Halo Tirtanadi ini kami lakukan demi peningkatan pelayanan Perusahaan kepada pelanggan dan publik dimana diharapkan dengan layanan “Halo Tirtanadi 1500 922” lebih mudah diingat serta pelanggan atau masyarakat yang menelepon ke nomor layanan ini dibebaskan dari beban pulsa,” papar Tri Budi.

Layanan Halo Tirtanadi 1500 922 beroperasi setiap hari dari Jam 07.00 – 22.00 WIB termasuk pada hari libur.

Fitur Utama Website PDAM Tirtanadi

Selain melaunching Layanan Halo Tirtanadi 1500 922, perusahaan daerah ini juga melauching Website PDAM Tirtanadi www.pdamtirtanadi.co.id. Website ini selain menampilkan berita kegiatan dan perkembangan perusahaan juga menampilkan informasi gangguan pelayanan serta informasi pelelangan pekerjaan.

Tri Budi menjelaskan bahwa website PDAM Tirtanadi memiliki 3 fitur utama yang sangat bermanfaat bagi pelanggan yaitu :

1.Dapat menampilkan tagihan rekening air bulan berjalan dengan cara mengklik tombol “Cek Tagihan Air” lalu mengetikan Nomor Pelanggan Air (NPA) di kolom yang tersedia maka akan muncul jumlah tagihan rekening air pelanggan.

2.Registrasi E-Billing yaitu pelanggan dapat mendaftarkan Email dan NPA nya untuk mendapat pemberitahuan melalui email tentang jumlah tagihan rekening airnya setiap bulan.

3.Portal Layanan Halo Tirtanadi yang berfungsi sebagai sarana interaktif pelanggan untuk menyampaikan informasi, keluhan dan saran yang langsung diteruskan ke Kepala Cabang Pelayanan untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap dengan adanya tiga fitur unggulan yang ditampilkan di Website PDAM Tirtanadi semakin memudahkan pelanggan untuk memperoleh pelayanan dan informasi,” ujar Tri Budi.

Pembayaran rekening air PDAM Tirtanadi kini semakin mudah dan jaringannya cukup luas dengan diberlakukanya pembayaran rekening air secara online melalui jasa layanan PPOB Bank Bukopin, Teller & ATM Bank Sumut, ATM & Internet Banking Bank Mandiri, ATM BRI dan Teller & ATM BTN, Gerai Indomaret, PT. Pos, Doku dan Loket Kantor Cabang PDAM Tirtanadi

“PDAM Tirtanadi terus berupaya mempermudah pelanggan untuk melakukan pembayaran rekening air dan akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi,” kata Tri Budi.

Tri Budi juga menghimbau pelanggan agar membayar rekening air tepat waktu untuk menghindari denda dan pemutusan sambungan air.(LMC/rel)




Proyek Pengembangan IPA Tirtanadi Rampung

Instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di kawasan Sunggal Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di kawasan Sunggal Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 13/2 (LintasMedan) – Proyek pengembangan instalasi pengolahan air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi di Sunggal telah rampung dan saat ini sedang memasuki tahap uji coba penambahan kapasitas produksi.

“Saat ini pengembangan IPA Sungal telah memasuki tahap penyelesaiaan. Sebelum dioperasikan, maka terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk memastikan bahwa nantinya penambahan kapasitas produksi IPA Sunggal dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” kata Kepala Divisi Public Relations PDAM Tirtranadi Irsan Effendi Lubis, di Medan, Sabtu.

Setelah pengembangan IPA Sunggal memasuki tahap penyelesaian akhir, lanjutnya, kembali dilakukan uji coba penambahan kapasitas produksi sebesar 300 liter/detik.

Setelah uji coba tahap pertama berjalan lancar, maka uji coba selanjutnya dilakukan pada hari Jumat (12/2) dengan menambah kapasitas produksi IPA Sunggal sebesar 200 liter/detik.

“Nantinya total penambahan produksi IPA Sunggal dari pengembangan ini mencapai 700 liter/detik,” kata Irsan.

Pihaknya berharap penambahan kapasitas produksi IPA Sunggal sebesar 700 liter/detik akan dapat menanggulangi defisit air yang selama ini terjadi di beberapa wilayah seperti kawasan Padang bulan dan Perumnas Simalingkar, Perumnas Helvetia Perumnas Mandala dan Kawasan Medan Timur serta Medan Utara.

Diakuinya, selama tahap uji coba pada12 dan 13 Februari sempat terjadi penurunan kualitas air sebagai dampak dari peningkatan debit dan tekanan air sehingga menimbulkan goncangan (turbelensi) di dalam pipa.

Pada saat terjadi goncangan, kata dia, endapan di dasar pipa ikut teraduk sehingga terjadi penurunan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami penurunan kualitas air namun akan mengalami penambahan debit dan tekanan air,yaitu Jalan Bunga Raya, Jalan Setia Budi, Jalan Kenanga Raya, Jalan Sunggal, Jalan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sei Padang, Jalan Jamin Ginting, Jalan Iskandar Muda, Jalan Dr. Mansyur dan sekitar kawasan Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang.

Selain itu, Jalan Abdulah Lubis, Jalan Sudirman, Jalan S. Parman, Jalan Zainul Arifin, Jalan Sutomo, Jalan Putri Hijau, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Kapten Muslim, Jalan Ayahanda, Jalan Darusalam, Jalan Yos Sudarso, Jalan HM. Yamin, Jalan HM. Said, Jalan Pelita I dan Jalan Gurilla.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, hal ini demi peningkatan pelayanan kami kepada pelanggan setia kami. Bagi pelanggan kami yang mengalami gangguan air, dapat menyampaikan informasi dan keluhannya ke Halo Tirtanadi nomor 0804 140 1068”, kata Irsan. (LMC-02/rel)




Pengembangan Danau Toba Harus Sentuh Ekonomi Lokal

Ilustrasi - Danau Toba. (Foto: LintasMedan/ist)

Ilustrasi – Danau Toba. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/2 (LintasMedan) – Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jaringan Lingkungan Danau Toba (Jalin D Toba), menyatakan kebijakan pemerintah pusat menjadikan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata berstandar internasional harus  memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya.

“Pengembangan pariwisata Danau Toba harus memperhatikan berbagai aspek sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi wisatawan, tetapi juga memberi manfaat bagi penduduk lokal,” kata Koordinator Jalin D Toba Murni Huber, saat dihubungi LintasMedan.com, dari Medan, Jumat.

Ia menegaskan hal itu sehubungan dengan rencana pemerintah menyiapkan Danau Toba sebagai destinasi baru dari 10 alternatif Bali baru di Indonesia untuk tahun 2019.

Dikatakannya, pariwisata di Danau Toba diyakini akan lebih berkembang jika didukung masyarakat sekitar.

Dengan pelibatan masyarakat secara langsung,  katanya, Danau Toba diyakini bisa menjadi kawasan wisata yang akan berdampak luas.

“Bahkan, bukan hanya masyarakat yang ada di kawasan Danau Toba, tetapi semuanya akan bergerak baik sektor transportasi  maupun sektor jasa lainnya,” paparnya.

Dalam konteks eksistensi masyarakat lokal, menurut Murni, keberadaan Badan Otorita Danau Toba yang akan dibentuk pemerintah harus dipastikan mampu melindungi masyarakat lokal berbagai bentuk “pemaksaan” dan “tipu daya” para calon investor, baik dalam konteks okupasi lahan melalui proses jual-beli maupun melalui proses kontrak penggunaan lahan.

“Pemerintah sebagai otoritas pengendali pengusaan lahan harus membuat peraturan yang tegas agar tidak terjadi penguasaan lahan oleh investor luar di kawasan Danau Toba demi kepentingan investasi yang cenderung lebih memarjinalkan daripada memberdayakan masyarakat setempat,” ujarnya.

Masyarakat lokal, lanjutnya, bukan hanya perlu dijaga dari proses okupasi lahan oleh para investor, baik dalam bentuk jual-beli maupun sewa lahan, melainkan harus dipastikan mempunyai kesempatan dan kemampuan sebagai pemilik saham dari berbagai investasi yang diperlukan.

Diakuinya, rencana pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk membentuk Badan Otoritas Pariwisata di 10 destinasi di Indonesia di satu sisi dapat dikatakan sebagai indikator semakin kuatnya “good will” pemerintah untuk secara serius meninggalkan konsep “Bali First Policy” yang sudah berjalan puluhan tahun di Indonesia.

Dalam perspektif itu, tentunya rencana pemerintah tersebut patut untuk didukung dan dikawal bersama.

Murni juga menyatakan prihatin dengan gencarnya aktivitas penebangan hutan di sebagian besar perbukitan Danau Toba.

“Jenis tanaman hutan di kawasan danau tersebut yang sebelumnya merupakan hutan alam, kini menjadi monokultur karena ditanami ekaliptus,” katanya.

Bahkan, menurut dia, berbagai jenis pohon bahkan tanaman endemik seperti kemenyan rusak dan terancam punah. (LMC-02)