Wali Kota Medan Tinjau Pelaksanaan Ujian PPPK

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin meninjau pelaksanaan ujian penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumut Jalan Karya Dalam, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (23/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 23/2(LintasMedan) – Wali Kota Medan, H.T Dzulmi Eldin meninjau pelaksanaan ujian penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumut Jalan Karya Dalam, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (23/2).

Siaran pers Humas Pemko Medan, menyebutkan, peninjauan dilakukan Wali Kota untuk memastikan pelaksanaan ujian berbasis komputer dengan cumputer assited test (CAT) tersebut berjalan lancar.

“Ujian ini diikuti sebanyak 197 orang tenaga pendidikan dan penyuluhan pertanian,” kata Eldin didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemko Medan Muslim Harahap.

Wali Kota menyaksikan para peserta yang dibagi dalam lima ruang tersebut tampak serius mengerjakan soal ujian langsung di komputer, sebab ujian diselenggarakan dengan sistem online.

Kepada para peserta ujian, Wali Kota berpesan selain terus berdoa, juga berharap mengerjakan soal dengan benar, teliti dan tidak terburu-buru.

“Soal-soal yang dianggap mudah sebaiknya dikerjakan terlebih dahulu, setelah itu barulah menyusul soal-soal yang sukar,” ujarnya.

Disebutkan, dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer dengan Computer Assisted Test, nilai hasil ujian dapat dilihat setelah peserta selesai mengikuti ujian.

Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti ujian lulus sehingga menjadi PPPK.

“Kita melihat mereka cukup serius, semoga mereka dapat menjawab seluruh soal yang diajukan dengan baik dan benar. Kita doakan agar mereka semua lulus dan diterima menjadi PPPK,” kata Wali kota.

Eldin juga berpesan agar seluruh peserta ujian jangan mengharapkan bantuan orang lain. Artinya, seluruh peserta harus percaya dengan kemampuan dirinya masing-masing.

“Kita berharap semua peserta yang ikut dalam pelaksanaan ujian hari ini akan lulus semuanya.,” tuturnya.

Sementara itu menurut Kepala BKD dan Pengembangan SDM Kota Medan, Muslim Harahap, penerimaan PPPK 2019 di Kota Medan ditentukan langsung oleh pemerintah pusat, mulai peserta yang ikut ujian, soal serta penetapan yang lulus ujian.

“Pemko Medan hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan ujian PPPK agar berjalan dengan sukses dan lancar,” kata dia.

Ujian penerimaan PPPK 2019 di Pemko Medan ini diikuti 197 orang, terdiri dari 180 orang tenaga pendidikan dan 17 orang tenaga penyuluh pertanian.

Mereka selama ini merupakan tenaga honorer di bidang pendidikan dan penyuluhan pertanian di lingkungan Pemko Medan. (LMC-03)




Pemko Medan Pastikan Kondisi Sarana Ujian PPPK Baik

Wali Kota Medan Akhyar Nasution (kiri) meninjau sarana, prasarana dan fasilitas ujian penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumut Jalan Karya Dalam, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Juat (22/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 22/2 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan sarana prasarana yang dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan ujian penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Provinsi Sumut Jalan Karya Dalam, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat dalam kondisi baik.

“Seluruh sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan ujian dalam kondisi baik, termasuk komputer dan internet,” kata Wakil Wali Kota Mwsan, Akhyar Nasution usai meninjau ruang ujian PPPK di SMKN Binaan Provinsi Sumut, di Medan, Jumat (22/2).

Peninjauan dilakukan guna mengetahui sejauh mana kesiapan yang telah dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setda Kota Medan guna mendukung kelancaran pelaksanaan ujian tersebut.

Akhyar didampingi Kepala BKD Setda Kota Medan Muslim Harahap dan Kabag Humas Ridho Nasution, mengemukakan bahwa lima ruangan yang akan digunakan sebagai tempat ujian dilengkapi dengan perangkat komputer, sebab ujian dilakukan dengan sistem online.

Seluruh sarana prasarana yang menjadi kebutuhan ujian telah dipersiapkan dengan baik, khususnya alat utama ujian yakni komputer.

Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan aliran listrik dari PLN, pihaknya minta kepada BKD Kota Medan agar berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat dalam hal penyediaan sarana generator listrik.

“Insya Allah kita harapkan semua berjalan lancar, sebab komputer yang digunakan memiliki spesifikasi tinggi. Dengan demikian, diharapkan para peserta tidak menemukan kendala selama mengikuti ujian,” kata Wakil Wali Kota.

Ujian dilaksanakan dua gelombang yang dimulai pada Sabtu (23/2) mulai pukul 10.00 WIB.

Menurut dia, ujian penerimaan PPPK 2019 akan diikuti 197 orang dari total kuota 279 orang.

Ujian akan dibagi dalam dua gelombang dan gelombang pertama diikuti sebanyak 120 orang, sedangkan gelombang kedua diikuti 77 orang.

Ujian kedua gelombang berlangsung selama 3 sesi, dimana sesi pertama dimulai pukul 10.00 sampai 12.15 WIB, sesi kedua mulai pukul 13.00 sampai 15.15 WIB dan sesi ketiga mulai pukul 15.30 sampai 17.45 WIB.

“Saya mengimbau kepada seluruh peserta ujian PPPK 2019 agar senantiasa mengikuti perkembangan informasi terkait penerimaan PPPK di website resmi, agar tidak ketinggalan informasi yang terbaru,” ujar Akhyar.

Sementara itu, Kepala BKD Setda Kota Medan Muslim Harahap menerangkan, penerimaan PPPK 2019 di Kota Medan ditentukan langsung pemerintah pusat, mulai peserta yang ikut ujian, soal serta penetapan yang lulus ujian. Artinya, Pemko Medan hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan ujian.

“Kita (BKD Kota Medan) menerima nama-nama para peserta ujian langsung dari pusat. Sebab bukan kita yang melakukan seleksi,” uca dia.

Seluruh rangkaian dan tahapan serta database nama peserta yang lolos seleksi administrasi semuanya melalui website resmi yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pusat.

Dalam pelaksanaan ujian ini, pihaknya hanya membantu menyediakan dan memfasilitasi tempat ujian sekaligus menjamin keamanan penyelenggaraan.

Untuk Pemko Medan, lanjut Muslim, hanya dua bidang saja yang akan diterima melalui ujian penerimaan PPPK 2019 sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat, yakni bidang pendidikan dan penyuluhan pertanian.

Bidang pendidikan sebanyak 190 orang, sedangkan penyuluhan pertanian sebanyak 17 orang.

“Kuota penerimaan untuk kota Medan sebanyak 299 orang, namun yang kami terima hanya sebanyak 197 orang. Kita hanya memfasilitasi penyelenggaraannya saja,” kata dia.

Khusus kepada setiap peserta ujian PPPK, ia mengingatkan agar jangan percaya bila ada oknum-oknum yang mengaku bisa membantu proses kelulusan.

“Itu tidak benar. Persiapkan diri dengan baik, apabila hasil ujian bagus, insya Allah akan lulus,” ujar dia. (LMC-04)




Januari 2019 Pemerintah Rekrut PPPK

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin. (Foto: LintasMedan/dok)

Jakarta, 20/12 (LintasMedan) – Pemerintah merencanakan akan melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Januari 2019.

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, menyatakan perekrutan P3K ini mulai dilakukan pada Minggu keempat Januari 2019.

“Pertama bulan Januari, yang kedua setelah pemilu bulan April 2019,” paparnya, seperti dilansir dari situs setkab.go.id, Kamis.

Selain merekrut tenaga P3K, pemerintah, kata Setiawan, juga akan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur umum.

“Rekrutmen ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pegawai, terutama bidang Pendidikan dan Kesehatan di mana banyak pegawai yang akan memasuki usia pensiun pada tahun 2019,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PAN-RB Syafrddin menjelaskan, bahwa rekrutmen P3K akan dilakukan dengan sangat terbuka, karena diselenggarakan secara umum yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat dengan batas usia maksimal dua tahun sebelum batas usia pensiun dari jabatan yang akan dilamar.

Selain itu, lanjut dia, P3K diharapkan dapat merekrut tenaga profesional dengan tujuan meningkatkan SDM di Indonesia terutama yang memiliki usia di atas 35 Tahun yaitu batas usia rekrutmen CPNS.

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, kata Syafruddin, membuka peluang bagi kalangan profesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“PPPK dapat mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu sesuai kompetensi masing-masing,” kata Syafruddin. (LMC-03)