Wagub: Haornas 2018 Momentum Benahi Prestasi Atlet Sumut

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeksah (kelima kiri) didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana (keempat kiri) bersama sebagian kalangan insan olahraga penerima penghargaan dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Provinsi Sumut Tahun 2018, di stadion Samura Kabanjahe, Kabupten Karo, Rabu (26/9). (Foto: LintasMedan/Irma)

Karo, 26/9 (LintasMedan) – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara, Musa Rajeksah berharap peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35 Tahun 2018 menjadi momentum pemerintah bersama seluruh stakeholder olahraga untuk membenahi prestasi atlet provinsi itu.

“Haornas yang mengusung tema “Ayo Olahraga, Bangun Indonesia” ini diharapkan menjadi semangat bersama untuk berbenah diri demi peningkatan prestasi olahraga Sumut,” katanya pada puncak peringatan Haornas 2018 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Stadion Samura Kabanjahe Kabupaten Karo, Sumut, Rabu.

Menurut dia, salah satu langkah kongkret untuk berbenah menjadi lebih baik adalah mendukung program pembinaan atlet dengan baik dan sungguh-sungguh, termasuk menyediakan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan berstandar internasional.

Pembangunan sarana dan prasarana olahraga yang baik, lanjut dia, tentu akan mendorong semangat atlet dalam meraih prestasi.

“Semoga dengan adanya sarana olahraga itu, prestasi bisa bangkit, dan juga ekonomi kerakyatan di daerah ini bisa berkembang,” ucap Musa Rajeksah yang akrab disapa Ijeck.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen untuk memberi perhatian serius terhadap pembangunan sektor olahraga, termasuk mendukung program pembinaan atlet secara berkesinambungan.

Apalagi, kata dia, Sumut bersama Provinsi Aceh pada tahun 2024 akan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON).

Khusus dalam rangka persiapan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga itu, Pemprov Sumut secara bertahap akan membangun sarana dan prasarana olahraga yang representatif di satu area sport centre seluas 200 hektar.

“Kita sedang persiapkan pembangunan sport centre di area seluas 200 hektar,” paparnya.

Penghargaan
Peringatan Haornas 2018 tingkat Provinsi Sumut juga dimeriahkan dengan gerak jalan massal serta penyerahan penghargaan kepada insan olahraga.

Ijek berharap penghargaan tersebut semakin menambah tekad dan semangat bersama, baik dari kalangan atlet maupun pelatih dan pembina olahraga untuk bahu membahu meningkatkan prestasi olahraga Sumut di level nasional maupun internasional.

Penerima penghargaan Haornas terdiri dari delapan kategori, yakni olahraga prestasi sebanyak 19 atlet, olahraga pendidikan (21 atlet), pelatih berprestasi (2 orang), pembina olahraga (1 orang), wasit berprestasi (1 orang), penggerak olahraga (3 orang), jurnalis olahraga (2 orang), badan usaha/instansi/lembaga (1 orang)

Para atlet, wasit dan pelatih yang menerima penghargaan itu terdiri dari insan olahraga yang telah berkontribusi besar bagi Sumut bahkan Indonesia, antara lain Asian Games 2018, SEA Games dan ASEAN Para Games 2017 Malaysia, Popnas 2017 di Semarang, POMNAS 2017 di Makassar, serta Peparpenas 2017 di Solo.

Selain penyerahan penghargaan bagi puluhan insan olahraga, juga diserahkan bantuan sosial berupa Mesin Diesel (2 unit), hand traktor (2 unit), Rise Transplanter (2 unit), Culty Faktor (2 unit). Kemudian bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Sumut berupa bibit jagung dan sembako. (LMC-02)




North Cliff Optimis PSMS Jauh Dari Zona Degradasi

Sponsor utama PSMS, Northcliff dalam momen berbuka puasa bersama wartawan olahraga, Selasa (29/5). (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 29/5 (LintasMedan) – Sponsor utama PSMS, Northcliff optimis PSMS akan mampu bertahan di Liga 1 musim mendatang.

CEO NorthCliff, Erry Sulistio menegaskanakan terus mensuport PSMS apapun kondisinya.

Sebagai pemilik usaha yang bergerak di bidang investasi, Erry mengaku memiliki chemistry dan kedekatan dengan PSMS sejak kecil. Untuk itu dirinya tetap optimis jika tim kebanggaan Kota Medan ini akan terus berprestasi dan terbebas dari degradasi.

“Saya tinggal di Jakarta tapi lahir dan besar di Medan. Ayah saya Alm Pak Muslim dan merupakan mantan pengurus PSMS, sejak kecil saya selalu ikut beliau di setiap laga PSMS, jadi hati saya berat untuk terus mendukungnya. Bahkan, saya yakin PSMS akan terus berprestasi, ” sebut Erry dalam sesi buka bersama sejumlah awak media, Selasa (29/5/2018) sore.

Melihat PSMS yang mampu naik ke klasemen tengah sebagai tim promosi menambah keyakinan Erry jika anak asuh Djajang Nurjaman akan terbebas dari ancaman degradasi.

“Sekarang aja PSMS mampu berada di peringkat tujuh klasemen sementara. Ini menunjukkan bagaimana permainan PSMS sudah sangat baik sebagai pendatang baru. Jadi saya gak percaya kalo PSMS degradasi, ” sebutnya.
Di akhir Erry pun mendoakan Legimin Rahardjo dkk bisa meraih poin pertamanya di laga kandang nanti menghadapi Borneo FC.

“Kita harapkan semoga bisa menang dan mencuri poin di kandang lawan untuk pertama kalinya,” ujarnya.(LMC-02)




Gubernur Bangga Prestasi Peboling Sumut

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (keempat kanan) menerima pengurus Persatuan Boling Indonesia Sumut yang diketuai Rayati Syafrin (keempat kiri) dan para peboling yang berhasil meraih prestasi terbaik pada Kejurnas 2018, di kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (6/3). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 6/3 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Tengku Erry Nuradi menyampaikan apresiasi dan bangga atas prestasi para atlet Sumut yang berhasil meraih juara umum di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) boling 2018 di Palembang, Sumatera Selatan.

“Ini merupakan prestasi yang menggembirakan. Selamat kepada para atlet dan ofisial yang telah mengharumkan nama Sumut di Kejurnas boling 2018,” katanya saat menerima kunjungan atlet dan beberapa pengurus Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Sumut, di kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa.

Pada kesempatan itu, Erry juga bersyukur atas capaian pada Kejurnas boling 2018, karena sebelumnya Sumut belum pernah tampil sebagai juara umum di event tersebut.

Ia berharap kepada para atlet boling Sumut untuk terus meningkatkan prestasi yang sudah didapat tersebut, sehingga Sumut semakin diperhitungkan di kancah cabang olahraga boling nasional dan internasional.

“Keberhasilan yang sudah didapat itu hendaknya jadi motivasi dan contoh bagi atlet boling lainnya di daerah ini,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumut, lanjutnya, akan terus berupaya ikut mendukung program pembinaan dan kegiatan cabang olahraga tersebut, di antaranya dengan menyediakan sarana gedung olahraga (sport center) di kawasan Jalan Pancing Medan.

Ketua PBI Sumut, Rayati Syafrin menjelaskan tim Sumut pada Kejurnas boling yang digelar di venue Bowling Centre Jakabaring Palembang pada 25 hingga 28 Februari 2018, berhasil merebut tiga medali emas dan satu medali perak.

Dua dari tiga medali emas Sumut itu dipersembahkan oleh Hardy Rachmadian yang tampil di nomor master dan single putra.

Medali emas Sumut lainnya diraih oleh Aldila Indrayati yang tampil di nomor single putri.

Penyelenggaraan Kejurnas yang mempertandingkan nomor single, trio, dan master tersebut bertujuan menghasilkan bibit atlet terbaik untuk selanjutnya dipersiapkan memperkuat kontingen tuan rumah Indonesia di Asian Games 2018. (LMC-03)




Sumut Berambisi Ukir Prestasi Puncak Popnas 2017

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kiri) menyerahkan bendera kepada Ketua Kontingen Sumut Baharuddin Siagian (kanan) pada upacara pelepasan kontingen Popnas Sumut 2017, di Medan, Jumat (8/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/9 (LintasMedan) – Kontingen atlet provinsi itu yang berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional XV berambisi mengukir prestasi puncak di event dua tahunan itu yang digelar di Jawa Tengah, pada 10 hingga 21 September 2017.

“Kami harapkan kontingen yang kita berangkatkan ini bisa mencapai puncak prestasi dalam POPNAS XIV di Semarang,” kata Ketua Kontingen Popnas Sumut, Baharuddin Siagiaan di sela upacara pelepasan kontingen Popnas oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, di Medan, Jumat.

Baharuddin yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut, mengakui keyakinannya akan hal itu setelah melihat hasil tempaan langsung atletnya selama mengikuti pemusatan latihan dalam rangka persiapan menghadapi Popnas 2017.

Para atlet pelajar yang mewakili Sumut di Popnas 2017 tersebut terpilih melalui seleksi ketat dan umumnya terdiri dari para juara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Sumut XII tahun 2016.

Kontingen atlet Popnas Sumut akan mengikuti 15 dari 17 cabang olahraga yang dipertandingkan, antara lain atletik, basket, bulutangkis, bola voli, angkat besi, gulat, judo, karate, renang, senam, taekwondo dan tinju.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada upacara pelepasan kontingen Popnas Sumut, berpesan kepada seluruh atlet agar dapat menjaga nama baik Sumut, sebab dalam kegiatan tersebut seluruh atlet akan berinteraksi kepada seluruh pelajar dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kalian harus menanamkan rasa bangga karena kalian ini mewakili sekian ribu pelajar di Sumut. Artinya, kalian bukan hanya membawa nama sendiri, melainkan sudah membawa nama Sumut. Makanya, bawa “sense of belonging” provinsi ini, dengan begitu akan muncul rasa berjuang untuk dapat berprestasi,” ujarnya.

Selain itu, kata Erry, keinginan untuk memperoleh prestasi tersebut harus dibarengi dengan keseriusan dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pencapaian prestasi olahraga. (LMC-02)




Gubernur Sumut Minta Atlet Tarung Derajat Tingkatkan Prestasi

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyerahkan piala juara umum kepada pimpinan kontingen Kabupaten Deli Serdang setelah berhasil tampil sebagai juara umum Kejurda Tarung Dereajat Sumut 2017, di Gedung Serbaguna Unimed, Medan Estate, Senin (1/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 1/5 (LintasMedan) – Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meminta seluruh atlet yang berhasil meraih medali pada kejuaraan daerah (Kejurda) Tarung Derajat Sumut 2017 untuk meningkatkan prestasi  di event berskala nasional maupun internasional.

“Mari kita berlatih dan terus berlatih guna meningkatkan prestasi,” katanya pada acara penutupan Kejurda Tarung Derajat memperebutkan Piala Gubenur Sumut tahun 2017, di Gedung Serbaguna Unimed, Senin.

Pada kesempatan itu, ia juga berharap atlet yang berprestasi dapat meningkatkan prestasinya lebih tinggi lagi dan bagi atlet yang belum berprestasi, terus berusaha dan berlatih dengan keras untuk mengharumkan nama Sumut.

Gubernur menyatakan optimistis kegiatan Kejurda Tarung Derajat tersebut akan melahirkan atlet yang handal untuk mewakili Sumut di pentas olahraga nasional hingga internasional.

Karena itu, ia berharap pengurus induk cabang olahraga tersebut lebih fokus pada pembinaan atlet karena program pembinaan yang bagus sangat penting untuk meningkatkan prestasi.

Sebagaimana diketahui, atlet tarung derajat Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 Riau berhasil meraih medali perak dan pada PON 2016 Jabar memperoleh dua medali perunggu.

“Semoga atlet Tarung Derajat kita bisa meraih medali emas pada PON 2020 di Papua nanti,” ucap Erry.

Sementara, Ketua Umum Kodrat Sumut, OK Hendry mengatakan bahwa pelaksanaan kejurda merupakan wadah eksistensi bagi pengurus sekaligus sebagai ajang penjaringan bibit atlet potensial di setiap daerah di Sumut.

“Saya yakin, dengan terbentuknya 19 Pengcab, banyak potensi bibit atlet tarung derajat yang selama ini belum teruji,” ujarnya.

Dalam Kejurda Tarung Derajat Sumut 2017 yang dilaksanakan pada 28 April hingga 1 Mei tersebut, Pengurus Cabang (Pengcab) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kabupaten Deli Serdang berhasil juara umum dengan meraih 4 medali emas, 7 perak dan 5 perunggu.

Empat medali empat emas masing-masing disumbangkan melalui Andika dan Togi di kelas tarung putra. Sedangkan 2 emas dari kelas seni gerak putri, melalui Sri Rahmawati dan Mira Utami.

Ketua Umum KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis menjelaskan, setelah kejurda dan mengikuti kejurnas, pihaknya baru akan menjaring para atlet Tarung Derajat terbaik di kejurnas untuk dipersiapkan mengikuti pelatda jangka panjang demi program Sumut Emas PON 2020. (LMC-02)




Pemko dan DPRD Beda Pendapat Nilai Prestasi Atlet Medan

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan pengurus KONI Meedan pada seremonial pembukaan Porkot Medan, Sabtu (29/10)(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 29/10 (LintasMedan) – Pemerintah Kota Medan dan DPRD setempat tampaknya beda pendapat dalam menilai prestasi atlet di bawah binaan KONI Medan.

Jika Walikota Medan Dzulmi Eldin mengaku puas dengan prestasi atlet, pihak Legislatif justru mengeluarkan kritik pedas bahkan meminta agar kalangan pengurus KONI Medan berikut Miliar anggaran yang telah digunakan organisasi induk cabang olahraga itu supaya dievaluasi.

Menurut Eldin, prestasi atlet Medan di PON XIX/2016 Jawa Barat, cukup memuaskan dengan mempersembahkan 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu untuk kontingen Sumatera Utara.

“Kita bangga dari jumlah medali yang diraih Sumut sebagian besar merupakan kontribusi atlet Medan,” kata Eldin usai membuka secara resmi Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan VII/2016 di Stadion Teladan, Medan, Sabtu.

Dia berharap agar kedepan, atlet Medan yang memperkuat kontingen Sumut bisa semakin berkualitas.

Porkot kata dia akan memberikan kontribusi besar terhadap prestasi olahraga Kota Medan.

“Jadi ini bukan hanya sekedar mengejar Medan kota atlet semata saja, tetapi juga meningkatkan mental atlet agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Sebelumnya kritik tajam dilontarkan Wakil Ketua DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang justru menilai banyak anggaran yang dikucurkan untuk KONI Medan terkesan mubazir.

Elit partai Demokrat ini menyampaikan pada APBD tahun 2016, KONI Medan pimpinan  Eddy Sibarani mendapat porsi anggaran Rp 9 Miliar dan diinformasikan kembali mendapat tambahan Rp3 Miliar pada P-APBD yang masih dibahas di DPRD.

DPRD Medan, kata Burhanuddin mengaku kecewa dengan prestasi para atlet binaan KONI Medan paska gelaran PON di Bandung Jawa Barat.

Pengurus KONI Medan, sebutnya belum pantas terlalu berbangga dengan prestasi yang diraih pada PON tersebut.

Meskipun dari 16 medali emas yang diraih kontingen Sumut, 9 di antaranya diperoleh atlet Kota Medan, menurut Burhanuddin masih merupakan prestasi yang biasa-biasa saja.

“Apalagi 9 emas yang diraih atlet Medan itu didominasi dari cabor wushu. Wushu itu memang luar biasa pembinanya juga luar biasa,” cetusnya baru-baru ini.

Dia juga menilai ajang Porkot yang rutin digelar setiap tahun oleh KONI Medan hanya bagian dari ajang proyek dan pemborosan anggaran.

“Terkesan gebyar seremonialnya saja yang cukup heboh, tapi even yang menghabiskan dana miliaran ini kurang mampu membawa perubahan secara signifikan bagi pembinaan dan prestasi atlet Kota Medan,” katanya.

Padahal olahraga Kota Medan, kata dia merupakan baromoter prestasi bagi Provinsi Sumut.

“Sudah delapan tahun Porkot digelar menghabiskan dana miliaran setiap tahunnya. Tapi tak ada prestasi yang terbilang menonjol. Jangan ajang Porkot cuma untuk lepas rodi penggunaan anggaran saja” ucapnya.

Burhanuddin juga mengaku kecewa ketika mendapat informasi begitu sulitnya Pengcab-Pengcab untuk mendapatkan anggaran pembinaan, menyebabkan pembinaan atlet menjadi tersendat.

“Jangan justru atlet yang sebenarnya lebih banyak dibiayai pengurus cabor, namun saat berhasil dan berprestasi ngakunya sebagai binaan KONI Medan, seperti Wushu,” cetusnya.

Ketua Panitia Porkot Medan VIII/2016, T Daniel Mozard, dalam laporannya mengatakan, Porkot kali ini diikuti 2.864 atlet, mewakili 21 kecamatan se-Kota Medan, bertanding di 33 cabang olahraga, digelar hingga 5 November mendatang.

Pembukaan dimeriahkan tarian massal yang melibatkan 1.000 pelajar SMP sederajat se-Kota Medan, penampilan drum band Kota Medan yang tampil di PON XIX/2016 Jawa Barat, defile seluruh kontingen. Pembukaan ditandai dengan penyalaan api Porkot yang dinyalakan atlet Medan peraih medali di PON XIX/2016 Jabar. (LMC-02)




Mahasiswa Unimed “sit in” di UNY Torehkan Prestasi

Ilustrasi - Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed), di Medan Estate. (Foto: LintasMedan/ist)

Ilustrasi – Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed), di Kampus Medan Estate.  (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/1 (LintasMedan) – Sebanyak empat orang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan yang mengikuti program “sit in” atau magam kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Negeri Makasar berhasil menorehkan prestasi akademik dengan indeks prestasi (IP) terbaik mereka mencapai 3,75 hingga 4,00.

Siaran pers Humas Universitas Negeri Medan (Unimed) yang diterima LintasMedan.com, di Medan, Kamis, menyebutkan, prestasi akademik diraih empat mahasiswa Unimed itu setelah mengikuti kuliah selama satu semester di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Makasar (UNM).

Mahasiswa Unimed berprestasi yang magang kuliah di UNY, yakni Yuni Hajar(IP 4,0), Mukhlis (4,0) dan Good Sumbaya Sitopu Lingga (3,75).

Sedangkan mahasiswa Unimed yang berhasil meraih prestasi akademik saat magang kuliah di UNM adalah Cucu Nistiya Ningrum (IP 4,0).

Dekan FBS Unimed Dr. Isda Pramuniati, menyatakan pihaknya merasa senang dan bangga atas prestasi akademik yang diraih oleh empat mahasiswa tersebut selama mengikutip program “sit in” di UNY dan UNM.

“Padahal, mereka berempat selama kuliah empat semester di FBS Unimed saja belum pernah meraih IP 4,0,” tambahnya.

Berdasarkan catatan prestasi akademik tersebut, menurut dia, patut dinilai bahwa manajemen akademik dan proses perkuliahan di FBS Unimed sudah sangat baik dan tidak kalah dengan universitas terkemuka lain di Indonesia.

Disebutkannya, penilaian itu mencakup proses perkuliahan, kurikulum, SDM dosen, budaya akademik dan sarana prasarana.

“Kami juga terus berupaya memperbaharui kurikulum, budaya akademik, sarana prasarana, dan terus mendorong para dosen untuk mengikuti studiy lanjut secara terprogram,” ujar Isda.

Sebagaimana diinformasikan, keikutsertaan mahasiswa FBS Unimed dalam kegiatan “sit in” di UNY dan UNM merupakan wujud dari program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (Permata).

Program Permata diterapkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk menambah daya saing antar mahasiswa PTN di Indonesia. (LMC-06)




Gubernur Sumut Apresiasi Prestasi SSB K3 Asahan

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho didampingi Kepala Dispora Sumut Baharuddin Siagan (kiri), foto bersama tim U-12 Sekolah Sepak Bola K3 Asahan, di rumah dinas gubernur Jalan Sudirman Medan, Senin (8/6).  (Foto: LintasMedan/ist)

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho (tengah)  didampingi Kepala Dispora Sumut Baharuddin Siagan (kiri), foto bersama tim U-12 Sekolah Sepak Bola K3 Asahan, di rumah dinas gubernur Jalan Sudirman Medan, Senin (8/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 8/6 (LintasMedan) – Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengapresiasi raihan prestasi tim U-12 sekolah sepak bola (SSB) K3 Kabupaten Asahan di Kejuaraan Danone Nations Cup 2015 di Jakarta, baru-baru ini.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumut saya menyampaikan apresiasi atas perjuangan yang telah dilakukan adik-adik dari SSB K3 yang telah mewakili Sumut dan meraih juara tiga,” katanya di Medan, Senin.

Gatot menyampaikan hal itu saat menerima audiensi rombongan tim U-12 SSB K3 Asahan di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan.

Ia berharap para pemain U-12 SSB K3 Asahan tidak cepat puas atas prestasi yang diraih tersebut.

“Adik-adik agar punya mimpi untuk sukses di masa depan. Olahraga juga mengajarkan nilai-nilai semangat juang,” tambahnya.

Tim U-12 SSB K3 Asahan SSB K3 asuhan pelatih Sabirin meraih juara III dalam putaran final nasional Danone Nation Cup (DNC) 2015.

SSB K3 menyingkirkan wakil Sulawesi Selatan 3-1 lewat drama adu penalti di Stadion Kuningan Jakarta, Minggu (7/6).
Sementara juara DNC 2015 diraih SSB Banteng Muda Jawa Timur yang menaklukkan wakil Kalimantan Selatan 1-0.

Selanjutnya, SSB Banteng Muda berhak mengikuti putaran Final Dunia U-12 di Maroko. (LMC-05)