Ribuan Warga Shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka Medan

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin bersama ribuan warga melaksanakan shalat Idul Idha 1440 Hijriyah di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (11/8). (Foto: LintasMedna/ist)

Medan, 11/8 (LintasMedan) – Ribuan warga bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan dan Provinsi Sumut melaksanakan shalat Idul Adha 1440 Hijriah di Lapangan Merdeka Medan, Mingu (11/8).

Sejak pagi, mereka berduyun-duyun memasuki kawasan Lapangan Merdeka Medan dengan iringan gema takbir.

Tampak hadir Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin,Wakil Walikota Akhyar Nasution, dan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.

Shalat Idul Adha yang digelar Pemko Medan ini mulai dilaksanakan pukul 07.30 WIB dipimpin imam ustadz Fikri Munawar yang merupakan qori tingkat nasional.

Sedangkan sebagai khatib adlah ustadz Dr.H.M Syukri Albani Nasution, MA yang sehari-harinya menjabat sebagai sekretaris MUI Kota Medan dan Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Syukri Albani dalam khutbah menceritakan keteladanan Nabi Ibrahim yang menjadi awal pelaksanaan ibadah kurban.

Ia menyebut tiga poin penting terkait dengan keteladanan Nabi Ibrahim itu, yakni tentang ketaatan kepada Allah, kesabaran Nabi Ibrahim menghadapi ujian dari Allah SWT, dan pengorbanan Nabi Ibrahim.

Khatib Syukri Albani lebih lanjut juga mengimbau para jemaah untuk tidak ragu mengeluarkan sebagian rezeki untuk berkurban karena dengan berkurban umat Islam diajarkan untuk berbagi

“Anjuran berkurban ini sebagai wujud kepatuhan dan keikhlasan serta mengandung nilai-nilai kesetiakawanan-sosial,” katanya.

Usai melaksanakan salat Idul Adha, Walikota Medan mengatakan berkurban mengandung nilai-nilai keikhlasan, ketakwaan dan kebersamaan.

Oleh karena itu di moment hari raya Iduladha ini Wali Kota Medan mengajak masyarakat untuk saling membantu satu dengan yang lainya sebagai bentuk motivasi dalam mewujudkan kebersamaan.

“Mari kita jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain. Karena itu mari kita berkurban, sebab melalui kurban kita dapat mewujudkan kebersamaan diantara kita,” kata Eldin. (LMC-03)




Ribuan Warga Antusias Saksikan Karnaval Budaya di Medan

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (ketiga kiri) didampingi Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (keempat kanan) mengibaskan bendera pada acara pelepasan peserta Karnaval Budaya dan peresmian pembukaan Festival Pesona Lokal 2019, di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (3/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 3/8 (LintasMedan) – Ribuan warga, baik tua ataupun muda, tumpah ruah menyaksikan peserta karnaval budaya dan festival pesona lokal yang dilepas oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (3/8).

Medan dipilih sebagai kota pembuka kegiatan Festival Pesona Lokal karena pada perhelatan tahun 2018n meraih predikat Kota Paling Mempesona.

Antusiasme warga untuk menyaksikan perhelatan budaya yang digelar oleh Adira Finance tersebut sangat luar biasa.

Karnaval budaya ini diikuti lebih dari 48 grup yang menampilkan atraksi budaya khas Sumut mulai dari pakaian adat, musik tradisional hingga pertunjukan kesenian tradisional.

“Mari kita jaga keragaman budaya yang ada di Sumut karena ini merupakan identitas kita,” ujar Edy Rahmayadi pada acara pelepasan karnaval budaya yang juga dihadiri Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadel.

Sementara, Walikota Medan Dzulmi Eldin menyatakan pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi penyelenggaraan Karnaval Budaya dan Festival Pesona Lokal.

“Festival Pesona Lokal sebagai wadah mempertahankan seni dan budaya yang telah diwariskan leluhur agar tidak tergerus dengan masuknya budaya asing. Budaya asing boleh masuk, tapi kita harus senantiasa menjaga kelestarian seni dan budaya kita,” ujar Eldin.

Usai acara pelepasan peserta karnaval budaya, Walikota Medan Dzulmi Eldin didampingi Wakil Walikota menyaksikan pertunjukan fashion show yang menampilkan busana Batik Medan hasil desain Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Medan Hj Rita Maharani.

Sejumlah model pria dan wanita, termasuk anak-anak tampil energik mengenakan busana Batik Medan yang mengusung motif aneka kearifan lokal Kota Medan seperti Becak Medan, Payung Melayu, Istana Maimun, Tembakau dan Tepak Melayu.

Fashion show Batik Medan mendapat aplaus meriah dari para pengunjung dan Wali Kota naik ke panggung untuk menyerahkan buket bunga kepada Rita Maharani sebagai apresiasi atas hasil karyanya mengembangkan Batik khas Medan selama ini.

Batik Medan dilaporkan tidak hanya diminati warga lokal, tetapi pemasarannya sudah meluas ke penjuru nusantara dan sejumlah negara.

Usai acara fashion show, panggung utama Festival Pesona Lokal di Lapangan Merdeka Medan juga dimeriahkan atraksi tari Ahoi yang merupakan tarian Melayu dari Kota Medan.

Sebanyak 429 penari tampil membawakan tarian kebanggan masyarakat Suku Melayu tersebut.

Bahkan, Walikota, Wakil Walikota, Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Medan ikut menari bersama para penari lainnya.

Penyelenggaraan Festival Pesona Lokal 2019 yang berlangsung sehari tersebut juga diisi dengan lomba tari lokal kontemporer yang diikuti 12 grup, lomba desain motif khas lokal kontemporer dengan 30 peserta, dan kompetisi ala selebgram lokal yang bisa diikuti oleh seluruh pengunjung.

Festival Pesona Lokal merupakan program CSR Adira Finance kembali bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Pesona lndonesia) bertujuan mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah. (LMC-02)




Gubernur dan Walikota Medan Shalat Id Bersama Ribuan Masyarakat

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (ketiga jkiri), Wagub Sumut Musa Rajekshah (keempat kiri), Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (keempat kanan) dan Wakil Wlaikota Medan Au 1440 H Akhyar Nasution (kedua kanan) beserta sejumlah pejabat  lainnya dan ulama melaksanakan shalat Id bersama ribuan warga di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (5/6). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/6 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dan Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin menunaikan shalat Idul Ftri 1440 H bersama ribuan warga di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (5/6) pagi.

Tampak pula para pejabat Pemprov Sumut dan Pemko Medan lainnya, antara lain Wagub Sumut Musa Rajekshah, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman unsur Forkopimda Sumut dan Medan, Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Medan Rita Maharani Dzulmi Eldin serta para alim ulama, tokoh masyarakat dan para pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut dan Walikota Medan beserta sebagian besar pejabat mengenakan teluk belanga, busana khas Melayu.

Sejak pagi, masyarakat Medan berbondong-bondong menuju Lapangan Merdeka. Tiba di Lapangan, masyarakat dari berbagai kalangan dan usia itu, langsung menempati saf yang telah disiapkan penyelenggara.

Beberapa saat shalat Idul Fitri dimulai, para jemaah mengumandangkan takbir.

Bertindak sebagai imam dalam Salat Idul Fitri 1440 H yang digelar Pemko Medan itu adalah Imam H. Mad Kasad Lubis, S.Pd.I yang merupakan qori nasional. Sedangkan khatib adalah Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.A. yang juga Sekretaris MUI Sumut.

Dalam khotbahnya yang berjudul “Silaturrahim Membina Persatuan”, Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.A, mengajak jemaah menjadikan Idulfitri sebagai momentum membangun “Medan Rumah Kita” dengan merajut silaturrahim, merawat persatuan dan persaudaraan, menyatupadukan hubungan kasih sayang menuju “Sumut Bermartabat”.

“Marilah dengan hati tulus iklas, dengan dada yang lapang, dan dengan wajah yang bersih, serta dengan tangan terulurkan, kita saling memaafkan. Menghapus karat marah, iri, dan benci dalam diri, semua sirna di hari yang fitri ini,” ujarnya.

Khatib menyebutkan, keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan yang dikehendaki Allah untuk seluruh mahluk, termasuk manusia. Seandainya Allah menghendaki, niscaya dijadikannya satu umat manusia saja.

“Itu semua untuk menguji kamu meyangkut apa yang yang dianugerahkannya kepada kamu. Karena itu, berlomba-lombalah dalam kebajikan,” kata dia.

Ardiansyah juga mengingatkan jemaah tentang negeri Saba, sebagaimana yang dikisahkan dalam Alquran. Negeri yang sebelumnya sejahtera itu akhirnya luluh-lantak diterpa banjir. Allah murka karena penduduk negeri itu durhaka, menganiaya diri sendiri dengan kemusyrikan dan permusuhan.

“Mari kita memetik pelajaran dari peristiwa yang meluluhlantakkan Negeri Saba,” ucapnya seraya menegaskan, silaturrahmi, kesatuan, dan persatuan akan mengantarkan kepada kesejahteraan. “Memutus silaturrahim, perpecahan, dan permusuhan akan membenamkan kita dalam kesengsaraan dan kesulitan,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah, Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Idul Fitri kepada umat muslim di Medan.

Dia juga mengajak masyarakat menjadikan momen Hari Raya Idulfitri 1440 H ini untuk meningkatkan partisipasi dalam menyukseskan program-program pembangunan.

“Kita berharap agar warga Medan terus menjaga kedamaian dengan semangat kebersamaan dan toleransi,” tuturnya. (LMC-04)




Ribuan Pelari Ramaikan Medan 10-K 2018

Peserta melakukan start kelas 10-K saat berlangsung lomba lari Medan 10-K dan 5-K di Jalan Balai Kota Medan, Minggu (9/12). (Foto: LintasMedan/SD)

Medan,9/12 (LintasMedan) – Sebanyak 2.850 pelari meramaikan Medan 10-K dan 5-K Tahun 2018 yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Minggu (9/12).

Para peserta lomba dilepas oleh Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin dari kawasan Lapangan Merdeka Medan dalam dua gelombang, masing-masing kategori umum dan pelajar sejauh 10 kilo meter (10-K) serta 5-K untuk kategori pelajar dengan memperebutkan total hadiah uang sebesar Rp169 juta.

Walikota Medan menyatakan bangga dengan animo masyarakat yang cukup tinggi untuk mengikuti lomba lari tersebut, yang dibuktikan dengan pesertanya mencapai 2.850 orang dari berbagai kalangan mulai pelajar, masyarakat umum, hingga dari TNI/Polri.

“Kegiatan ini selain dimaksudkan untuk mengajak masyarakat gemar berolahraga, juga digelar dalam rangka untuk melahirkan bibit pelari baru yang dapat mengharumkan nama Kota Medan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dikatakannya, lomba lari 10-K dan 5-K tersebut merupakan momentum tepat untuk kembali mengingatkan semua pihak untuk membangun budaya olahraga.

Oleh karena itu, Eldin berharap olahraga lari menjadi kian membudaya di kehidupan masyarakat sehingga seluruh masyarakat dapat melakukan olahraga tersebut guna meningkatkan kualitas kesehatan.

Selanjutnya, kata Walikota, pada penyelenggaraan event serupa tahun mendatang diharapkan jumlah peserta lebih banyak lagi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga Medan yang kini bertekad menjadi kota atlet dapat lebih dikenal.

“Kita ingin Medan kembali mampu melahirkan pelari tangguh seperi Gurnam Sigh yang berhasil merebut tiga medali emas di Asian Games Tahun 1962 untuk nomor lari marahon 5.000 dan 10.000 meter,” ujarnya.

Lomba lari Medan 10-K dan 5-K selain diramaikan peserta dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara, juga diikuti atlet dari Provinsi Aceh, Riau dan Bangka Belitung.

Pada event tersebut, juara I putra 10-K untuk kategori umum diraih Welman Pasaribu dari Kodam I/Bukit Barisan, disusul di posisi kedua Elisar K (Riau) dan Robi (Bangka Belitung).

Untuk 10-K putri, juara I direbut Pretty Sihite dari Kota Sibolga, juara II Agustina Manik (Kabupaten Asahan) dan juara III Rosima Simbolon (Tapanuli Selatan).

Lomba lari 5-K untuk kategori pelajar putra, juara I Laudrup Rafael Sinaga dari SMA Medan Putri, juara II Rivaldo Purba (SMP Methodist 8 Medan) dan M Fahrurrozi (SMA 15 Medan).

Untuk lomba lari 5-K putri, juara I Halimatus Syakdiah dari SMA Mulia Medan, juara II Rahel Sitorus (SMPN3 Medan) dan Linda Ika Putri (SMAN 2 Medan).

Para pemenang memperoleh piala dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Walikota Medan, Dandim 0201/BS Kolonel Inf.Yuda Rismansyah dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penarikan kupon lucky draw dengan hadiah utama enam unit sepeda gunung. (LMC-04)




Ribuan Orang Ikuti Aksi Bela Tauhid di Medan

Sejumlah pengunjukrasa membawa bendera dan mengenakan ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid saat mengikuti aksi bela tauhid di Medan, Jumat (26/10). (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 26/10 (LintasMedan) – Ribuan massa turun ke jalan di Medan, Jumat, mengikuti aksi bela kalimat tauhid dalam rangka menyuarakan aspirasi terhadap pembakaran bendera berkalimat tauhid.

Massa mulai bergerak usai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan dengan membawa atribut bendera warna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid.

Masyarakat yang mengikuti aksi dari berbagai kalangan usia mulai remaja, laki-laki dan perempuan, ormas Islam, serta ada keluarga yang membawa anak-anak.

Dari depan Masjid Raya Al Mashun, massa dengan tertib melakukan long march menuju Mapolda Sumatera Utara (Sumut) dengan tuntutan pembubaran organisasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Massa dalam aksinya juga mendesak pihak Kepolisian agar melakukan proses hukum terhadap insiden pembakaran bendera bertulisan tauhid yang diduga dilakukan oknum anggota Banser saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, belum lama ini.

“Kami ingin menyampaikan kepada semua umat Islam di negeri ini supaya menolak keberadaan Banser di tempat-tempat mereka tinggal,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut, Heriansyah.

Menurut Heriansyah, bendera yang dibakar oleh Banser bukanlah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melainkan Ar Roya (panji Rasulullah), yakni berupa bendera berwarna hitam yang bertuliskan kalimat tauhid.

“Bendera itu milik kita, bahkan ketika ada HTI pun, bendera itu milik kita. Bendera itu bukan bendera HTI. HTI memakai bendera itu karena mereka merasa mereka muslim. Maka HTI memakai itu. Bukan karena bendera itu ada karena ada HTI. Ini harus diluruskan,” ucap dia. (LMC-03)




Warga Antusias Saksikan “Colorful Medan Carnaval” 2018

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan Rita Maharani Eldin (kedua kiri) disaksikan Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri),  menyerahkan cendera mata kepada pimpinan rombongan Jember Fashion Carnaval, di sela rangkaian acara Colorful Medan Carnaval 2018 di Jalan Pulau Pinang Medan, Minggu (1/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 1/7 (LintasMedan) – Ribuan warga antusias menyaksikan pawai peragaan busana “Jember Fashion Carnaval” yang digelar dalam rangkaian acara bertajuk “Colorful Medan Carnaval” 2018, Minggu (1/7).

Warga dan termasuk para wisatawan memadati sepanjang jalan yang menjadi jalur Jember Fashion Carnaval, mulai dari lokasi start hingga finish di kawasan Jalan Pulang Pinang Medan.

Dalam karnaval tersebut turut pula ditampilkan ragam produk fashion berbasis batik khas Medan karya pengrajin binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Tim Penggerak PKK Kota Medan.

Penyelenggaraan peragaan busana jalanan merupakan sebuah seni pertunjukan masa kini yang menampilkan keindahan hasil kreativitas, desain, perias busana yang disajikan secara teatrikal sebagai produksi budaya.

Di acara yang baru pertama kali digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-428 Kota Medan tersebut, turut pula ditampilkan tarian multi etnis dan atraksi budaya khas daerah, antara lain tari Si Gale-gale, atraksi lompat batu khas Suku Nias dan tarian Reog dari Jawa Timur.

Walikota Medan H.T Dulmi Eldin pada acara pelepasan peserta karnaval, berharap perhelatan peragaan busana jalanan tersebut adalah salah satu langkah strategis Pemko Medan untuk pengembangan industri pariwisata sekaligus meningkatkan wisatawan nusantara dan mancanegara berkunjung ke ibu kota Provinsi Sumut itu.

“Penyelenggaraan Colorful Medan Carnaval maupun Jember Fashion Carnaval diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke Kota Medan, sehingga Medan semakin dikenal,” ujarnya.

Diakuinya, kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Kota Medan bekerja sama dengan beberapa institusi lain sangat positif, karena menampilkan ribuan kostum yang unik dengan mengedepankan kearifan lokal dari berbagai daerah di Tanah Air.

Apalagi, lanjutnya, dalam perhelatan tersebut turut diikuti peserta dari Jember Fashion Carnaval yang telah dikenal sebagai event peragaan busana berskala internasional.

“Tentunya, kegiatan ini dapat membawa manfaat positif bagi kita semua, terutama dalam menanamkan kesadaran masyarakat agar mengetahui akan keanekaragaman budaya di seluruh Indonesia. Sebab, keberagaman budaya kita adalah sebuah kekuatan sekaligus keunggulan dibandingkan dengan negara lain,” ujar Eldin.

Pada kesempatan itu, Walikota Medan juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Jember Fashion Carnaval yang telah ikut berpartisipasi dalam rangka menyemarakkan Colorful Medan Carnaval tahun 2018.

Khusus dalam memperingati HUT ke-428 Kota Medan, Walikota mengajak segenap elemen masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders) memperteguh komitmen untuk bersinergi dengan Pemko Medan dalam upaya melakukan yang terbaik bagi kemajuan pembangunan di kota itu.

Ia memastikan, program-program Pemko Medan yang pro rakyat akan terus bergulir demi kebaikan masyarakat dan kemajuan pembangunan di kota tersebut.

“Program-program pembangunan akan terus dilakukan Pemerintah Kota Medan. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kota ini karena Medan Rumah Kita bersama,” paparnya. (LMC-04)




Ribuan Warga Ikuti Senam Peringati Harkopnas 2017

Sejumlah warga mengikuti senam jantung sehat dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional Tahun 2017 yang digelar Pemko Medan bersama Yayasan Jantung Indonesia Cabang Sumut, di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (10/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 10/12 (LintasMedan) – Ribuan warga  memadati Lapangan Merdeka Medan, Minggu (10/12) untuk mengikuti senam jantung sehat dalam rangka menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 tingkat Kota Medan Tahun 2017.

Pemerintah Kota Medan menggelar senam massal tersebut bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sumatera Utara yang diketuai Rita Maharani Dzulmi Eldin.

Menurut Rita, senam jantung sehat yang digelar bersamaan dengankegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day tersebut merupakan bentuk wujud nyata dari kegiatan melalui aktivitas fisik berupa olah raga ringan yang menyehatkan dan media yang efektif untuk berkumpul dalam membangun komunikasi dan kebersamaan.

“Senam jantung sehat memang sudah menjadi olahraga primadona warga Kota Medan. Jika masyarakat gemar berolahraga, tentunya tubuh mereka sehat dan bugar. Dengan demikian masyarakat dapat menudukung penuh seluruh program pembangunan yang dijalankan,” katanya.

Karena itu, kata Rita yang juga Ketua Dekranasda Kota Medan, pihaknya terus berupaya mengajak masyarakat Kota Medan agar menjaga kesehatan terutama jantung dengan mengikuti senam jantung sehat yang rutin digelar setiap hari Minggu pagi di Lapangan Merdeka Medan.

“Dengan mengikuti senam jantung sehat secara rutin, kita dapat terhindar dari penyakit jantung yang merupakan salah satu penyakit berbahaya,” ujarnya.

Senam jantung sehat itu turut diikuti Ade Hanifah Siregar yang juga besan dari Presiden Joko Widodo.

Kehadiran mertua Kahiyang Ayu tersebut sempat menarik perhatian sejumlah peserta senam jantung sehat.

Ade Hanifah terlihat cukup antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh instruktur yang berpengalaman.

Sebagaimana diketahui, Ade Hanifah Siregar adalah istri dari almarhum Erwin Nasution yang juga mantan Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Sumut. (LMC-04)




Walikota Senam Jantung Sehat Bersama Ribuan Warga

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin mengikuti senam massal jantung sehat, di Jalan Pulau Penang Medan, Minggu (8/10) pagi. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 8/10 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemko setempat mengikuti senam massal jantung sehat di Jalan Pulau Penang Medan, Minggu (8/10) pagi.

Dalam rangkaian hari tanpa kendaraan bermotor atau car free day (CFD) yang digelar di kawasan Lapangan Merdeka Medantersebut, warga terlihat antusias mengikuti senam massal yang rutin digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Pemko Medan itu setiap hari Minggu.

Beberapa saat sebelum bergabung dengan ribuan warga untuk mengikuti senam massal, Walikota didampingi Kadis Pemuda dan Olahraga Kota Medan Mara Husin Lubis beserta sejumlah camat mengelilingi Lapangan Merdeka sebagai warming up atau pemanasan.

“Senam jantung selain menyehatkan tubuh, juga dapat membuat hidup menjadi sehat dan teratur. Hidup sehat ini akan memberikan semangat dan optimis dalam melakukan setiap kegiatan,” kata Eldin, seusai mengikuti senam berdurasi sekitar satu jam tersebut.

Selain itu, lanjutnya, ia mengajak segenap elemen masyarakat di ibu kota Provinsi Sumut itu rajin berolahraga dengan dibarengi istrirahat yang teratur, sehingga juga akan lahir pikiran positif, kreatif dan inovatif.

Disebutkannya, kegiatan car free day dan senam jantung sehat yang rutin digelar Pemko Medan selama beberapa tahun terakhir dimaksudkan untuk menstimulus masyarakat agar rajin berolahraga.

“Biasakan hidup sehat dengan berolahraga agar tubuh terhindar dari segala macam penyakit Jantung,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang utama Sumut, Rita Maharani Dzulmi Eldin, berharap masyarakat di daerah itu agar melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan jantung.

“Senam adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan masyarakat secara terprogram untuk meningkatkan kesehatan jantung,” ujarnya. (LMC-04)




Ribuan Warga Senam Bersama Dzulmi Eldin

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri) bersama ribuan warga mengikuti senam jantung sehat, di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (20/8) pagi. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 20/8 (LintasMedan) – Ribuan warga melaksanakan kegiatan senam jantung sehat bersama dengan Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (20/8).

Dzulmi Eldin dengan penuh semangat dan energik bersenam ria bersama warga dan keluarga besar Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Senam massal tersebut digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat dalam rangkaian kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD).

Walikota Medan dengan mengenakan kostum merah putih, berada di barisan depan bersama peserta lainnya mengikuti gerakan secara teratur yang diperagakan instruktur senam.

“Saya berharap warga Kota Medan dapat terus mengikuti CFD sekaligus senam jantung sehat,” ucap Dzulmi Eldin.

Kegiatan CFD, menurut dia, selain dimaksudkan untuk membangun rasa kebersamaan, juga sangat baik diiukuti oleh warga agat tubuh tetap sehat dan bugar saat menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama kesehatan jantung.

“Untuk itu, marilah kita luangkan waktu sejenak untuk mengikuti CFD bersama anggota keluarga setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka,” ujarnya.

Usai senam, Walikota didampingi Ketua YJI cabang utama Sumut Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin Dahlan menjumpai warga untuk menyapa mereka dan foto bersama.

Sementara itu, Ketua YJI cabang utama Sumut Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang selama hampir dua tahun terakhir rutin setiap Minggu pagi menggelar hari bebas kendaraan bermotor tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan, terutama Dinas Pemudan dan Olahraga Kota Medan karena telah menjadikan senam jantung sehat bagian dari CFD,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Rita, Pemko Medan selama ini gencar melakukan sosialisasi untuk mengajak warga agar mengikuti senam jantung sehat setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka.

“Melalui sosialisasi yang dilakukan Pemko Medan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti senam jantung sehat semakin tinggi, terutama dari kalangan usia paruh baya,” katanya.

Selain senam jantung sehat, CFD juga diisi dengan sejumlah kegiatan lainnya seperti marathon, sepatu roda, jalan santai serta bersepeda.

Pada saat yang bersamaan, banyak warga yang memanfaatkan sejumlah peralatan olahraga yang tersedia di pinggiran Lapangan Merdeka Medan. (LMC-04)




Ribuan Pengemudi Betor Demo Tolak Angkutan Online

Pengemudi becak bermotor (betor) menggelar poster saat berunjuk rasa menolak angkutan umum online, di depan Balai Kota Medan, Selasa (21/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/2 (LintasMedan) – Ribuan pengemudi becak bermotor (betor) berunjuk rasa di depan Balai Kota di Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Selasa, menuntut pemerintah menertibkan angkutan umum berbasis aplikasi.

Para pengunjuk rasa sengaja memarkir betor mereka di badan jalan depan Balai Kota Medan sehingga jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan bermotor dan mengakibatkan kemacetan panjang di beberapa ruas jalan di sekitarnya.

Dalam aksi itu, massa penarik betor yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU) itu meminta bertemu langsung dengan Walikota Medan Dzulmi Eldin.

Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera menertibkan layanan angkutan yang menurut mereka telah mengurangi pendapatan mereka itu.

“Keberadaan angkutan online mengurangi penumpang. Hampir setiap hari kami terpaksa harus menomboki setoran,” kata Mansur, seorang pengemudi betor yang ikut unjuk rasa.

Sejumlah pengemudi betor mengaku kesal karena setelah dua jam lebih mereka berunjuk rasa, Walikota Medan belum juga terlihat menemui mereka.

Sementara, ratusan petugas Satpol PP Kota Medan berseragam lengkap membuat barikade di depan gerbang utama Balai Kota Medan. (LMC-04)