PGN Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (“PGN”) beserta jajaran anak usahanya menyalurkan bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda, Kamis (27/12).  (Foto:LintasMedan/ist)

Jakarta, 27/12 (LintasMedan) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) beserta jajaran anak usahanya ikut terjun membantu korban tsunami Selat Sunda yang terjadi baru-baru ini.

Tsunami yang menyapu pesisir laut Provinsi Lampung di Pulau Sumatera dan Provinsi Banten di Pulau Jawa mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, ribuan orang terluka dan puluhan ribu lainnya mengungsi.

Terdapat lima kabupaten yang terkena gelombang tsunami dan sejauh ini diperkirakan terpicu aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Kelima kabupaten itu mencakup Pandeglang dan Serang di Provinsi Banten, serta Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus di Provinsi Lampung.

Selaku entitas milik negara, PGN merasa wajib membantu penderitaan korban tsunami. Pada Selasa, 25 Desember 2918, PGN yang bekerjasama dengan Rumah Zakat (RZ) menerjunkan unit mobil sehat PGN yang siaga di lapangan, khususnya di daerah terdampak di Lampung Selatan.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam siaran persnya diterima Kamis (27/12), mengatakan pengoperasian mobil sehat dilaksanakan dengan 2 metode, yakni membuka posko pengobatan dan jemput pengobatan ke tempat korban.

“Kami telah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, mobil sehat PGN dan Rumah Zakat itu akan siaga selama lima hari ke depan,” ujarnya.

Selain menurunkan mobil sehat, PGN juga menerjunkan relawan yang berasal dari pekerja PGN dan anak usaha PGN. Para relawan dari PGN dan anak usaha PGN seperti PGASCom, PGASSol, PGNMas, GaGas, serta jajaran area PGN Lampung bahu membahu menyalurkan bantuan Sembako.

Pembagian Sembako menyasar daerah yang masih sukar ditembus. Lokasi terdampak tsunami itu seluruhnya berada di Lampung Selatan yang menjadi salah satu wilayah terparah, meliputi Kecamatan Way Muli Induk dan Way Muli Timur.

Rachmat menegaskan, PGN Group mengantisipasi kesukaran dan waktu tempuh yang lama dari penyaluran bantuan dengan memperbanyak jumlah relawan.

“Tiap harinya digilir koordinator dari anak usaha kami, waktu tempuh ke lokasi bisa mencapai 5 jam, normalnya hanya 2 jam,”  kata dia. (LMC 05/rel)




BNPB: Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Bertambah

Salah satu perkampungan terdampak tsunami Selat Sunda di pesisir Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (22/12). (Foto: LintasMedan/twitter Sutopo)

Jakarta, 23/12 (LintasMedan) – Jumlah korban meninggal dunia akibat gelombang tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12) terus bertambah, di mana kini telah mencapai 43 orang.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu, menyebutkan, hingga Minggu (23/12) pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang hilang.

“Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu di Lampung, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan 89 orang mengalami luka-luka. Kemudian ada 30 unit rumah mengalami rusak berat di sana.

Kemudian di Serang, lanjutnya, ada tiga orang yang meninggal dunia, dua orang mengalami luka-luka sedangkan dua orang lainnya dinyatakan hilang.

Ia mengatakan hingga kini pendataan masih terus dilakukan dan kemungkinan jumlah korban masih bertambah.

BNPB mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai untuk sementara waktu.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya,” ujarnya.

Bukan disebabkan gempa
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gelombang tsunami yang menerjang sekitar Selat Sunda, tepatnya di Pantai Barat Banten, bukan disebabkan karena adanya gempa bumi.

Pernyataan tertulis tersebut diunggah di akun twitter BMKG @infoBMKG, pada Minggu (23/12) pukul 07.31 WIB.

Berdasarkan alat pencatat gelombang laut atau Tide Gauge Serang tercatat pukul 21.27 WIB ketinggian gelombang 0.9 meter, tide gauge Banten tercatat pukul 21.33 WIB ketinggian 0.35 m.

Tide gauge Kota Agung Lampung tercatat pukul 21.35 WIB ketinggian 0.36 m Tide gauge Pelabuhan Panjang tercatat pukul 21.53 WIB ketinggian 0.28 m. (LMC-03/rel)




Tsunami Palu: Mayat Bergeletakan di Berbagai Tempat

Petugas medik memeriksa kondisi sejumlah korban bencana gempa dan tsunami di halaman RSUD Palu, Sabtu (29/9). (Foto: LintasMedan/BBC)

Palu, 29/9 (LintasMedan) – Gempa bumi disusul gelombang tsunami dahsyat yang melanda sebagian wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9), mengakibatkan kehancuran di berbagai pelosok Kota Palu serta Donggala.

Informasi yang dirangkum lintasmedan.com, Sabtu, gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter tersebut mengakibatkan sejumlah orang tewas dan pascaperistiwa itu terlihat mayat bergelimpangan di mana-mana, bangunan-bangunan hancur, situasi begitu sunyi dan mencekam.

“Pantai Talise (yang diterjang Tsunami kemarin) habis, semua habis di sana,” kata Eddy Djunaedi wartawan Metro Palu, yang juga warga Kota Palu, lewat sambungan telepon.

Eddy Djunaedi sendiri selamat karena rumahnya berada di ketinggian. Setelah semalaman bersiaga, mewaspadai gempa susulan setelah tsunami menerjang, Eddy akhirnya bergerak menuju Anjungan Pantai Talise, Sabtu (29/9), dan tiba di kawasan itu sekitar pukul 08:00 WIT.

Warga kota Palu ketika itu baru benar-benar menyadari dampak tsunami ketika berdiri di dekat pantai Talise, karena sepanjang malam kawasan tersebut terisolasi, listrik padam dan jaringan telekomunikasi tidak bisa diandalkan.

Sementara itu, pihak RSUD Undata Mamboro Palu menyebutkan, sejauh ini, setidaknya sudah 80 jenazah tiba di rumah sakit tersebut.

“Itu yang dievakuasi ke sini. Statusnya masih didata. Karena banyak keluarga yang mencari keluarga yang hilang. Kalau sudah dikenali keluarga, dibawa pulang,” kata Jauharuddin, dokter
RSUD Undata Mamboro.

Sementara korban luka lebih dari seratus, namun perawatannya dilakukan di luar, di lapangan terbuka, untuk berjaga-jaga dari kemungkinan gempa susulan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati, mengemukakan gempa berkekuatan 7,4 SR di Donggala juga memicu tsunami 1,5 meter di Palu.

Karakter gempa di Donggala, menurut Dwikorita, berbeda dengan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dipicu kenaikan patahan Flores.

“Selama ini tidak ada gempa mencapai 7,4 SR di daerah itu. Kondisi itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi hari ini,” katanya.

Sebelum gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR ini, menurut dia, pada pukul 14.00 WIB terjadi gempa awal berkekuatan 5,9 SR.

“Kami meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi gempa atau tsunami susulan dari sumber yang tidak jelas. BMKG akan terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media,” katanya. (LMC-03/BBC/An)




”Gerakan Indonesia BiSaI”, Home Credit Tampilkan Wanita Korban Tsunami

Konfrensi pers peluncuran Gerakan Indonesia Bi5a yang digelar Home Credit Indonesia, Jumat, di Restauran Istana Koki Medan, Jumat, (2/3).Foto:LintasMedan/irma.

Medan, 2/3 (LintasMedan) – Medan terpilih menjadi tuan rumah pertama “Gerakan Indonesia Bi5a” yang digelar Home Credit Indonesia, di Lapangan Benteng, Minggu.

Perusahaan pembiayaan multiguna untuk barang-barang konsumsi tahan lama seperti mobile phone, , gadget, furnitue dan elektronik ini pada kegiatan itu akan menampilkan kisah inspiratif seorang wanita korban tsunami, yakni Dewi Maharani. Dia adalah salah satu dari sembilan pelanggan yang mendapat akses pembiayaan mudah, cepat, praktis dan bertanggungjawab dari Home Credit Indonesia untuk membantu mereka memiliki barang-barang yang dibutuhkan.

“Dewi merupakan sosok inspiratif dari Aceh yang tidak membiarkan rintangan dalam hidupnya (seperti konflik militer dan bencana tsunami) menyurutkan api semangatnya untuk menggapai cita dan berkarya di dunia broadcasting,” kata Nady Nahil Gultom, Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia, pada kofrensi pers, Sabtu di Medan.

Gerakan Indonesia Bi5a ini, kata Andi merupakan gerakan yang diawali dengan kisah inspiratif para konsumen Home Credit Indonesia dari berbagai penjuru nusantara, yang berani melakukan perubahan untuk membuat hidup mereka lebih berarti.

Dia mengungkapkan bertepatan 5 tahun kehadiran Home Credit di tanah air, pihaknya meluncurkan gerakan tersebut untuk menggelorakan komitmen memberdayakan masyarakat Indonesia.

Dalam rangkaian even itu, pihaknya juga telah menyiapkan serangkaian acara yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum, di antaranya senam dan jalan sehat, workshop untuk bersaing di era digital, wisata kuliner.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cerita inspiratif dari 9 Inspirasi Indonesia, termasuk Dewi Maharani, dapat diakses melalui situs resmi Gerakan Indonesia BiSaI di www.indonesiabi5a.com.

Andy menambahkan, setelah peluncuran di Medan kegiatan beranjut di kota besar lainnya, dimana layanan kami tersedia. Kota-kota tersebut antara lain Banjarmasin, Makassar, Manado, Denpasar, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan juga Jakarta.

“Lewat Gerakan lndonesia BiSal Home Credit kami ingin meningkatkan pengetahuan digital, memberdayakan masyarakat melalui kegiatan workshop yang bermanfaat, berbagi inspirasi dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas diri serta turut mendukung perkembangan komunitas lokal,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Home Credit lndonesia juga mengumumkan pertumbuhan bisnisnya di kota Medan.

Baktiar Tampubolon, City Sales Manager Medan PT Home Credit Indonesia mengatakan bahwa di sepanjang tahun 2017 berhasil mencatat pembiayaan sebesar lebih dari Rp 164 miliar. “Sejak resmi beroperasi di Medan bulan November 2016 lalu, kami terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan kami. Saat ini kami telah memiliki 538 titik penjualan yang tersebar di Medan, melayani lebih dari 44.000 pelanggan dan kami mempekerjakan 372 karyawan yang tentunya membantu membuka lapangan kerja di kota Medan,” papar Baktiar. (LM C-02)

 




Pemko Medan Bantu Eks Korban Tsunami Nias

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri) menyerahkan secara simbolis paket bantuan kepada masyarakat eks korban tsunami Nias yang bermukim di Lingkungan XIV, Kelurahan Brayan Barat I, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (29/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 29/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan bekerja sama dengan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) memberikan bantuan kepada masyarakat eks korban bencana gempa dan tsunami Nias yang sudah hampir 12 tahun bermukim di Kelurahan Brayan Barat I, Kecamatan Medan Timur.

Paket bantuan kepada sekitar 60 kepala keluarga eks korban gempa dan tsunami Nias tersebut diserahkan secara simbolis oleh Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin, di Lingkungan XIV, Kelurahan Brayan Barat I, Sabtu (29/7).

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita ini. Mereka masih membutuhkan uluran tangan, sekecil apapun bantuan yang diberikan tentunya sangat membantu bagi mereka,” ujar Walikota.

Bentuk bantuan yang diberikan berupa biskuit, gula pasir, bubuk teh dan perlengkapan sekolah seperti pakaian seragam, tas dan buku.

Pada kesempatan itu, Eldin juga mengetuk hati seluruh masyarakat, termasuk para stakeholders di Medan agar ikut peduli dan menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu puluhan kepala keluarga korban bencana alam Nias tersebut.

”Mari tingkatkan rasa kepedulian dan empati kita kepada sesama. Yakinlah rezeki yang kita sumbangkan itu tidak akan membuat kita kekurangan, tetapi justru semakin bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua YSKI Anita mengungkapkan, sebagian besar eks korban gempa dan tsunami Nias yang bermukim di Medan saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.

Meski ada sebagian warga asal Nias itu yang bekerja di Medan, tetapi penghasilan mereka masih jauh di bawah standar hidup layak.

“Mencermati kondisi inilah kami berinisiatif bersama Pemko Medan menyalurkan bantuan kepada eks korban bencana alam itu,” ucap Anita seraya menambahkan bahwa pemberian bantuan kemanusiaan itu dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional Tahun 2017. (LMC-04)




Gempa 5,6 SR Deli Serdang Tak Berpotensi Tsunami

(Foto: Ilustrasi

Medan, 16/1 (LintasMedan) – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Deli Serdang dan sekitarnya, Senin sekitar pukul 19.42 WIB, tidak berpotensi menimbulkan gelombang pasang (tsunami).

Informasi dari Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan bahwa gempa tersebut berada pada kedalaman 10 Km tepatnya 28 Km di Barat Daya Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Disebutkan, gempa terjadi selama dua kali, masing-masing berkekuatan 3.9 pada Skala Richter (SR) SR pada pukul 19:13 WIB dan berkekuatan 5.6 SR pada pukul 19:42 WIB.

Getaran gempa yang juga dirasakan hingga ke Kota Medan dan Binjai tersebut berada pada 3.33 Lintang Utara (LU) dan 98.46 Bujur Timur (BT).

Meski pusat gempa berada di Barat Laut Deli Serdang, Sumatera Utara, tetapi peristiwa tersebut sempat membuat sejumlah warga di Medan dan Binjai panik.

Dari laman BMKG disebutkan bahwa ciri-ciri gempa pembangkit tsunami antara lain lokasi episenter terletak di laut dengan kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 km.

Selain itu gempa yang dapat memicu tsunami memiliki magnitudo besar lebih dari 7,0 SR. Mekanisme pensesarannya adalah sesar naik (thrusting fault) dan sesar turun (normal fault).

Berdasarkan pantauan di lapangan, guncangan gempa sempat membuat panik sejumlah warga yang sedang berada di dalam rumah dan pusat pertokoan.

Mereka umumnya berhamburan lari ke luar rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri.

Hingga saat ini belum diperoleh laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan fisik. (LMC-01)