Home / Politik / Timses Jokowi: Emak-emak Jangan Dijadikan Objek Politik

Timses Jokowi: Emak-emak Jangan Dijadikan Objek Politik

image_pdfimage_print

Sekretaris Tim Kampanye Nasional capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto (kanan) didampingi Ketua Umum Tim Relawan Blusukan Jokowi, Teguh Indrayana (kiri) saat menghadiri deklarasi dan pengukuhan kelompok relawan Blusukan Jokowi tingkat Provinsi Sumut, di gedung Uni Plaza Medan, Sabtu (20/10). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 20/10 (LintasMedan) – Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KH. Ma’ruf Amin menolak emak-emak atau perempuan dijadikan objek politik.

“Emak-emak itu harus kita hormati. Makanya kami tidak mempolitisasi emak-emak,” kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto di sela acara deklarasi sekaligus pengukuhan relawan Bulaksumur for Jokowi atau “Blusukan Jokowi” Sumatera Utara (Sumut) di gedung Uni Plaza Medan, Sabtu.

Dalam acara deklarasi yang dihadiri seribuan orang itu, Hasto menegaskan tidak sependapat jika emak-emak digiring dengan isu yang dangkal dan tidak memperhitungkan tugas mulia kaum ibu.

Menurut dia, sudah saatnya kaum perempuan di Indonesia menjadi subyek politik dan tidak lagi menjadi obyek politik dalam menghadapi Pemilu.

Ia menuturkan, Jokowi sebelumnya juga sudah memiliki sejumlah  tim sukses (Timses) yang tergabung dalam sejumlah kelompok relawan yang terdiri dari kalangan perempuan.

Karena itu, pihaknya menyatakan optimistis keberadaan relawan perempuan dan kaum ibu mampu mendongkrak perolehan suara dalam jumlah besar bagi Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

“Kami merasa yakin bahwa kaum perempuan mendambakan sosok Jokowi sebagai pemimpin bangsa ini untuk lima tahun ke depan, karena memiliki sikap kepemimpinan yang sesuai dengan harapan para kaum ibu, yakni tulus dan rendah hati,” ucap dia.

Lebih lanjut Hasto yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan, mengajak segenap elemen masyarakat menjadikan Pemilu legislatif dan Pilpres 2019 sebagai momentum untuk mempererat semangat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan malah memecah belah umat ataupun rakyat.

“Pemilu bukan ajang perseteruan dan arena saling serang ataupun saling mengalahkan, melainkan sebuah perayaan proses demokrasi untuk memperjuangkan visi, gagasan, ide, dan program untuk menuju Indonesia maju,” katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah terprovokasi dengan segala isu negatif,  fitnah dan informasi bohong atau hoax.

Sebagaimana diketahui, kubu pasangan capres dan cawapres  nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sejak awal mematenkan istilah emak-emak untuk menyebut perempuan Indonesia.

Sedangkan, kubu Jokowi lebih memilih untuk menggunakan istilah ibu bangsa. (LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey