Home / Nasional / Tsunami Palu: Mayat Bergeletakan di Berbagai Tempat

Tsunami Palu: Mayat Bergeletakan di Berbagai Tempat

image_pdfimage_print

Petugas medik memeriksa kondisi sejumlah korban bencana gempa dan tsunami di halaman RSUD Palu, Sabtu (29/9). (Foto: LintasMedan/BBC)

Palu, 29/9 (LintasMedan) – Gempa bumi disusul gelombang tsunami dahsyat yang melanda sebagian wilayah pesisir Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9), mengakibatkan kehancuran di berbagai pelosok Kota Palu serta Donggala.

Informasi yang dirangkum lintasmedan.com, Sabtu, gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter tersebut mengakibatkan sejumlah orang tewas dan pascaperistiwa itu terlihat mayat bergelimpangan di mana-mana, bangunan-bangunan hancur, situasi begitu sunyi dan mencekam.

“Pantai Talise (yang diterjang Tsunami kemarin) habis, semua habis di sana,” kata Eddy Djunaedi wartawan Metro Palu, yang juga warga Kota Palu, lewat sambungan telepon.

Eddy Djunaedi sendiri selamat karena rumahnya berada di ketinggian. Setelah semalaman bersiaga, mewaspadai gempa susulan setelah tsunami menerjang, Eddy akhirnya bergerak menuju Anjungan Pantai Talise, Sabtu (29/9), dan tiba di kawasan itu sekitar pukul 08:00 WIT.

Warga kota Palu ketika itu baru benar-benar menyadari dampak tsunami ketika berdiri di dekat pantai Talise, karena sepanjang malam kawasan tersebut terisolasi, listrik padam dan jaringan telekomunikasi tidak bisa diandalkan.

Sementara itu, pihak RSUD Undata Mamboro Palu menyebutkan, sejauh ini, setidaknya sudah 80 jenazah tiba di rumah sakit tersebut.

“Itu yang dievakuasi ke sini. Statusnya masih didata. Karena banyak keluarga yang mencari keluarga yang hilang. Kalau sudah dikenali keluarga, dibawa pulang,” kata Jauharuddin, dokter
RSUD Undata Mamboro.

Sementara korban luka lebih dari seratus, namun perawatannya dilakukan di luar, di lapangan terbuka, untuk berjaga-jaga dari kemungkinan gempa susulan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati, mengemukakan gempa berkekuatan 7,4 SR di Donggala juga memicu tsunami 1,5 meter di Palu.

Karakter gempa di Donggala, menurut Dwikorita, berbeda dengan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dipicu kenaikan patahan Flores.

“Selama ini tidak ada gempa mencapai 7,4 SR di daerah itu. Kondisi itu justru menyebabkan adanya pengumpulan energi yang bisa memicu gempa lebih besar seperti yang telah terjadi hari ini,” katanya.

Sebelum gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR ini, menurut dia, pada pukul 14.00 WIB terjadi gempa awal berkekuatan 5,9 SR.

“Kami meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan informasi gempa atau tsunami susulan dari sumber yang tidak jelas. BMKG akan terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media,” katanya. (LMC-03/BBC/An)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey