Home / Headline / Bencana Longsor Tidak Ada Kaitannya dengan Pembangunan PLTA Batang Toru

Bencana Longsor Tidak Ada Kaitannya dengan Pembangunan PLTA Batang Toru

Petugas gabungan dari TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan melakukan pencairan terhadap korban yang tertimbun tanah longsor di sekitar areal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (30/4). (Foto: LintasMedan/BNPB)

Tapanuli Selatan, 30/4 (LintasMedan) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) memastikan bencana tanah longsor di sekitar areal Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, murni bencana alam, dan tidak ada kaitannya dengan pembangunan proyek PLTA tersebut.

“Tanah longsor terjadi akibat tingginya curah hujan di sekitar kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut,” kata Kepala Bagian Humas Setdakab Tapsel, Ismut Siregar di Sipirok, Tapsel, Jumat (30/4).

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa yang hingga kini telah mengakibatkan tiga orang meninggal tersebut bukan tindakan sabotase ataupun perbuatan manusia.

Hingga saat ini, lanjutnya, proses pencarian para korban masih dilakukan dan dari 12 korban yang dilaporkan hilang tertimbun material longsor, tiga di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Ditemukan tepat pukul 08.30 WIB. Ada tiga orang yang telah dievakuasi ke RSUD Sipirok untuk diautopsi. Kami belum bisa memastikan berapa orang jadi korban karena tidak ada kesaksian di lapangan yang dapat memberikan keterangan, namun kami akan terus lakukan pencarian,” ucapnya.

Informasi sementara yang dihimpun, diperkirakan terdapat 12 orang tertimbun material longsor, rinciannya 9 orang warga sekitar yang terdiri dari dua kepala keluarga dan tiga orang lainnya merupakan karyawan PT. PT North Sumatera Hydro Energy Shino Hydro (NSHE).

Proses evakuasi korban tertimbun tanah longsor terus dilakukan 70 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, aparat kecamatan, dan petugas dari PT NSHE.

Sementara itu, Communication and External Affair Director PT NSHE, Firman Taufick, membenarkan peristiwa itu ada tiga karyawan perusahaannya berada di sekitar lokasi, yakni Dolan Sitompul serta pekerja asal Tiongkok, masing-masing Long Quan dan Xie.

Mereka tiba di lokasi itu dengan menggunakan mobil jenis doubel cabin untuk melakukan pengecekan dan mendokumentasikan banjir lumpur setinggi 50 cm akibat guyuran hujan, tiba-tiba terjadi bencana tanah longsor dan menerjang ketiga orang pekerja PT NSHE tersebut.

“Xie yang ada dalam mobil meloncat dan berhasil lolos dari maut setelah menyadari adanya longsor. Lalu lari menyelamatkan diri. Sedangkan Ling Quan dan Dolan Sitompul tergulung longsor,” katanya.

Sesaat itu pula tanah longsor meluncur dan menyapu sebuah kedai kopi milik Anius Waruwu yang tepat berada di bawahnya.

Sampai saat ini tim teknis lapangan terus melakukan pencarian terhadap korban untuk di evakuasi.

“Kami berharap proses pencarian korban bisa berjalan lancar. Pihak perusahaan turut berusaha semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap korban untuk dievakuasi” ujar Firman. (LMC-03)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey