Home / Profil / Sri Rusmiana Wati Sosok Kartini di Aqua Farm Nusantara “Bekerja Adalah Ibadah”

Sri Rusmiana Wati Sosok Kartini di Aqua Farm Nusantara “Bekerja Adalah Ibadah”

Sri Rusmiana Wati.(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 28/4 (LintasMedan) – Berbicara tentang kesetaraan gender memang tak akan ada habisnya, meski di berbagai bidang termasuk di sejumlah sektor peran perempuan terus memberi kontribusi yang luar biasa khususnya di bidang ekonomi.

Bahkan banyak Kaum Hawa menunjukkan prestasi luar biasa hingga mampu menapak jenjang karir tertinggi bahkan menjadi pemimpin di sejumlah perusahaan.

Namun soal gender terus dibahas agar para Kartini di era modern senantiasa tetap harus mengingat kodratnya sebagai perempuan yang memiliki tugas dan tanggungjawab besar, selain bekerja dan berkarir juga sebagai istri dan ibu rumah tangga.

“Tentunya tanggungawab sebagai istri dan ibu rumah tangga apalagi telah memiliki anak itu yang paling utama,” kata Sri Rusmiana Wati, Direktur Pengolahan PT Aqua Farm Nusantara (PTAN).

Ana panggilan akrabnya, kepada wartawan di sela acara buka puasa baru-baru ini mengatakan, dipercaya menjadi pimpinan di perusahaan asing pengolahan ikan Tilapia dan membawahi ribuan karyawan tentu bukan hal yang gampang. Diperlukan disiplin, kerja keras dan tanggungjawab yang pastinya cukup banyak menyita waktu, tenaga dan pikiran.

Beragam tuntutan itu bisa dilaluinya hingga sukses menapak puncak karirnya saat ini.

Menurut Ana, di awal meniti karir memang terbilang berat, di usia yang masih muda dan baru menikmati anugerah menjadi ibu rumah tangga ia harus bolak balik meninggalkan suami dan anak di kota kelahirannya Semarang, karena di tahun 1998 perusahaan asal Swiss ini mengembangkan usaha di Sumatera Utara, sekaligus juga membuka cabang di Hounduras.

“Syukurnya suami tidak pernah mengekang, sebaliknya memperbolehkan saya menentukan pilihan meniti karir atau menjadi ibu rumah tangga,” ucap Ana yang bergabung di PT Aqua Farm Nuasantara sejak awal beroperasi yakni tahun 1996 dengan posisi kepala divisi quality control.

Namun tak bisa dipungkiri kodrat sebagai istri dan ibu dari tiga puteranya, terkadang tetap mendatangkan kekhawatiran bagaimana kelak pertumbuhan dan pendidikan anak-anak tanpa pantauan langsung seorang ibu.

“Sebenarnya ini semua tantangan bagi seorang wanita yang ingin berkarir, namun saya termasuk yang beruntung karena seluruh keluarga mendukung karir saya termasuk anak-anak, bahkan semua memotivasi. Kami rutin menjalin komunikasi melalui telepon jika berjauhan dan saat ini jaringan komunikasi malah semakin canggih bisa via Whatsapp atau video call,” ucapnya.

Ana juga menyebut di perusahaan tempatnya bekerja tidak mengenal adanya diskriminasi terhadap pekerja perempuan.

Perusahaan meyakini bahwa keseteraan gender di lingkungan kerja justru dapat mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis secara signifikan.

“Semua punya hak dan tanggungjawab yang sama. Perusahaan kami juga sangat memperhatikan hak-hak para karyawan wanita seperti memberikan cuti haid dan melahirkan, jadi bukan berarti kesetaraan gender mengabaikan hak-hak tersebut,” papar Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Kalinyamat, Jepara ini.

Seluruh karyawan PT Aqua Farm Nusantara kata dia punya tanggung jawab yang sama untuk memastikan bahwa pengolahan ikan Tilapia sesuai standar yang ditetapkan, baik oleh Pemerintah Indonesia maupun negara tujuan ekspor, serta mematuhi standar internasional yang ada.

“Ini merupakan tantangan bagi semua karyawan PT Aqua Farm Nusantara,” ujarnya.

Untuk itu kata Ana diperlukan tim yang kuat dan solid untuk dapat memenuhi standar yang ditetapkan tersebut, dan kuncinya adalah kerja sama yang erat di antara sesama karyawan.

Di sisi lain wanita berkacamata ini juga memotivasi kaum perempuan untuk terus berkarya di berbagai bidang.

“Jangan sia-siakan perjuangan Ibu Kartini. Perempuan juga punya kemampuan yang sama dalam berkarya dan meraih cita-cita. Namun tetap harus memahami kodrat karena itulah kesetaraan gender yang sebenar-benarnya,” tuturnya.

Ia sendiri memiliki prinsip bahwa bekerja adalah ibadah. “Jadi makin banyak kita bekerja, makin banyak kita beribadah,” katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey