Home / Kesehatan / Ruangan Rumah Sakit Semakin Penuh, Pemprov Sumut Sediakan Cadangan Isolasi Pasien Covid

Ruangan Rumah Sakit Semakin Penuh, Pemprov Sumut Sediakan Cadangan Isolasi Pasien Covid

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan pertemuan secara virtual guna koordinasi dengan pihak Rumah Sakit se-Sumut terkait penanganan pasien covid-19 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (4/5). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 4/5 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan pemerintah setempat segera menyediakan cadangan ruang isolasi pasien Covid-19, agar apabila terus terjadi lonjakan bisa segera tertangani oleh tim medis.

Untuk itu pihaknya segera melakukan konsolidasi dengan seluruh rumah sakit di wilayah ini sebab peningkatan kematian kasus Covid-19 hurus segera diantisipasi.

Antisipasi tersebut juga berkaitan dengan ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR).

“Angka kematian akibat Covid-19 harus segera turun, sinergi antar rumah sakit dan pihak terkait sangat diperlukan,” kata Edy pada rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 dengan Rumah Sakit se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (4/5).

Dia memaparkan angka kematian akibat Covid-19 saat ini sekitar 3,3%, sedangkan BOR sudah melampaui 60%.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 dengan Rumah Sakit se-Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (4/5).

Gubernur juga menegaskan agar penanganan pasien tidak tertumpuk di satu tempat, melainkan tersebar di sejumlah rumah sakit.

Pertemuan itu juga dihadiri pihak rumah sakit Murni Teguh melalui Direktur Operasional Jong Khai. Iya menyampaikan kapasitas kamar di rumah sakit tersebut untuk isolasi pasien Covid-19 sudah penuh. Karena itu, Ia berharap sinergi antar-rumah sakit guna mengantisipasi pasien yang tidak tertampung agar dapat tertangani dengan baik.

Sementara Direktur Utama Rumah Sakit Haji Adam Malik Zainal Safri mengatakan kematian yang tinggi bisa disebabkan oleh keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit. “Ada pasien yang datang ke rumah sakit memang yang kondisinya sudah berat, ada juga kiriman dari luar Kota Medan,” paparnya.

Ia mengusulkan ada sebuah grup atau tim besar dari berbagai rumah sakit yang berisikan bermacam dokter spesialis mulai dari paru-paru hingga penyakit dalam. Gunanya untuk saling membantu dalam menangani pasien yang kritis dan membutuhkan pertolongan segera.

Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Covid-19 Provinsi Sumut Restuti Hidayani Saragih mengatakan beberapa faktor penyebab peningkatan angka kematian dan ketersediaan kamar isolasi antara lain, masih minimnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat. “Penerapan protokol kesehatan adalah faktor dari eksternal rumah sakit,” katanya.

Menurut Restuti, saat ini semakin banyak varian virus Covid-19. Untuk itu, penyekatan wilayah diperlukan guna membatasi mobilitas warga, terutama saat libur Lebaran.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey