Home / Feature / Setahun Lebih Covid-19 dan Sulitnya Menuju Kebiasaan Baru

Setahun Lebih Covid-19 dan Sulitnya Menuju Kebiasaan Baru

Lokasi nongkrong atau biasa disebut ‘Lopo’ di tengah kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal selalu dipenuhi para kawula muda hampir setiap malam. Umumnya para pengunjung kerap mengabaikan protokol kesehatan.(Foto:LintasMedan)

Madina, 27/5 (LintasMedan) – Selama lebih setahun hidup berdampingan dengan Covid-19, hingga saat ini masyarakat sepertinya masih kesulitan untuk menerapkan prilaku kebiasaan baru. Padahal pemerintah baik pusat maupun di daerah tak henti-hentinya melakukan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat agar paham apa yang harus dilakukan supaya terhindar dari Covid-19. Namun, hasilnya masih belum memuaskan karena kasusnya masih terus meningkat.

Menghadapi Covid-19 hingga saat ini, respon dan reaksi masih beragam ditunjukkan oleh masyarakat, ada yang sedih, cemas, takut, gemas, khawatir, marah-marah, tetapi ada juga yang tenang atau tetap percaya diri bahkan sebagian lainnya cenderung tak peduli.

Covid-19 yang memaksa kita untuk mengubah kebiasaan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, dan dimanapun, serta membatasi gerak langkah membuat kita cenderung tidak produktif. Kondisi ini tentunya berdampak kepada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah dan negara.

Hal ini pula yang membuat pemerintah begitu gencar dan berupaya keras melewati badai pandemi dengan menangani sisi kesehatan dan perekonomian secara bersamaan.

Kesehatan pulih, ekonomi bangkit, itulah semboyan yang selalu digaungkan. Namun jika upaya pemerintah tersebut tidak mendapat respon masyarakat untuk mengubah kebiasaan baru sehari-hari di tengah pandemi, tentunya semua akan sia-sia. Gerakan kampanye perubahan prilaku dengan menerapkan 5 M yakni, mencuci tangan
memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas merupakan protokol kesehatan yang cukup efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun penerapan dan manfaat 5 M ini ternyata belum juga tersosialisasi secara merata hingga ke sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mandailing Natal.

Masyarakat di beberapa lokasi di kabupaten tersebut terkesan masih sangat minim mematuhi protokol kesehatan, sebagaimana terlihat di sejumlah jalan umum maupun pasar tradisional. Masih kerap terlihat sejumlah warga yang tidak menggunakan masker untuk menutupi mulut. Bahkan kerumunan juga masih kerap terjadi di beberapa lokasi seperti pasar tradisional misalnya.

Maski secara umum warga mengetahui bahaya wabah yang disebabkan virus corona itu, namun sebagian memilih bersikap apatis, karena menganggap persoalan tersebut telah berjalan cukup lama.

Upaya merubah cara pandang masyarakat ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Kabupaten Madina. Sehingga diperlukan suatu tindakan yang kreatif dan tak henti untuk terus melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mengentaskan Covid-19.

“Memang sosialisasi protokol kesehatan harus terus dilakukan, razia masker dan kerumunan tetap rutin digelar. Meskipun tetap ada saja yang melakukan pelanggaran,” kata Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi saat Apel Operasi Ketupat Toba 2021 baru-baru ini. Ia juga mengakui kesadaran masyarakat untuk mematuhi interuksi tersebut masih mini, sehingga pihaknya terus melakukan upaya-upaya kreatif untuk membentuk kesadaran diri warga.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Madina, Sahnan Pasaribu juga menyatakan sangat mendukung jika masih adan terobosan maupun ide yang bisa membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Hingga saat ini, kata dia razia, sosialisasi dan imbauan telah rutin dilakukan baik melalui poster dan spanduk.

Kabid Gakda dan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Madina, Aldy Nanda Wahyudi Nasution SH, mengatakan sikap apatis warga dalam menerapkan protokol kesehatan tersebut, kemungkinan karena belum dilakukannya penerapan sanksi tegas bagi mereka yang melanggar.

“Selama ini sanksi yang diterapkan terhadap pelanggar prokes masih penerapan berdasar Peraturan Bupati No 30 Tahun 2020,” ucapnya.

Padahal, kata dia seharusnya masyarakat juga dapat memahami akan pentingnya mengadaptasi/ menyesuaikan kebiasaan baru dimanapun berada, seperti di rumah, di kantor, di sekolah, di tempat ibadah, dan juga di tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar, dan mal.

Sepanjang masuknya wabah Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tercatat sudah 410 orang terkonfirmasi di antaranya sembilan meninggal dunia.

Data ini terhitung sejak 2020, ada 333 orang terkonfirmasi wabah tersebut di tahun itu dan 2021 (Januari – Mei), 77 orang. Dengan jumlah yang meninggal sembilan orang umumnya mereka yang lanjut usia.

Pada 2021 ini ada 54 orang yang telah selesai menjalani isolasi dan 14 masih isolasi di Bagas Godang dan RSU Panyabungan.

Sementara data terbaru perkembangan penanganan Covid-19 Madina, Selasa (26/5), saat ini ada 17 orang terkonfirmasi dan 54 orang kontak erat.(Irwan Arifianto)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey