Home / Sports / 300 an Atlet Sumut Ikut Seleksi PPLP

300 an Atlet Sumut Ikut Seleksi PPLP

Para pelajar saat mengikuti seleksi PPLP untuk cabor panahan.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan,1/6 (LintasMedan) – Sebanyak 300 an atlet pelajar dari kabupaten dan kota Se Sumatera Utara mengikuti seleksi masuk atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) tahun Ajaran 2021. Sedikitnya 300 lebih atlet dari 11 cabang olahraga bersaing menjadi yang terbaik untuk lolos menjadi atlet binaan PPLP.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut, Hj Dahliana mengatakan, seluruh peserta merupakan perwakilan kabupaten/kota yang merupakan hasil rekomendasi Dispora daerah masing – masing. Tahun ini, PPLP Sumut kembali membuka 73 kuota atlet di 11 cabor untuk masuk menjadi atlet binaan.

“Kita menganggarkan tahun 2021 ada penambahan jumlah kuota menerima 73 atlet untuk 11 cabang olahraga. Sedangkan atlet PPLP Sumut yang tamat tahun ini ada 31 orang. Di tahun 2022 ada 50 orang sampai 2023 ada 250 orang dari kekuatan asrama. Program kerja kita ini untuk persiapan PON 2024,” ujar Dahliana, saat dijumpai di sela – sela seleksi di PPLP Sumut, Senin (31/5).

Dikatakan Dahliana, penambahan kuota atlet binaan ini merupakan persiapan Sumut untuk jangka panjang, yakni persiapan menuju Popnas 2022 di Palembang dan PON 2024 Sumut – Aceh. Para atlet binaan PPLP selama ini juga menjadi kekuatan utama tim Sumut di kejuaraan nasional. “Seleksi ini adalah program jangka panjang. Dalam kondisi covid -19 ini, di daerah banyak event yang tidak terlaksana. Bahkan Pengprov cabor banyak dilema dalam melakukan pembinaan atlet yang terkendala karena covid -19,” ujar Dahliana.

Seleksi PPLP untuk cabang olahraga karate.(Foto:LintasMedan/ist)

Meski seleksi digelar secara terbuka, namun panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan covid -19. Mulai dari wajib tes swab antigen, memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. “Tes kecabangan yang kita lakukan dibagi dalam dua tahap dan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan di lokasi tiap cabang olahraga. Selain itu, semua peserta atlet, pelatih, dan seluruh panitia juga menyertakan bukti tes swab antigen. Tim pendamping tidak diijinkan masuk untuk mencegah kerumunan,” ujar Dahliana.

Sementara peserta dari cabor atletik, Joshua Simanjuntak mengaku optimis bisa lolos menjadi atlet binaan PPLP. Dalam menghadapi seleksi, atlet kelahiran 25 mei 2005 ini sudah berada di Medan selama sebulan untuk mematangkan persiapan seleksi. Apalagi dari hasil tes kecabangan di nomor 5000 meter putra, Joshua mencatatkan waktu tercepat.

“Sudah satu bulan ini saya ada di Medan agar saat lomba nanti hasilnya maksimal. Saya puas, ternyata hasilnya bagus. mudah – mudahan bisa lolos,” ujar anak ke 4 dari 6 bersaudara ini.

Sementara itu cabor gulat juga turut meramaikan seleksi tahun ini. Seleksi cabor gulat diikuti 14 atlet dari sejumlah daerah. Tim Juri cabor gulat Janbobi Barus menjelaskan, tahun ini cabor gulat mendapat kuota 9 atlet. Namun, dalam tahapan seleksi kali ini, setiap atlet harus menjalani 4 tahapan tes, mulai tahapan serangan kaki, bantingan, gulungan, dan sparing.

“Ini kan yang diterima 9 orang, kemungkinan tahapan kecabangan semua lolos karena cuma 14 atlet yang ikut seleksi tahun ini. Setelah itu, untuk tes fisik, kesehatan, dan psikotes baru kita tentukan 100 persen yang lolos,” ucap Janbobi.

Pada tes kecabangan tahap pertama Senin (31/5), diikuti enam cabang olahraga, diantaranya Atletik, karate, Pencak silat, Tinju, Angkat besi, dan gulat. Sedangkan tahap kedua pada Selasa (1/6) diikuti lima cabang olahraga yakni, sepakbola, judo, taekwondo, wushu sanda, dan panahan. Setelah itu, tes fisik dilaksanakan pada 2 Juni, dilanjutkan tes kesehatan 3 Juni, dan psikotes tanggal 4 Juni. Sebelumnya, para peserta perwakilan dari kabupaten/ kota sudah mendaftar sebelum pelaksanaan seleksi. Sebelum diseleksi, seluruh peserta mendaftar ulang berkas ke panitia. Mereka juga sebelumnya harus menyertakan surat hasil tes swab antigen bebas Covid -19. Dalam seleksi kali ini, panitia juga memberlakukan tes urine bagi seluruh peserta. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka atlet dinyatakan tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya. (LMC/rel)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey