Home / Sumut / Masyarakat Madina Mengeluh Dana Desa Digunakan untuk Bimtek

Masyarakat Madina Mengeluh Dana Desa Digunakan untuk Bimtek

Sahnan Batubara

Madina, 3/6 (LintasMedan) – Bimbingan Teknis (Bimtek) yang bersumber dari Dana Desa (DD) menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebagian menduga menjadi ajang proyek bagi oknum-oknum tertentu.

Masyarakat yang mengeluhkan kegiatan itu, mereka penerima manfaat yang tidak mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos). Mereka menuding kegiatan Bimtek ini sebagai penyebab pemangkasan anggaran.

“Berapa lagi lah DD yang mau dibagikan ke kita, belum lagi honor aparatur desanya. Bisa jadi pembangunannya pun nanti tak jelas,” sesal seorang warga Kecamatan Panyabungan yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Saya belum dapat, padahal tahun lalu saya dapat. Tetapi tetangga saya sudah terima 200 ribu, katanya per Kartu Keluarga (KK) itu pun ambil ke rumah Kepala Desa. Mungkin saya tahap selanjutnya,” timpal warga lainnya.

Terkait kegiatan Bimtek ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Madina mengaku sebagai fasilitator kegiatan dan bukan sebagai pengusul. Namun memberikan dukungan jika untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa.

“Anggaran betul-betul dimuatkan di APBDes. Kita menyadari lemahnya kualitas SDM aparatur desa. Kita hanya memfasilitasi, mau tidaknya tergantung desa,” kata Sahnan Batubara, Plt Kadis PMD Madina.,Kamis (3/6).

Diinformasikan kegiatan Bimtek ini telah dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 24-27 Mei 2021 yang berlangsung di Hotel Grand Antares Medan dan gelombang kedua pada 27-30 Mei 2021 di Hotel Le Polonia Medan, dengan anggaran Rp5 juta per orang. Sementara Kabupaten Madina memiliki 377 desa.(LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey