Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Nasional
  • 51 Juta Warga di Indonesia Masih BAB Sembarangan
  • Nasional

51 Juta Warga di Indonesia Masih BAB Sembarangan

Lintas Medan 24 Desember 2015 2 min read
Salah satu tempat yang digunakan sebagai ‘toilet’ oleh warga Kampung Luar Batang (LintasMedan/BBC)

Jakarta, 24/12 (LintasMedan)- Saat ini masih ada lebih dari 51 juta orang di Indonesia yang buang air besar (BAB) sembarangan.

Bahkan di Jakarta sekitar 40% penduduknya masih membuang saluran dari toilet langsung ke sungai.

Untuk itu pemerintah menargetkan pada 2019 seluruh penduduk Indonesia memiliki akses sanitasi dan air bersih. Akses sanitasi itu termasuk memiliki sarana untuk mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai.

Kementerian kesehatan mengaku puluhan juta warga Indonesia masih tidak memiliki akses MCK, dan berperilaku buang air besar sembarangan.

“Kira-kira 51 juta, sebagian besarnya ada yang pinjam ke tetangga jamban komunal atau menggunakan cubluk untuk sarana BABnya, sisanya ada yang BAB sembarangan di sungai, di kebun dan di empang,” kata Eko Saputro, Kasubdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan laporan Tingkat dan Tren Kematian Anak-anak 2014 PBB, Indonesia menduduki peringkat kedua – setelah India – sebagai negara dengan tingkat BABS terbesar kedua di dunia, mencapai seperlima dari total populasi.

Menurut Eko perilaku BAB sembarangan tak hanya dilakukan oleh masyarakat desa tetapi juga kota-kota besar.

Di Jakarta, tercatat sekitar 40% warga masih BAB sembarangan, karena meski memiliki toilet yang bagus tetapi pembuangannya menggunakan pipa yang langsung ke sungai dan tidak menggunakan septic tank. Kondisi itu menyebabkan pencemaran air dan tanah.

“Kalau kita hitung manusia itu bisa mengeluarkan kira-kira tinja 0,4 kg per hari. Bayangkan berapa banyak tinja yang akan mengotori sungai atau tanah dan ketika hujan tanahnya mengalir mengotori sumur masyarakat,” kata Eko.

Selain mencemari lingkungan , BAB sembarangan juga berdampak langsung kepada masyarakat terutama kesehatan anak-anak.

“Angka kematian Diare diantara balita itu masih menjadi proporsi yang besar, sekitar 23%. Itu karena diare, penyakit lain seperti pneumonia atau radang paru-paru juga karena air tercemar, tidak cuci tangan dengan bersih.

“Itu karena kuman, infeksi kecacingan, usus terpapar terus oleh bakteri kuman dan tidak masuknya zat gizi terhadap tubuh anak sehingga timbul stunting (pendek). Tubuh anak menjadi tidak proporsional,” papar Dr Budi Setiawan, Spesial Kesehatan Badan PBB untuk urusan anak-anak UNICEF Indonesia.(LMC/BBC)

Post Views: 103
Tags: BAB penduduk sembarangan

Continue Reading

Previous: Akhirnya Masyarakat Adat Boleh Pungut Hasil Hutan Tanpa Izin
Next: Ini Daftar Tarif KA 2016

Related Stories

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
2 min read
  • Advetorial
  • Artikel
  • Nasional

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi

10 September 2026
Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
2 min read
  • Artikel
  • Nasional

Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

19 Agustus 2026
Sekda Ferli Yuledi Bangga, Tulang BawangTerbukti Jadi Kawah Candradimuka LahirkanPimpinan Birokrasi Unggul di Lampung
3 min read
  • Artikel
  • Nasional

Sekda Ferli Yuledi Bangga, Tulang BawangTerbukti Jadi Kawah Candradimuka LahirkanPimpinan Birokrasi Unggul di Lampung

2 Agustus 2026

You may have missed

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
2 min read
  • Advetorial
  • Artikel
  • Nasional

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi

10 September 2026
‘Ade Peluk Ayah,’ Pelukan Kecil yang Menguatkan Warga Binaan
1 min read
  • Sumut

‘Ade Peluk Ayah,’ Pelukan Kecil yang Menguatkan Warga Binaan

10 September 2026
Warga dan Petani Tinggi Raja Minta HMTN Merah Putih Kawal Pengembalian Lahan 415 HA
2 min read
  • Asahan
  • Sumut

Warga dan Petani Tinggi Raja Minta HMTN Merah Putih Kawal Pengembalian Lahan 415 HA

9 September 2026
Perumda Tirtanadi Semarakkan HUT ke-121 dengan Beragam Perlombaan
3 min read
  • Medan

Perumda Tirtanadi Semarakkan HUT ke-121 dengan Beragam Perlombaan

8 September 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.