Medan, 19/1 (LintasMedan) – Puluhan massa tergabung dalam Forum Mahasiswa Labuhanbatu (FMLB) berunjukrasa ke gedung DPRD Sumatera Utara Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (19/1/2017). Dalam aksinya massa meminta tim satuan tugas (Satgas) sapu bersih (Saber) pungu liar (Pungli) turun ke Kabupaten Labuhanbatu.
Selain itu massa juga meminta menindak tegas pungli kewajiban pembelian baju “Batik Pangonal Labuhanbatu” tahun 2016 dari pihak sekolah kepada siswa SD dan SMP,” kata Koordinator Lapangan, Henri Sitorus membacakan pernyataan sikapnya.
Dalam pernyataan sikapnya, massa FMLB mendesak Kejatisu berkoordinasi dan berkerjasama dengan Tim Saber Pungli, mengusut tuntas dugaan pungli dilakukan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap melalui Kadis Pendidikan . Sebab dalam pembelian tersebut disebut-sebut ada intruksi kepada seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP yang mewajibkan siswa untuk membeli baju batik bercorak “Batik Pangonal Labuhanbatu” yang dijual pihak sekolah pada tahu ajaran 2016.
Pengunjukrasa juga mendesak DPRD Sumatera Utara khususnya Komisi E memanggil Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap. ” Kita minta dewan segera melakukan rapat dengar pendapat terkait penjualan baju batik bercorak “Batik Pangonal Labuhanbatu” di sekolah SD dan SMP di Labuhanbatu,”kata pengunjukrasa.
Untuk itu, Massa FMLB meminta Anggota DPRD Sumut segera menyelamatkan pendidikan di Labuhanbatu. Sebab massa menuding pendidikan di Labuhanbatu sudah dirusak oleh Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap , dengan mencantumkan namanya di baju batik anak sekolah yang belum mengenal politik.
Aksi massa FMLB itu diterima Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut, Toni Togatorop. Di hadapan pengunjukrasa, Toni berjanji akan menyampaikan aspirasi massa ke pimpinan dewan dan Komisi E. (LMC-02 )
