Ilhamsyah

Medan, 21/2 (LintasMedan) – Wacana menggandeng pihak swasta untuk membangun jalan tol untuk sepeda motor dan tol lingkar luar di Kota Medan dinilai bukan solusi untuk mengatasi kemacetan lalulintas di Kota Medan.
Selain itu, jalan tol khusu untuk pengendara sepeda motor juga dinilai rentan bahaya dan dikhawatirkan justru menambah jumlah angka kecelakaan lalulintas.
“Pembangunan tol khusus untuk pengendara bermotor bukan sesuatu yang penting saat ini, bahkan sangat berbahaya dan dikhawatirkan justru menambah jumlah angka kecelakaan. Apalagi di Medan ini pengendara sering tidak tertib dalam berlalu lintas,” kata sekretaris Komisi C DPRD Medan, Ilhamsyah, kemarin.
Menurutnya, untuk mengatasi persoalan kemacetan di Medan seharusnya pemerintah terebih dahulu membenahi tata ruang kota. Misalnya, seperti membuat zonasi pusat-pusat keramaian, perkantoran dan lain sebagainya.
“Bagaimana tidak macet, semua menumpuk di inti kota. Mulai dari perkantoran, mal, pasar tradisional, hotel dan lainnya. Jadi, coba diatur tata ruangnya dengan membuat zonasi, sehingga arus lalu lintas tidak menumpuk karena sudah terbagi-bagi,” kata politisi Parrtai Golkar ini.
Selain itu, lanjut dia, kemacetan di Medan akibat tidak tertibnya angkutan kota (angkot). Kendaraan umum tersebut kerap menjadi pemicu kemacetan. “Lihat saja di pusat-pusat keramaian, seringkali angkot mangkal hingga memakan ruas jalan. Akibatnya, pengendara yang ingin melintas terhambat sehingga terjadi kemacetan. Makanya, ini perlu juga ditertibkan budaya berlalu lintas,” ujarnya.
Senada juga diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani. Menurutnya, pembangunan jalan tol untuk sepeda motor maupun lingkar luar belum efektif karena melihat ketersediaan lahan. Terlebih, menambah beban masyarakat.
“Mau dibangun di mana coba jalan tolnya? Tahu sendirilah di Medan lahannya terbatas. Kemudian, biayanya dari mana karena bangun tol itu anggarannya tidak sedikit dan butuh pembebasan lahan,” katanya.
Sebelumnya, pembangunan tol khusus sepeda motor diwacanakan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang berencana menjadi investornya. Selain akan dibangun di Bandung dengan tujuan untuk mengurai kemacetan, wacana itu juga berhembus kabar akan dilakukan di Medan. Saat ini, ada dua ruas tol khusus sepeda motor di Indonesia yakni Tol Suramadu dan Bali. (LMC-02)
