Dirut PDAM Tirtanadi Sumatera Utara Trisno Sumantri. (Foto: LintasMedan/Irma)
Medan, 30/10 (LintasMedan) – Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumatera Utara Trisno Sumantri mengungkapkan pihaknya hingga saat ini masih fokus melaksanakan reformasi di internal BUMD tersebut, di antaranya di bidang birokrasi pelayanan terhadap pelanggan.
“Kita saat ini sedang fokus membenahi birokrasi terutama di kantor-kantor cabang agar pelayanan kepada pelanggan bisa berjalan lebih cepat dan efisien” katanya kepada pers di Medan, Rabu.
Efisiensi birokrasi pelayanan, menurut dia, sangat mendesak diterapkan karena kantor-kantor cabang merupakan ujung tombak PDAM Tirtanadi dalam menjawab tuntutan layanan yang semakin meningkat.
Selama ini, diakuinya, banyak pelanggan mengeluhkan dan mengkritisi lambannya PDAM Tirtanadi merespon tuntutan pelanggan, seperti proses permohonan izin sambungan baru dan kualitas air bersih.
“Kita tidak ingin lagi ada berkas-berkas yang berkaitan dengan calon pelanggan dan mitra kerja terlambat ditindaklanjuti karena menumpuk di kantor-kantor cabang. Permasalahan ini menjadi salah satu fokus utama yang saya lakukan bersama jajaran direksi lainnya,” ujar Trisno yang menduduki jabatan Dirut PDAM Tirtanadi sejak 7 Mei 2019.
Ia menambahkan, pelayanan kepada pelanggan sulit direalisasikan secara maksimal bila manajemen PDAM Tirtanadi tidak melakukan reformasi birokrasi di tingkat internal.
Apalagi, kata dia, tugas pokok dan fungsi PDAM Tirtanadi dalam memenuhi kebutuhan air yang layak konsumsi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan.
Khusus dalam upaya mengantisipasi peningkatan kebutuhan debit air bersih, Trisno menjelaskan bahwa pihaknya siap merealisasikan secara bertahap beberapa kebijakan strategis di bidang teknis maupun investasi.
“PDAM Tirtanadi saat ini telah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan swasta untuk membangun sarana dan prasarana sumber air baru, dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp1,2 triliun,” paparnya.
Sebagian besar anggaran tersebut bersumber dari bantuan dana hibah Bank Dunia.
Ia optimis bantuan dana hibah tersebut mampu meminimalisir masalah volume pasokan air bersih yang selama ini kurang maksimal.
Disebutkannya, salah satu lokasi sumber air baru PDAM Tirtanadi tersebut berada di kawasan Lau Simeme, Kabupaten Deli Serdang.
Jika pembangunan sarana dan prasarana sumber air baru di Lau Simeme selesai dikerjakan, pihaknya memperkirakan masalah kekurangan pasokan air di wilayah Kota Medan dan sekitarnya bisa dipenuhi.
Dikatakannya, untuk mengatasi kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan tidak bisa serta merta direalisasikan dalam waktu singkat, karena membutuhkan proses waktu berkisar antara tiga hingga 15 tahun. (LMC-02)

