Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (kedua kiri) membahas rencana penanganan heritage kawasan kumuh di kawasan timur kota Medan dengan pejabat Kementerian PUPR di Jakarta, Jumat (31/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (kedua kiri) membahas rencana penanganan heritage kawasan kumuh di kawasan timur kota Medan dengan pejabat Kementerian PUPR di Jakarta, Jumat (31/1). (Foto: LintasMedan/ist)
Jakarta, 31/1 (LintasMedan) – Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution di Jakarta, Jumat (31/1) melakukan pertemuan dengan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat guna membahas penanganan heritage atau cagar budaya dan kawasan kumuh di Kota Medan.
Dalam rapat dengan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Didiet Arif Akhdiat tersebut, Akhyar memaparkan komitmen Pemko Medan dalam penanganan heritage dan kawasan kumuh, termasuk beberapa kegiatan yang telah dan akan dilakukan.
Untuk penanganan kawasan kumuh di sebagian wilayah timur Kota Medan, lanjutnya, Pemko Medan telah melakukan sosialisasi dan melaksanakan perencanaan Detail Engineering Design (DED).
“Kita juga akan melakukan pembebasan lahan serta telah menyiapkan anggaran lintas sektoral yang tidak hanya bertumpu pada perbaikan fisik semata, tetapi juga sosial budaya serta ekonomi kreatif masyarakat,” kata Akhyar.
Sedangkan untuk penanganan heritage di Kesawan Medan, tuturnya, Pemko Medan telah melakukan perencanaan kawasan dan melakukan penguasaan kembali aset bangunan bersejarah.
Salah satu bangunan bersejarah itu adalah gedung Warenhuis yang merupakan supermarket pertama di Kota Medan peninggalan pemerintah Kolonial Belanda.
Bangunan bersejarah yang telah berusia 103 tahun itu berlokasi di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.
Melalui komitmen bersama ini, Akhyar berharap dapat mempercepat usaha Pemko Medan guna mewujudkan kota yang layak huni dan bersejarah dalam rangka mewujudkan Kota Medan Rumah Kita.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kantor Kementerian PUPR itu, juga dibahas perbaikan dokumen teknis penanganan kumuh skala kawasan atau National Slum Upgrading Project (NSUP) Kotaku.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Didiet Arif Akhdiat mengatakan pihaknya menyambut baik komitmen Pemko Medan dalam usaha penanganan kawasan kumuh dan melestarikan kawasan bersejarah di ibukota Propinsi Sumatera Utara itu.
Dikatakan Didiet, Pemerintah Pusat akan berkolaborasi untuk merealisasikan program Pemko Medan tersebut.
“Kementerian PUPR tahun 2020 akan mengucurkan bantuan untuk membantu penanganan kawasan kumuh di kawasan timur kota Medan,” paparnya.
Dia juga berharap agar Pemko Medan dan masyarakat dapat menyelesaikan masalah banjir maupun genangan yang selama ini terjadi akibat sampah dan sedimen di daerah tersebut.
“Dengan demikian, program penanganan kawasan kumuh itu dapat lebih bermanfaat,” kata Didiet.(LMC-03)
