Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) saat menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan Enny Nuryani Nasution beserta staf, di rumah dinas walikota Jalan Sudirman Medan, Kamis (23/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Pelaksana tugas Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) saat menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan Enny Nuryani Nasution beserta staf, di rumah dinas walikota Jalan Sudirman Medan, Kamis (23/1). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 23/1 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mendukung program Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan menggelar Sensus Penduduk 2020 secara online (dalam jaringan).
“Pemko Medan mendukung pendataan ini agar Medan benar-benar menpunyai data kependudukan yang valid,” kata Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan Akhyar Nasution saat menerima audiensi Kepala BPS Kota Medan, di rumah dinas walikota Jalan Sudirman Medan, Kamis (23/1).
Akhyar menyarankan agar BPS Medan juga lebih menggencarkan sosialisasi mengenai pendataan penduduk secara online tersebut kepada masyarakat, misalnya melalui media sosial.
“Kurangi penggunaan spanduk, namun perbanyak poster maupun stiker digital yang disebarluaskan melalui media sosial,” ucapnya.
Selain itu, Plt Wali Kota Medan memenuhi permintaan BPS Medan untuk meluncurkan pendataan secara online pada 17 Februari mendatang.
Sebelumnya dalam pertemuan itu, Kepala BPS Medan Enny Nuryani Nasution menjelaskan bahwa kegiatan pendataan secara dalam jaringan ini membutuhkan kemandirian warga untuk mengisi data melalui situs sensus.bps.go.id.
Situs sensus.bps.go.id. tersebut nantinya dapat diakses baik menggunakan smartphone, tablet maupun komputer.
Masyarakat nantinya dapat memberikan informasi data kependudukan pada bulan Februari-Maret 2020.
Basis utama Sensus Penduduk 2020 adalah nomor KTP dan kartu keluarga.
“Kami mengharapkan Pak Wali dapat mengimbau warga melalui camat, lurah, dan kepala lingkungan untuk dapat mengisi data secara mandiri dan benar,” katanya.
Enny menambahkan, melalui pendataan penduduk tersebut akan diketahui jumlah, komposisi, karakter, dan distribusi penduduk di Medan.
“Setelah pendataan secara online, pada 1 sampai 31 Juli BPS juga akan kembali melakukan sensus secara door to door,” ucapnya. (LMC-03)
