Anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Medan Habiburrahman Sinuraya (kiri) menyerahkan paket bantuan sembako di sela melaksanakan kegiatan reses, di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (29/8). (Foto: LintasMedan/ist)
Anggota Fraksi NasDem DPRD Kota Medan Habiburrahman Sinuraya (kiri) menyerahkan paket bantuan sembako di sela melaksanakan kegiatan reses, di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (29/8). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 29/8 (LintasMedan) – Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya meminta masyarakat di daerah itu terus meningkatkan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona (COVID-19).
“Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 saat ini perlu terus ditingkatkan,” katanya saat melakukan kegiatan reses, di Medan, Sabtu (29/8).
Sebab, lanjutnya, upaya tersebut merupakan salah satu cara memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Berdasarkan laporan Gugus Tugas COVID-19, di Kota Medan jumlah pasien positif terkonfirmasi virus corona sudah menembus angka 3.817 orang.
“Mari kita senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” ujar Habib.
Ia menambahkan, saat ini masih kerap ditemukan masyarakat yang tidak pakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Lebih lanjut Ketua Garda Pemuda Nasdem Medan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur karena bisa diberikan kesehatan.
Habiburrahman melakukan reses di dua lokasi, yakni di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyalurkan bantuan berupa beras dari Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation kepada masyarakat yang hadir.
Selama melakukan kegiatan reses di dua kelurahan itu, Habib mendapat banyak keluhan dari masyarakat yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah.
Karena itu, dia mendesak agar Dinas Sosial Kota Medan melakukan pembaharuan data terpadu yang menjadi dasar dalam penyaluran bantuan.
“Data itu sudah lama perlu diperbaharui, jadi kedepan bantuan yang akan diberikan bisa lebih tepat sasaran,” tuturnya. (LMC-03)
