
Madina, 15/10 (LintasMedan) – Suasana berbeda terlihat di lokasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Upaya mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas, petugas melakukan pengawasan dan penjagaan ketat untuk para pengunjung di pintu masuk.
Pantauan LintasMedan.com, pintu selalu tertutup dan hanya beberapa pengunjung saja yang diizinkan masuk menitipkan barang itupun melalui proses protokol kesehatan ketat, selebihnya harus mengantri di luar di tempat yang telah disediakan serta menjaga jarak antrian.
Tak luput awak media yang ingin melakukan peliputan di lokasi lapas juga tetap harus melalui prosedur ketat.
“Ini kita lakukan agar warga binaan di lapas aman dari penularan virus. Kita melakukan larangan berkunjung dan yang diperbolehkan hanya menitipkan barang dan tetap menjaga protokol kesehatan,” sebut Kepala Lapas Kelas IIB Panyabungan, Indra Kesuma, Kamis (15/10),
Ia juga menerangkan, penanganan upaya pencegahan penyebaran civid 19 bermula dari pintu masuk.
Sementara di dalam Lapas, dr Muannah bagian kesehatan mengatakan hingga kini belum ada indikasi ditemukan penyebaran wabah Covid 19 di areal lapas, sehingga pihaknya belum melakukan swap terhadap para napi. “Namun untuk cek kesehatan rutin dilakukan dua kali seminggu kita juga menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan. Sosialisasi juga kita lakukan kalau ada batuk dan pilek segera dilaporkan dan pelayanan selama 24 jam,” paparnya.
Lebih jaub dia mengungkap sebelumnya ditemukan seorang pegawai yang reaktif saat pemeriksaan rapid test. Pihaknya langsung melakukan penanganan terhadap orang yang kontak erat dengan pegawai tersebut, hasilnya non reaktif.
Mengenai obat – obatan, Ia menyebut mendapat pasokan dari Pemerintah Daerah setempat.(LMC-M Irwan Arifianto).
