
Medan,10/12 (LintasMedan) – Banjir yang terjadi Jumat (4/12) akibat luapan Sungai Belawan, Deli, Belumai, dan Sungai Denai mengakibatkan terjadinya gangguan distribusi air ke pelanggan. Hal itu dikarenakan terhentinya pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sunggal akibat penumpukan sampah disertai lumpur ke IPAM.
“Namun sejak hari itu juga hingga Senin (7/12) pihak PDAM Tirtanadi memastikan air bersih tersuplai di pemukiman warga yang terdampak banjir,” kata Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Kabir Bedi di ruang kerjanya didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Sekretaris Perusahaan (Sekper) Humarkar Ritonga, Kamis (10/12).
Tirtanadi, kata dia menyuplai air bersih di Komplek Nina Flamboyan, Komplek De Nina Flamboyan, Komplek Griya Nusa III, Komplek Harhanud, dan Kantor Desa Tanjung Selamat.
Kemudian ikut juga membersihkan lumpur di rumah warga dengan menggunakan mobil plasing serta memberi mi instan dan telur kepada warga yang membutuhkan.
Kepedulian serta antusias yang diberikan PDAM Tirtanadi terhadap warga yang mengalami musibah banjir ini, lanjutnya sekaligus wujud nyata terhadap sesama.
Selain itu sebutnya hingga saat ini Tirtanadi akan terus memantau kondisi warga yang membutuhkan air bersih dengan mengerahkan mobil tangki air dari kantor cabang untuk mensuplai air dan dipastikan seluruh wilayah korban banjir mendapatkan air bersih.
Bantah Tanggul Jebol
Di sisi lain ia sangat menyayangkan adanya pemberitaan tanggul jebol di IPAM Sunggal.
“Saya pastikan sampai sekarang ini Kamis (10/12) tanggul yang di Sunggal itu tidak jebol dan pemberitaan yang di media itu hoax,” bantahnya.(LMC-02)
