
Medan, 15/5 (LintasMedan) – Tim gabungan kepolisian, TNI, dan Pemko Medan, Sabtu (15/5) masih melakukan penyekatan di jalur masuk Kota Medan, tepatnya di kawasan Medan Tuntungan, Jalan Jamin Ginting. Penyekatan ini bertujuan untuk mengontrol mobilitas masyarakat sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 dalam rangka Idul Fitri 1442 H Tahun 2021
Petugas menghentikan angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang memasuki Medan. Para penumpang diminta untuk menjalani prosedur yang telah ditetapkan dalam operasi penyekatan itu.
Prosedur itu yakni petugas mendata setiap penumpang berdasarkan kartu identitasnya. Selanjutnya, suhu penumpang diperiksa dengan menggunakan thermo gun. Penumpang yang suhu tubuhnya di bawah di bawah 37 derajat, tidak harus melalui tes swab antigen. Sedangkan yang di atas 37 derajat mau tidak mau harus menjalani tes swab antigen.
Penumpang yang hasil swab-nya menunjukkan hasil negatif diziinkan melanjutkan perjalanan. Sebaliknya, jika hasilnya positif, penumpang tersebut akan ditangani puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Pada hari itu, terdapat seorang penumpang yang hasil swab test-nya positif. Penumpang itu berangkat dari Berastagi dengan tujuan Medan.
Penyekatan jalur mudik di perbatasan ini sebagai upaya untuk mengontrol mobilitas dan aktivitas masyarakat Kota Medan dan luar Kota Medan agar tidak terpapar Covid-19. Selain Medan Tuntungan, ada dua titik penyekatan ke Kota Medan lainnya yang juga ditutup yakni, kawasan Terminal Amplas Jalan Sisingamangaraja dan Diski Simpang Kampung Lalang.
Masa penyekatan yang semula berlangsung sampai 17 Mei ini diperpanjang hingga 24 Mei 2021. Dalam penyekatan ini juga dilakukan tes usap (swab) antigen terhadap penumpang angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang masuk Medan. Tes ini bertujuan untuk memastikan orang yang masuk ke Medan tidak terpapar Covid-19.
Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, TNI, dan Pemko Medan dengan santun namun tegas menghentikan angkutan umum maupun kendaraan pribadi yang memasuki Medan dari arah Tanah Karo. Petugas mendata setiap penumpang berdasarkan kartu identitasnya.
Selanjutnya, suhu penumpang diperiksa dengan menggunakan thermo gun. Penumpang yang suhu tubuhnya di bawah di bawah 37 derajat, tidak harus melalui tes usap antigen. Sedangkan yang di atas 37 derajat mau tidak mau harus menjalani tes.
Penumpang yang hasil tes usap-nya menunjukkan hasil negatif diziinkan melanjutkan perjalanan. Sebaliknya, jika hasilnya positif, penumpang tersebut akan ditangani puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Selain di Kecamatan Medan Tuntungan, terdapat dua posko penyekatan jalur masuk ke Medan, yakni di kawasan Terminal Amplas Jalan Sisingamangaraja dan Diski Simpang Kampung Lalang.(LMC-02)
