
Madina, 14/6 (LintasMedan) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Muhammad Ridwan Lubis meminta kepolisian berperan aktif dalam mengungkap kasus intimidasi terhadap wartawan.
Pernyataan ini disampaikannya , Senin (14/6) terkait adanya tindakan intimidasi yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) kepada wartawan di Binjai, Sumatera Utara, pada Minggu (13/6) lalu.
Aksi premanisme dan tindakan kriminal itu dialami Sabarsyah (65), orangtua Sofian yang sama-sama berprofesi sebagai wartawan. Rumahnya dibakar oleh OTK yang diduga akibat pemberitaan tentang maraknya prostitusi dan judi di kota Binjai.
“Saya berkeyakinan pembakar rumah saya adalah orang-orang suruhan dari preman yang diberitakan oleh anak saya,” kata Sabarsyah.
Sarbansyah berkeyakinan jika pelakunya merupakan orang suruhan. Akunya kejadian ini telah dialaminya dua kali.
“Bukan hanya rumah saya, setahun yang lalu juga rumah anak saya sempat ditembaki. Beberapa jendela rumahnya pecah, namun pelakunya belum juga diamankan padahal saat kejadian ditemukan beberapa mimis Softgun di lokasi,” bebernya.
Ridwan pun berasumsi, aksi pembakaran itu tentu ada aktor intelektual di belakangnya. Menurutnya, jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan keselamatan wartawan di daerah lain juga bisa terancam.
“Kita prihatin dan mengutuk aksi itu. Kita harap polisi segera menangkap pelakunya. Karena wartawan mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers,” ujar Ridwan.
“Kita harus membangun soliditas. Wartawan yang mengalami intervensi dan pengancaman dari profesinya harus kita lindungi, jangan kita biarkan,” ajaknya.(LMC-04)
