
Sergai, 1/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai di tengah perjuangan proses percepatan melawan pandemi Covid-19, teres semangat menuntaskan kinerja di bidang lainnya yang menjadi target.
Selain pembangunan infrastruktur jalan di banyak titik, Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan juga menaruh perhatian serius terhadap perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di wilayah itu.
Bupati Darma Wijaya saat menyosialisasikan kepada 68 penerima bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di stadion Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kamis (01/07) menyampaikan agar masalah rutilahu d bisa dituntaskan dan tidak bertambah setiap tahunnya.
“Makanya perlu aksi cepat dan sinergis untuk menangani urusan ini. Pasti tidak mudah apalagi di tengah pandemi Covid 19 yang terus melanda saat ini, namun dengan upaya dan usaha yang signifikan, kami optimis ini bisa terealisasi,” ucapnya, sembari merinci jika bantuan ini berasal dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (300 unit), DAK (68 unit) dan dari Pemprov Sumut (50 unit) sehingga total bantuan 418 unit rumah.
Bupati menyebut, penanganan rutihalu di Sergai sudah dimulai sejak 2017 hingga saat ini dan dari data yang ada total 1.226 rutihalu warga yang telah diperbaiki. Bang Wiwiek panggilan akrabnya mengatakan, bantuan kali ini sifatnya stimulan, artinya dalam pelaksanaannya harus ada partisipasi aktif dari masyarakat dan juga dari pihak swasta.
Hal ini, sebutnya, bertujuan agar semua pihak dapat ikut terlibat dan anggaran yang tersedia dapat direalisasikan dengan efektif.
“Kami minta kepada masyarakat penerima bantuan supaya memakai dana yang diberikan sesuai dengan peruntukannya, yaitu untuk perbaikan rumah yang tidak layak menjadi layak huni. Pemerintah pusat sendiri menaruh perhatian lebih terhadap Tanjung Beringin sebagai kecamatan yang memiliki area dengan status pulau terluar di nusantara, yaitu Pulau Berhala. Sehingga untuk itu bantuan yang sangat bernilai ini benar-benar supaya dipakai dengan baik,” paparnya.
Dalam laporannya, Plt. Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sergai Suwanto Nasution, S.Pd, MM, merinci tahun ini biaya yang dikucurkan sebesar 20 juta rupiah yang terbagi kedalam biaya material 17,5 juta rupiah dan sisanya untuk upah renovasi.
Ia menambahkan, pengerjaan rutilahu sifatnya kelompok di mana jika ada salah satu rumah penerima bantuan tidak mampu menyelesaikan pengerjaan perbaikan, maka akan ditanggung oleh seluruh anggota kelompok.
“Di Tanjung Beringin yaitu di Desa Nagur dan Pematang Cermai masing-masih ada 1 kelompok, sedangkan Desa Pematang Terang terdiri ada 2 kelompok. Saat ini kami sudah mengusulkan perbaikan terhadap 800 unit rutihalu untuk tahun 2022,” paparnya.(LMC-04)
