Petugas medis melakukan skrinning tuberculosis (TBC) bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (1/9). (Foto: LintasMedan/Iwan)
Madina, 1/9 (LintasMedan) – Sebanyak 70 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Panyabungan menjalani pemeriksaan atau skrining penyakit tuberculosis (TBC).
Kegiatan yang bertujuan untuk menjaga penularan virus TBC di kalangan warga binaan Lapas Panyabungan tersebut digelar bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Panyabungan Jae.
“Pemeriksaan kesehatan ini rutin dilaksanakan sebagai langkah deteksi dini TBC serta HIV, AIDS pada warga binaan,” kata Kepala Lapas Klas IIB Panyabungan, Hamdi Hasibuan kepada lintasmedan.com, di Panyabungan, Rabu (1/9).
Dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut, menurut dia, tidak ada ditemukan warga binaan di Lapas tersebut yang tertular penyakit TBC.
Sebagaimana diketahui, tuberkulosis bukan penyakit keturunan tetapi masalah kesehatan yang ditularkan dari satu orang ke orang lainnya.
Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyerang organ pernapasan, seperti paru-paru, organ vital lain misalnya otak, tulang, kulit kelenjar getah bening, bahkan organ-organ lain.
Hamdi menambahkan, upaya pengecekan penyakit TBC dimaksudkan untuk mengetahui apakah kondisi kesehatan warga binaan di Lapas Panyabungan bebas dari penyakit TBC maupun penyakit menular lainnya, termasuk COVID-19.
Pihaknya berharap kegiatan deteksi dini kesehatan bagi warga binaan bisa mencegah kemungkinan terjadinya penularan wabah penyakit di tengah Lapas Panyabungan.
“Kesehatan warga binaan di Lapas Panyabungan ini selalu menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. (LMC-04)
