Tim Satuan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Panyabungan mengikuti simulasi penilaian Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang diselenggarakan secara virtual oleh Kanwil Kemenkumham Sumut, Kamis (9/9). (Foto: LintasMedan/Iwan)
Madina, 9/9 (LintasMedan) – Satker Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal terus mematangkan persiapan menuju Penilaian Zona Integritas, salah satunya dengan mengikuti penguatan dan simulasi penilaian Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBK/WBBM).
Kegiatan simulasi penilaian ZI-WBK/WBBM diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara (Sumut) secara virtual melalui aplikasi zoom, Kamis (9/9).
“Melalui simulasi ini, kita akan lebih siap saat menghadapi pelaksanaan penilaian Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani Tahun 2021 tingkat nasional yang sesungguhnya nanti,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Panyabungan Hamdi Hasibuan, kepada LintasMedan,com.
Disebutkannya, Lapas Klas IIB Panyabungan merupakan satu-satunya unit pelayanan teknis (UPT) se Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang dinyatakan lolos evaluasi dan penilaian pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM oleh Tim Penilai Internal dari Kanwil Kemenkumham Sumut.
Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, simulasi ini dibuat serupa seolah-olah Satuan Kerja (Satker) Lapas Panyabungan sedang mengikuti desk evaluasi oleh Tim Penilai Internal.
Kegiatan simulasi ini, menurut Hamdi, bertujuan agar satuan kerja yang dinyatakan lolos mengikuti penilaian ZI-WBK/WBBM tingkat nasional tahun 2021 melakukan persiapan lebih maksimal.
Selama pelaksanaan simulasi, kata dia, tim dari Lapas Panyabungan juga mendapat arahan dari Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut Sutrisno, Kepala Divisi Administrasi Betni Humiras Purba dan beberapa divisi lainnya di lingkungan Kanwil Kemenkumham setempat.
Pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut mengatakan survei IKM dan IPK harus mendapat 100 responden guna mendapatkan hasil terbaik.
Terkait dengan persiapan pelaksanaan penilaian ZI-WBK/WBBM tingkat nasional, pihak Lapas Panyabungan juga diingatkan agar memperhatikan koneksi jaringan internet, karena penilaian di tengah pandemi COVID-19 sekarang ini akan dilaksanakan secara virtual.
“Mereka juga mengingatkan tentang sarana dan prasarana untuk koneksi internet agar benar-benar diperhatikan, karena penilaian ini dilaksanakan secara virtual,” ucap Hamdi. (LMC-04)
